Untuk pertama kalinya dalam catatan sejarah manusia, Nasa telah secara resmi memasuki atmosfer Matahari. Diumumkan oleh organisasi luar angkasa tersebut dalam sebuah postingan blog, pesawat luar angkasa itu, Parker Solar Probe, melewati bagian atas atnmt5sfer Matahari (alias corona), mendekat sejauh 6,5 juta mil dari permukaan bintang kita yang sesungguuhnya.
Ditulis sebagai "momen monumental untuk pengetahuan mengenai Matahari dan benar-benar sebuah pencapaian mengagumkan" oleh Thomas Zurbuchen dari Nasa, ini juga dianggap sebagai sebuah pencapaian yang akan "memberikan kita pandangan lebih jauh ke dalam evolusi Matahari kita dan dampaknya terhadap tata surya kita".
Sejak Parker Solar Probe launched di tahun 2018 lalu, probe tersebut telah menyelesaikan beberapa kali lintasan di dalam dan di luar corona Matahari dengan jarak yang berbeda dari badan raksasa Matahari, semua dalam usaha untuk mengumpulkan data dan informasi vital untuk lebih jauh memahami dan mempelajari Matahari yang sebelumnya tidak bisa kita lakukan dari kejauhan. Disebutkan oleh Nasa bahwa probe tersebut akan kembali melintasi corona Matahari di Bulan Januari 2022, dimana semoga kita bisa lebih mengenal lebih baik Matahari kita.
Walaupun pencapaian ini telah tercatat sebagai lintasan terdekat terhadap Matahari, dia juga tercatat sebagai objek buatan manusia tercepat yang pernah bergerak, dimana dikatakan Parker Solar Probe bergerak dengan kecepatan 430,000 mph dalam perjalanannya mendekati raksasa kosmik kita.