Sebelumnya minggu ini Business Insider melaporkan bahwa terdapat ancaman penembakan terhadap kantor dari platform streaming Twitch di San Francisco. Para pekerja pun diberi kesempatan untuk bekerja dari rumah pada hari Rabu sementara para penegak hukum menginvestigasi hal itu.
Meski polisi San Francisco mengkonfirmasi bahwa tidak ada "ancaman aktif" atas kantornya saat itu, sebuah email kepada Kotaku dari sumber anonim mengatakan "keadaan kemungkinan masih cair."
Pihak berwajib kembali menekankan kepada Kotaku bahwa tidak ada "ancaman aktif," tetapi "unit investigasi spesial kami telah diberitahu."
"Keselamatan dan keamanan dari pegawai kami adalah prioritas utama kami, dan kami fokus untuk memastikan hal ini diselesaikan secepatnya dan seaman mungkin," demikian pernyataan dari Twitch. Menurut laporan-laporan ini, beberapa ancaman itu datang dari orang yang sama.
Hal ini datang hanya beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump mengomentari tentang buruknya video game setelah terjadinya dua penembakan massal di Dayton, Ohio dan El Paso, Texas.
Semoga kasus ini segera selesai.
