Selama kunjungannya ke Yerusalem, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio membuat pernyataan yang jelas bahwa Hamas "harus diberantas," sejalan dengan posisi Israel tentang konflik di Gaza.
Deklarasi yang kuat ini menimbulkan ketidakpastian lebih lanjut pada gencatan senjata yang sudah rapuh, yang akan berakhir dalam dua minggu. Pernyataan Rubio muncul di tengah pertemuannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang menyatakan dukungan untuk rencana kontroversial yang melibatkan pengusiran penduduk Palestina di Gaza.
Sementara AS mendukung strategi ini, negara-negara Arab tetap menentang keras, dan kemungkinan menghidupkan kembali konflik skala penuh dapat membahayakan gencatan senjata dan nasib sandera yang tersisa yang ditahan oleh Hamas. Untuk saat ini, masih harus dilihat apakah sikap garis keras Rubio akan memengaruhi diplomasi regional atau meningkatkan ketegangan lebih jauh.
