Tidak diragukan lagi bahwa film James Bond terbaru, No Time To Die, ditutup dengan cara yang cukup tidak konvensional untuk serial mata-mata yang telah lama ada tersebut. Spoiler alert: Bond secara harfiah hancur berkeping-keping. Sebuah keputusan yang mengakhiri masa Daniel Craig sebagai karakter tersebut, dan mengenai keputusan untuk mengakhiri film tersebut dengan cara yang begitu eksplosif bisa diambil, sutradara Cary Joji Fukunaga baru-baru ini berbicara dengan Empire mengenai hal tersebut.
"Dalam pertemuan pertama saya dengan Daniel [Craig] dan produser, mereka mengatakan bahwa begitulah cerita yang mereka inginkan. Mereka merasa bahwa itu adalah sebuah akhir. Dan saya seperti, 'Ya, itu adalah hasil dari sebuah akhir, tetapi kami tidak tahu apa yang terjadi. Itu harus diusahakan.'"
"Saya benar-benar berusaha, karena itu tidak bisa berupa aksi konvensional," lanjut Fukunaga. "Itu tidak bisa hanya sebuah alat yang jahat, harus terikat dengan tema sentral dari ceritanya. Saya tidak ingin membuatnya rumit. Saya ingin membuat semuanya jelas. Tetapi saya ingin membuatnya penuh citarasa. "Itu terasa seperti sebuah penutupan,seperti menutup masa lalu, dan menutup ceritanya. Itu adalah kalimat terakhir dalam sebuah paragraf di bab terakhir dari sebuah buku, supaya bisa membuatnya terasa memuaskan."
Sebelumnya juga telah dijelaskan bahwa walaupun Daniel Craig telah selesai memerankan Bond, perburuan bintang yang akan memerankannya akan dimulai pada tahun 2022, artinya kita mungkin tidak bisa berharap untuk melihat aksi 007 selanjutnya dalam beberapa tahun.