Kamu mungkin akan mengira bahwa kekurangan chip yang sedang terjadi akan menyulitkan Intel secara finansial, dimana mereka kesulitan untuk memenuhi permintaan di dunia yang dimotori semikonduktor yang terus berkembang. Tetapi itu tidaklah benar, karena dokumen pendapatan kuartal tahun 2021 baru-baru ini (seperti yang dilaporkan oleh The Verge) memperlihatkan perusahaan teknologi tersebut mendapatkan "tahun terbaik" mereka di 2021.
Dalam dokumen tersebut, diperlihatkan bahwa intel membukukan keuntungan triwulan sebesar $19.5 (sekitar RP 281 triliun) miliar dan total pendapatan sejumlah $74.4 (sekitar Rp1,072 triliun) miliar (Kamu bisa membeli seluruh Activision Blizzard dengan uang tersebut!). Walaupun ini mengesankan, perlu dicatat bahwa pendapatan bersihnya sebenarnya menurun sebesar 21% dalam triwulan tersebut (terhitung sebesar $4.6 miliar) dan 5% dari tahun sebelumnya ($19.9 miliar / sekitar RP 286 triliun).
Mengenai alasan penurunan tersebut, CEO Intel, Pat Gelsinger dalam laporan pendapatan setelah laporan keuangan dibagikan bahwa "kekurangan substrat, komponen-komponen dan silikon telah membatasi kemampuan konsumen untuk mengirimkan dan menyelesaikan sistem-sistem dalam berbagai industri." Ini sendiri telah menyebabkan kebanyakan masalah di "pasar klien, terutama notebook, tetapi keterbatasan secara luas telah mempengaruhi juga pasar-pasar lain, termasuk otomotif, internet, dan data center."
Walaupun Gelsinger dalam kesempatan tersebut sekali lagi menyebutkan bahwa permasalahan yang ada dalam kekurangan persediaan chip diperkirakan akan berlanjut sampai tahun 2022 dan 2023, juga tercatat bahwa inventori mulai "kembali ke level-level masa pra-pandemi." Semoga ini berarti akan lebih mudah untuk mendapatkan perangkat keras baru, terutama karena Intel akan segera merilis GPU Xe Alchemist GPU.