Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
berita
Counter-Strike: Global Offensive

Belanda resmikan larangan loot box, Valve tarik item trading di CS:GO dan Dota 2

Kalau melanggar, dendanya tidak main-main!

  • Arya W. WibowoArya W. Wibowo

Valve telah menghilangkan pilihan untuk bertukar item di Counter-Strike: Global Offensive dan Dota 2 di wilayah Belanda. Para pemain dari Belanda mendapatkan pesan di Steam berisi penjelasan Valve terkait keputusan tersebut, yaitu untuk menghindari prosekusi dari Badan Gaming Belanda.

Berikut cuplikan isi surat tersebut, "Pada Mei, kami mendapatkan dua surat dari Dutch Kansspelautoriteit (Badan Gaming Belanda) yang menyatakan bahwa Counter-Strike: Global Offensive dan Dota 2 memiliki 'loot box' yang melanggar aturan judi dan game Belanda."

"Tuduhan dari Kansspelautoriteit tersebut berbeda dari bagaimana negara lain melihat loot box, maka kami menggunakan konsultan legal dari Belanda, mempelajari penelitian tentang loot box yang dipublikasikan oleh Kansspelautoriteit dan belajar lebih dalam tentang hukum di Belanda. Kami belum paham atau setuju dengan kesimpulan legal yang dibuat oleh Kansspelautoriteit, kami pun merespon untuk menjelaskan lebih banyak tentang CS:GO dan Dota 2."

Pada April lalu, badan tersebut menyatakan bahwa beberapa loot box adalah termasuk perjudian:

"Loot box melanggar hukum jika barang in-game dari loot tersebut dapat dipindahtangankan. Loot box tidak melanggar hukum jika barang in-game dari loot tersebut tidak dapat dipindahtangankan."

Mulai tanggal 20 Juni 2018, mereka mulai menegakkan larangan loot bix ini. Media Denmark NOS mengatakan bahwa ada dua publisher lain yang tidak memenuhi aturan ini, yaitu FIFA 18 dari EA dan PlayerUnknown's Battlegrounds dari PUBG Corp. Keduanya dapat terkena denda yang cukup besar, dimulai dari 830.000 euro (sekitar Rp13 miliar) atau jika memungkinkan lebih banyak, 10 persen dari keuntungan global. Jika hal ini terjadi pada EA, maka dendanya bisa mencapai 400 juta euro (sekitar Rp6,5 triliun).

Kalau yang dapat pemerintah Indonesia, lumayan juga ya.

Counter-Strike: Global Offensive