Serangan Distributed Denial of Service (DDoS) telah lama digunakan di internet untuk menyerang layanan online untuk sekadar mengganggu atau bahkan membuatnya putus dari jaringan. Hal ini pernah terjadi pada Jim Sterling pada 2017 lalu setelah review-nya tentang The Legend of Zelda: Breath of the Wild, dan pernah terjadi pada game seperti CS:GO pula.
Valve pun telah angkat bicara soal itu di GDC (seperti yang dilaporkan oleh PCGamesN) di mana saat itu Kassidy Gerber mengatakan bahwa serangan-serangan ini "akan terjadi" dan mereka tak dapat terhindarkan mengingat skala dari game yang ada. Gerber bekerja di departemen infrastruktur internet Valve dan menambahkan bahwa developer "perlu meliundungi baik pemain dan server game, karena keduanya rentan terhadap serangan."
Hal ini tak hanya terjadi di Counter-Strike, tetapi juga Dota 2. Valve sendiri memiliki peralatan untuk merutekan ulang traffic, menyembunyikan alamat IP, dan lainnya.
Apa yang bisa dilakukan untuk melawan serangan DDoS?
