Sebelumnya, di tahun ini Valve telah mengumumkan bahwa merka akan sedikit menjauhkan diri mereka dari pengkurasian Steam yang ketat, memungkinkan lebih banyak jenis game masuk ke dalam platform tersebut. Meski begitu, mereka juga mengatakan bahwa mereka akan tetap mengawasi apakah konten tersebut ilegal atau "trolling".
Baru-baru ini mereka telah mengusut konten seksual di Steam secara spesifik, dan kini mereka memblok berbagai game yang dituduh berisi "eksploitasi anak".
Menurut GamesIndustry.biz, beberapa visual novel di platform tersebut telah dihapus, yang di antaranya mengandung latar sekolah atau bahkan inses - apapun yang membuat karakter yang digambarkan berkemungkinan berada di bawah 18 tahun.
Tampaknya, tak semua orang senang dengan keputusan Valve tersebut. Top Hat Studios, developer dari visual novel Cross Love - Episode 1, berkata di Twitter:
"Hey @steam_games, apakah kalian ingin menjelaskan ini kepada kami? Tak ada satupun di dalam game ini yang sekecilpun mengandung anak-anak - ada adegan di game yang secara harfiah mengatakan bahwa umur dari karakter-karakternya lebih dari 18 tahun."
Diungkapkan bahwa karena latar sekolahnya, maka Valve menganggapnya memiliki potensi "eksploitasi anak", seperti yang disebutkan dalam email resminya ke developer tersebut:
"Kami tak bisa mendistribusikan game Anda, Cross Love - Episode 1 di Steam. Meski kami bisa mendistribusikan kebanyakan game di Steam, kami menemukan yang satu ini memiliki tema eksploitasi anak. Karena itu, aplikasi ini telah diblok dan tak bisa diselamatkan."
Apakah kamu setuju dengan keputusan Steam?
