Alliance Arts secara resmi membatalkan rencana perilisan demo publik untuk Drunken Goddess Reflux di Steam. Sebagai gantinya, pengembang akan menyelenggarakan sesi daring tertutup bagi sejumlah partisipan terbatas. Pihak developer menyatakan kekhawatiran bahwa teknologi AI atau alat serupa dapat dengan cepat meniru presentasi serta mekanisme gameplay permainan tersebut, sehingga memungkinkan munculnya versi tiruan sebelum peluncuran resmi. Padahal, demo publik ini sebelumnya dijadwalkan meluncur pada 19 Oktober.
Untuk dapat bergabung dalam sesi terbatas ini, para pemain wajib meninjau dan menyetujui persyaratan partisipasi terlebih dahulu, termasuk aturan ketat mengenai pengunggahan dan streaming video gameplay. Alliance Arts juga mengakui bahwa saat ini mereka belum memiliki perlengkapan yang memadai untuk mengelola pembatasan tersebut secara luas. Pemain yang tertarik untuk berpartisipasi diarahkan untuk bergabung ke server Discord resmi game ini, meskipun pihak studio belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai aksesnya.
Kabar mengenai perubahan kebijakan ini telah dilaporkan oleh media seperti IGN dan PC Gamer pada 17 Oktober lalu. Dikembangkan melalui kolaborasi antara Alliance Arts dan Who You, Drunken Goddess Reflux merupakan sebuah anime drinking game yang mengusung konsep unik berupa shot-glass Russian roulette melawan sesosok iblis. Versi penuh untuk PC melalui platform Steam tetap dijadwalkan rilis pada 8 Desember 2026.
Keputusan untuk beralih ke sesi tertutup ini berarti akan lebih sedikit pemain yang bisa menjajal game tersebut sebelum hari peluncuran, namun di sisi lain hal ini menekan risiko eksposur publik yang dianggap berbahaya oleh Alliance Arts. Langkah ini diambil di tengah perdebatan luas mengenai penggunaan AI generatif dalam pengembangan video game, termasuk pertanyaan besar tentang bagaimana para kreator tetap bisa memegang kendali penuh atas karya mereka. Peran AI generatif dalam industri game pun hingga kini masih menjadi topik diskusi yang hangat di berbagai kalangan.