Skip to main content
Gamereactor Berita
Berita

Take-Two: MS sedang bekerja dengan keras dan Sony akan bersikap agresif

Bos Take-Two memiliki beberapa pemikiran menarik untuk dibagikan dalam industri ini.
Jonas Mäki Editor Sweden 21 September 2020

Wawancara dengan bos Take-Two, Strauss Zelnick selalu menarik karena dia tidak pernah malu untuk membagikan pemikiran tajam mengenai industri video game, dan tidak terkecuali pembicaraan terbarunya dengan Protocol. Dalam wawancara terbaru ini, dia memberikan opininya mengenai generasi konsol-konsol yang akan datang dan bagaimana Microsoft dan Sony akan menghadapinya.

"Sejauh ini saya melihat sepertinya mereka melakukan pendekatan terhadap peluncuran ini dengan sangat agresif. Kami selalu bekerja dengan gembira dengan kedua pihak. Kami ingin melihat keduanya sukses.

"Seperti yang kamu ketahui, di beberapa bagian dunia tertentu, akhir-akhir ini Sony berada di sebuah posisi yang menguntungkan. Menurut saya, Microsoft bekerja sangat, sangat keras untuk memastikan hal tersebut tidak terulang. Menurut saya itu akan menjadi sebuah tantangan di Asia dimana Sony mendominasi. Tetapi jika saya harus menebak, menurut saya Microsoft akan melakukan pekerjaan yang baik."

Zelnick juga berpikir bahwa Sony akan fokus pada konten dan menambahkan bahwa menurutnya Microsoft akan melakukan hal serupa, dimana mereka telah cukup banyak mengembangkan studio-studio game Xbox:

"Menurut saya kamu akan melihat bahwa [Sony] akan bersikap sangat agresif dalam bagian konten dan pemasaran. Mereka akan fokus dalam mencari keunggulan pada bagian konten, seperti yang biasa mereka lakukan.

"Tetapi Microsoft mencoba melakukan hal yang sama; Seperti yang kamu ketahui, Microsoft telah membeli beberapa studio. Ada banyak hal yang mereka miliki dan kendalikan. Mungkin mereka akan lebih sering melakukan hal tersebut. Mereka memiliki keseimbangan neraca yang baik."

Akhirnya, dia juga menambahkan beberapa opini mengenai label-label harga dari game-game generasi akan datang, dimana Take-To telah memutuskan untuk meningkatkan harga-harga ereka sendiri. Zelnick menjelaskan alasannya:

"Intinya adalah kami belum pernah melihat kenaikan harga di garis depan selama hampir 15 tahun, dan biaya produksi telah meningkat 200 sampai 300%. Tetapi lebih kepada poin itu, karena tidak ada yang benar-benar peduli berapa biaya produksi kamu, apa yang konsumen bisa lakukan dengan produk ini telah berubah sepenuhnya.

"Kami mengirimkan sebuah game yang jauh lebih besar seharga $60 atau $70 (sekitar Rp878,000 sampai Rp1,245,000) daripada apa yang kami berikan untuk harga $60, 10 tahun yang lalu. Kesempatan untuk membelanjakan uang secara online benar-benar opsional, dan itu bukanlah sebuah game free-to-play. Itu adalah sebuah pengalaman lengkap yang sangat besar bahkan jika kamu tidak pernah mengeluarkan lagi sepeser pun setelah pembelian awal."

Apakah menurutmu Zelnick benar mengenai Microsoft, Sony, dan harga-harga games yang meningkat?

Editor Sweden Jonas Mäki has written for Gamereactor since 2002, becoming an editor in 2007. He covers the video game industry across news, releases and the business side, with a particular interest in sales figures and where the industry is heading.
Profil lengkap Penulis Gamereactor sejak 2007 · 8,852 artikel diterbitkan
Mengapa memercayai Gamereactor
23 Edisi Masing-masing dengan redaksi dan penilaiannya sendiri.
1998 Terbit sejak Dimiliki secara independen sepanjang waktu itu.
100% Dimainkan langsung Ditulis dari waktu bersama gamenya, bukan dari materi pers.
1–10 Skor jaringan Nilai setiap edisi, dirata-ratakan dan ditampilkan.