Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan bahwa NATO menghadapi masa depan yang "sangat buruk" jika negara-negara anggota gagal membantu Amerika Serikat dalam mengamankan Selat Hormuz, titik tersedak maritim yang penting untuk pengiriman minyak global, menurut sebuah wawancara yang diterbitkan oleh Financial Times pada hari Minggu. Trump menekankan bahwa negara-negara yang mendapat manfaat dari jalur air memiliki tanggung jawab untuk membantu memastikan keamanannya di tengah konflik AS-Israel yang sedang berlangsung dengan Iran.
Trump juga mengindikasikan bahwa pertemuan puncak mendatang dengan Presiden China Xi Jinping akhir bulan ini dapat ditunda, tergantung pada kesediaan Beijing untuk bekerja sama dalam masalah Selat. "Saya pikir China harus membantu juga karena China mendapatkan 90% minyaknya dari Selat," katanya kepada FT, mencatat dia lebih suka kejelasan tentang sikap China sebelum bepergian. "Sudah sepantasnya orang-orang yang menjadi penerima manfaat dari Selat akan membantu memastikan bahwa tidak ada hal buruk yang terjadi di sana."
Pernyataan itu muncul ketika Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng mengakhiri pembicaraan perdagangan pertama dari dua hari di Paris, yang bertujuan untuk memuluskan ketegangan dan mempersiapkan pertemuan Trump-Xi di Beijing.