Skip to main content
Gamereactor Berita Assassin's Creed Infinity
Berita

Assassin's Creed Infinity dilaporkan akan seperti Fortnite dan GTA V

Pernahkah bermimpi untuk bisa menjelajahi berbagai tempat dan era di game yang sama? Sebuah fokus pada live-service mungkin mewujudkannya.
Eirik Hyldbakk Furu Editor-in-Chief Norway 8 Juli 2021

Franchise Assassin's Creed sudah sangat sukses sejak awal, tetapi memberikan fokus lebih besar pada elemen role-playing dalam Assassin's Creed Origins yang hampir berusia 4 tahun telah membawanya ke level yang lain. Assassin's Creed Odyssey dan Assassin's Creed Valhalla dibangun dari dasar itu di tahun-tahun berikutnya baik dalam cakupan maupun kesuksesannya, tetapi itu bukanlah apa-apa dibandingkan dengan apa yang akan hadir.

Karena Jason Schreirer yang selalu bisa diandalkan telah memutuskan untuk sekali lagi merusak kesenangan Ubisoft dengan mengelaborasi klaimnya bahwa Assassin's Creed yang berikutnya akan mengalami perubahan besar dari franchise itu. Baik sumbernya maupun sumber saya mengatakan bahwa Ubisoft Quebec dan Ubisoft Montreal, lead developer untuk Odyssey dan Valhalla, telah bergabung untuk membuat apa yang diberi nama sandi yang pas yaitu Assassin's Creed Infinity. Saya mengatakan pas karena sekarang rencananya adalah proyek ini akan menjauh dari filosofi biasa dari serial ini yang membuat kita bisa menjelajahi sebuah setting sejarah spesifik dan menawarkan beberapa tempat dan era dalam game yang sama. Pada dasarnya mengambil fokus yang awalnya sudah besar pada elemen-elemen live-service ke level lain dengan membuat Infinity sebuah game yang terus berevolusi. Kamu bisa membandingkannya dengan bagaimana map Fortnite selalu berevolusi atau bagaimana Grand Theft Auto Online secara teratur memperkenalkan lebih banyak cerita, misi-misi, area-area, dan semacamnya. Infinity mungkin sebagai contoh membuat kita bisa menjelajahi Perancis pada masa revolusi dan sekaligus Feodal Jepang ketika diluncurkan, sebelum menambahkan India, Spanyol, atau di manapun di periode bulan dan tahun berikutnya yang berbeda. Semuanya terhubung melalui Animus seperti sebuah hub.

Ubisoft bahkan membenarkan keberadaan Assassin's Creed Infinity, tetapi satu-satunya detail yang ingin dikonfirmasinya hanyalah bahwa proyek tersebut bertujuan untuk "melampaui ekspektasi para fans yang telah meminta sebuah pendekatan yang lebih kohesif." Perusahaan-perusahaan besar biasanya menolak untuk memberikan komentar terhadap bocoran-bocoran dan isu-isu bukanlah satu-satunya alasan untuk komentar yang tidak terlalu jelas itu, karena pengembangan berada pada tahap yang sangat dini sehingga banyak hal bisa berubah sebelum kita melihatnya. Itu bisa berbentuk apa saja mulai dari perubahan kecil seperti siapa saja karakter yang bisa dimainkan atau bagaimana sistem pertempuran dan parkour berjalan sampai ke hal sangat besar seperti hanya meluncur dengan satu setting bersejarah. Akan tetapi, satu hal yang sangat jelas, dan itu adalah fakta bahwa Ubisoft ingin meletakkan fokus lebih besar pada elemen-elemen live-service dalam Assassin's Creed dan membuat perubahan-perubahan bertahap dan bukan menarik ribuan developer mengerjakan sebuah game selama bertahun-tahun.

Bagaimana menurutmu tentang itu?

Editor-in-Chief Norway Eirik Hyldbakk Furu wrote for Gamereactor from around 2015 to 2026, first as news editor and from 2022 as editor-in-chief of the Norwegian edition. He covered video games across news, previews and reviews for both the Norwegian and international sites.
Profil lengkap Penulis Gamereactor sejak 2015 · 1,923 artikel diterbitkan
Mengapa memercayai Gamereactor
23 Edisi Masing-masing dengan redaksi dan penilaiannya sendiri.
1998 Terbit sejak Dimiliki secara independen sepanjang waktu itu.
100% Dimainkan langsung Ditulis dari waktu bersama gamenya, bukan dari materi pers.
1–10 Skor jaringan Nilai setiap edisi, dirata-ratakan dan ditampilkan.