Atlet muda asal Jepang, Yuki Kurihara, yang baru berusia 11 tahun, berhasil menyabet medali emas dalam final esports Puyo Puyo Champions di Asian Games Nagoya pada hari Sabtu. Kurihara sukses menaklukkan wakil Korea Selatan, Kang Dong-shin, dengan skor telak 10-2 setelah sempat tertinggal 1-0 di awal pertandingan.
Kemenangan di babak final ini menutup perjalanan impresifnya di turnamen tersebut, di mana Kurihara menyingkirkan deretan lawan yang beberapa di antaranya berusia tiga kali lipat darinya. Ia diyakini sebagai kompetitor termuda di ajang Asian Games Aichi-Nagoya, sebuah predikat yang membuat ketenangannya di bawah tekanan menjadi sorotan utama bagi para penonton di arena.
Kurihara, yang mengaku rutin mengonsumsi belut sebagai persiapan sebelum bertanding, membungkuk sedikit dan melambaikan tangan kecil saat menerima medali di podium. "Sejujurnya, saya merasa sedikit malu, jadi saya tidak bisa benar-benar menunjukkan ekspresi atau banyak mengubah raut wajah saya," ujarnya setelah pertandingan, merefleksikan performanya yang tetap tenang meski persaingan skor sempat memanas. "Saya sangat senang. Medali emas ini sangat indah, berkilau, dan berat," tambahnya.
Kemenangan sensasional ini menambah daftar panjang performa individu yang luar biasa di panggung besar esports tahun ini, mulai dari momen Magnus Carlsen asal Norwegia yang mengangkat trofi catur di Esports World Cup, hingga kini seorang anak berusia 11 tahun yang memuncaki podium dalam judul gim teka-teki (puzzle) di pesta olahraga multi-cabang tingkat benua.