Denuvo adalah kreator dari perangkat lunak anti-pembajakan yang paling sering digunakan akhir-akhir ini. Namun, ia tidak begitu populer di kalangan komunitas gaming karena memberikan beban yang berat bagi CPU dan mengakibatkan pengalaman game yang lebih buruk.
Seperti yang mungkin kamu duga, banyak pembajak yang mencoba berbagai cara untuk membongkar Denuvo. Salah satunya adalah Voksi dari Bulgaria, yang bergabung dengan sebuah grup hacker bernama Revolt. Namun, situs grup tersebut tiba-tiba menghilang dan Voksi pun menjelaskannya di Reddit.
"Ini akhirnya terjadi, sebenarnya ini dapat diduga, Denuvo melayangkan kasus terhadap kami kepada pihak berwenang di Bulgaria. Polisi kemarin datang dan mengambil PC server dan PC pribadi saya. Saya harus pergi ke kantor polisi setelahnya dan menjelaskan diri. Setelah itu, saya mengontak Denuvo dan menawarkan resolusi damai untuk masalah ini. Mereka belum bisa mengatakan apa-apa, tapi keputusan akhir berada pada prosekutor kasus saya."
"Sayangnya, saya tak akan bisa melakukan apa yang selama ini saya lakukan lagi. Saya melakukannya untuk kalian semua dan tentunya karena bloatware di dalam game kita tidak boleh ada sama sekali. Mungkin orang lain dapat melanjutkan perjuangan saya."
Walaupun Denuvo biasanya dapat dibuka dalam waktu beberapa minggu setelah sebuah game dirilis, waktu-waktu itulah yang paling penting bagi penjualan sebuah video game. Penerbit mungkin berpikir itulah kelicikan kecil yang diperlukan untuk menjaga pendapatan mereka.
Denuvo sendiri telah mengeluarkan pernyataan terkait tuntutan atas Voksi dan menulis:
"Pembajakan adalah ancaman yang sudah berakar di industri game, dan kami fokus pada pengamanan konten milik penerbit game dan memastikan bahwa hacker tak dapat mengganggu komunitas gaming untuk keuntungan pribadi di atas kerugian pemain lain."
"Aksi cepat dari Kepolisian Bulgaria dalam menangani hal ini menunjukkan kekuatan dari kolaborasi antara penegak hukum dan penyedia teknologi dan bahwa pembajakan adalah sebuah pelanggaran serius yang dapat ditindak."
Bagaimana menurutmu tentang hal ini?