Setelah 60 tahun beroperasi dan mengebor di Laut Utara, raksasa minyak multinasional Inggris BP telah mengumumkan rencana untuk menjual bisnis Laut Utaranya.
Seperti yang dikonfirmasi oleh BBC News, keputusan ini akan memengaruhi lima pusat produksi BP di wilayah tersebut, dua di antaranya berada di Laut Utara tengah dan tiga di barat Shetland, dengan sekitar 1.100 karyawan diperkirakan akan terdampak.
Berbicara tentang keputusan tersebut, CEO BP Meg O'Neill menjelaskan bahwa operasi perusahaan di Laut Utara akan "lebih baik diposisikan sebagai bagian dari perusahaan lain". Namun, dia juga menambahkan hal berikut.
"Inggris telah menjadi rumah kami selama lebih dari 100 tahun dan akan terus memainkan peran penting dalam masa depan kami. Kami bangga dengan lapangan kerja yang kami ciptakan, kontribusi yang kami berikan pada ekonomi Inggris, dan pekerjaan yang kami lakukan untuk menjaga aliran energi tetap berlangsung setiap hari."
Belum ada informasi tentang perusahaan mana yang berpeluang merebut operasi BP di Laut Utara.