Mari kembali ke musim panas tahun 2016. Tentu, Pokémon Go telah menyatukan orang-orang untuk berburu monster. Namun, tak semuanya semenyenangkan yang kita kira, karena ada perilisan No Man's Sky yang juga bisa kamu kenang. Setelah setumpuk harapan dijanjikan selama berbulan-bulan, perilisan game tersebut mendapatkan kritik tajam dan kemarahan dari komunitas fan yang mengharapkan sesuatu yang berbeda dari gamenya.
Walaupun game ini diterbitkan oleh Sony dan dikembangkan oleh Hello Games, kesalahan pada umumnya ditujukan kepada sang pendiri Hello, Sean Murray. Ia merupakan wajah utama dari proyek ini setelah muncul berkali-kali selama prapeluncuran dengan berbagai wawancara tentang game tersebut. Orang-orang menuduhnya sebagai pembohong ketika berbagai fitur yang katanya akan masuk di dalam game ternyata tidak muncul di saat rilis. Lalu ketika gamenya keluar, Murray dan timnya mengurung diri mengerjakan update lanjutan untuk game tersebut ke depannya. Untuk saat ini, mereka betul-betul menghindari pers dan wawancara.
The Guardian baru-baru ini mewawancara Murray dua tahun kemudian untuk membicarakan apa yang terjadi ketika peluncuran dan serangan yang dialami oleh ia dan rekan-rekannya, di mana Murray mengakui sebuah miskomunikasi tentang banyak hal:
"Internet benar-benar hebat dalam mengetahui ketika seseorang melakukan sebuah kesalahan. Responsnya mungkin bukan yang terbaik, tapi ia memang sangat bagus mendeteksi ketika seseorang mengacaukan sesuatu. Kami memang telah mengacau dari segi komunikasi. Saya tak pernah suka berbicara dengan pers. Saya tak menikmatinya ketika saya harus melakukannya dan ketika saya melakukannya, saya sangat naif dan terlalu bersemangat tentang game saya. Banyak hal seputar peluncuran yang saya sesali atau ingin saya lakukan dengan cara lain."
Murray tak ingin membicarakan hal-hal detail mengenai cercaan yang diterima studionya pada musim panas tersebut, tapi ia mengatakan hal ini, "Kami tak membicarakannya, tapi pada dasarnya kemungkinan terburuk terjadi. Ada segudang hal yang dapat dilakukan oleh sekawanan orang marah. Itu merupakan kerjasama komunal dalam hal membuat hidup seseorang lebih buruk."
"Saya ingat mendapatkan ancaman kematian akibat adanya kupu-kupu di trailer asli kami dan kamu bisa melihatnya ketika berjalan melewatinya, tapi tidak ada kupu-kupu di game tersebut ketika peluncuran. Saya ingat ketika saya berpikir, 'Mungkin ketika kamu mengirim ancaman kematian karena kupu-kupu di dalam game, kamulah orang jahatnya."
Salah satu kritik terbesar yang dilayangkan kepada game tersebut adalah tiadanya multiplayer, yang seharusnya ada di sana. "Fitur multiplayer yang ringan direncanakan untuk peluncuran, dan kami memperjuangkannya hingga akhir untuk menambahkannya, tapi hal tersebut sangatlah sulit dan kami tahu hal tersebut hanya akan dialami oleh sedikit orang akibat dari besarnya semesta di sana," Murray menjelaskan. "Lalu kami menambahkan sebuah versi dari hal itu (multiplayer) untuk update Atlas Rises, yang cukup bagus, tapi tak begitu berpengaruh terhadap kesenangan orang ketika bermain. Apa yang diinginkan oleh pemain adalah multiplayer yang kami adakan sekarang."
Meskipun dipenuhi kemarahan pada perilisan awal, Murray tetap bersikukuh bahwa mereka merilis game tersebut sesuai keingingan mereka.
"Kami memang menginginkan No Man's Sky seperti itu ketika pertama kali dirilis. Kami selalu membicarakan tentang perasaan mendarat di sebuah planet yang tak pernah dikunjungi sebelumnya... Sepi. Ia memiliki aura ketenangan di dalamnya. Tapi kami selalu ingin mengembangkannya. Jika kamu telah memainkan (versi aslinya) selama 20 jam, kamu mungkin mendapatkan pengalaman yang kami inginkan. Tapi mungkin kamu tak akan mau lagi bermain No Man's Sku."
Kini, update NEXT dumumkan akan hadir pada 24 Juli, menghadirkan multiplayer, pembangunan markas, dan banyak hal lainnya ke dalam game. Ia juga akan hadir di Xbox. Pastinya, game ini akan sangat berbeda dari perilisan awalnya dua tahun lalu.
Bagaimana menurutmu tentang No Man's Sky, baik dalam kondisi saat ini ataupun ketika pertama kali muncul?
