Di akhir minggu lalu komunitas Guild Wars 2 terlibat terlibat percekcokan mengenai beberapa komentar yang diposting oleh penulis, Jessica Price. Komentar ini ditujukan kepada seorang Youtuber Deroir, yang memiliki beberapa komentar tentang sebuah blog post yang sudah dia tulis mengenai tantangan narasi dalam MMORPG. Berikut adalah postingan Price sebagai jawabannya:
"like, the next rando asshat who attempts to explain the concept of branching dialogue to me--as if, you know, having worked in game narrative for a fucking DECADE, I have never heard of it--is getting instablocked. PSA."
Translasi:
"seperti, rando asshat berikutnya yang mencoba menjelaskan konsep dari branching dialog kepada saya - seakan-akan, kamu tahu, telah bekerja di narasi game untuk sepuluh tahun si***n, saya tidak pernah mendengarnya—di instablok. PSA."
Dalam diskusi lanjutan di Twitter dan Reddit, Petter Fries yang merupakan sesama penulis maju dan membela Price tanpa menggunakan bahasa yang berapi-api. Sekarang kedua penulis itu telah meninggalkan ArenaNet.
"Baru-baru ini dua dari penulis kmi tidak bisa menjaga standar kami dalam berkomunikasi dengan pemain," menurut Mike O'Brien, co-founder dari Arenanet lewat GamesIndustry.
"Serangan mereka terhadap komunitas tidak bisa diterima. Sebagai hasilnya, mereka tidak lagi bersama perusahaan ini. Saya ingin mengatakan bahwa pernyataan mereka sama sekali tidak menggambarkan pandangan dari ArenaNet. Sebagai sebuah perusahaan kami selalu bersungguh-sungguh membangun hubungan dengan komunitas Guild Wars. Kami menghargai masukan. Kami membuat game ini untuk anda."
Kontroversi ini membawa kepada sebuah dilema menarik yang dihadapi banyak pengembang game pada masa ini dengan media sosial. Sepuluh tahun yang lalu masukan seperti ini akan ditertawakan ketika penulis membaca email dan tidak ada yang akan terjadi setelahnya. Tetapi karena terjadi di ruang publik, perusahaan merasa diharuskan untuk bertindak untuk melindungi bisnis mereka. Tidak sulit juga dibayangkan bahwa pandangan terbuka dari Price sebagai seorang feminis memiliki andil untuk menjadi bumerang baginya. Ia menjadikan dirinya sasaran terbuka bagi kelompok-kelompok tertentu. Bukannya menyebut streamer setia dari game kamu sebagai "rando asshat" itu bisa dimaafkan ya.
Lagipula, Arenanet memiliki masalah publisitas, dan pertanyaannya adalah pesan apa yang mereka berikan kepada para pegawainya?