Where the Heart Leads Review - Gamereactor
Indonesia
Gamereactor
review
Where the Heart Leads

Where the Heart Leads

Armature Studio telah menghadirkan sebuah kisah narasi yang menyenangkan, dibalut ke dalam desain level yang menakjubkan.

Where the Heart Leads

Videogames sebagai media telah menempatkan diri sebagai bentuk hiburan digital yang berbeda dari yang lain melalui interaksinya. Dengan mampu menempatkan diri kita sebagai karakter lain beserta kelebihan lain yang biasa dianggap tidak mungkin membuat gaming sangat unik. Namun ada beberapa genre yang tidak mengikuti kebiasaan tersebut, salah satunya game yang mengambil langkah untuk mengangkat narasi yang beragam dan menarik, menggantikan mekanika gameplay yang cerdik. Where the Heart Leads dari Armature Studio merupakan contoh utamanya, dan setelah menghabiskan beberapa hari memainkannya, saya memiliki beberapa tanggapan.

Game ini mengisahkan tentang Whit, dalam waktu penting dalam hidupnya, namun kita tidak akan langsung mulai di titik tersebut. Cerita dimulai dengan terjadinya badai ganas yang membuka suatu lobang di pekarangan rumah keluarganya. Di mana anjing mereka jatuh ke dalamnya dan meninggalkan Whit dengan pilihan untuk menyelamatkan anjing tersebut dengan resiko keselamatannya sendiri atau meninggalkan anjing itu. Setelah memutuskan untuk menyelamatkan anjingnya, Whit jatuh ke dalam jurang tersebut. Kisah ini pun berlanjut dengan mengikuti Whit mendaki keluar lobang, sambil mengarungi memori-memori masa lalunya.

Berhubung Where the Heart Leads merupakan sebuah petualangan narasi, cerita dihadirkan melalui teks dan perbincangan. Pemain sebagai Whit, harus menyelesaikan berbagai tugas minor dan mengeksplorasi level-level kecil namun beragam untuk menemukan tingkat perbincangan selanjutnya. Namun tidak sebanding dengan platformer. Jarak antar narasi baru cukup pendek dan mungkin memerlukan kamu untuk menjelajah sisi lain dari pekarangan, atau kota setempat, bahkan menyelesaikan aktivitas yang memintamu untuk memberi masukan dalam membangun sesuatu. Intinya adalah, jika kamu bukan fans dari membaca atau game yang pelan, maka Where the Heart Leads bukanlah untukmu.

Tapi bukan berarti game ini buruk. Where the Heart Leads merupakan kisah yang memikat dan penuh dengan emosi dan intrik. Koneksi antar karakter dan bagaimana mereka berekspresi dan memproses tantangan dan kesulitan sangatlah menarik. Berada di posisi Whit dan harus melalui banyak hal dan membuat keputusan dalam bereaksi akan naik turunnya kehidupan para karakter sangatlah mencekam dan kamu akan penasaran dengan kelanjutan kisah Whit dan orang-orang sekitarnya.

Where the Heart Leads

Untuk melengkapi narasi yang fantastis ini adalah desain level yang sangat memukau. Tiap lokasi begitu mempesona dan menghadirkan kedalaman pada game. Baik padang rumput yang hijau di pekarangan rumah saat musim panas, ataupun hamparan jingga dari daun-daun di musim gugur, desain levelnya akan membuatmu ingin menjelajah dan menikmati kecantikan pemandangan di game ini. Namun sudut kamera yang mengikuti Whit cukup rumit meskipun cukup menyoroti keindahan dari Where the Heart Leads.

Mungkin ini adalah isu terbesar dari game, yang sepertinya tidak didesain untuk dimainkan sebagai game pada umumnya. Dari kurangnya mekanika menarik hingga sudut kamera yang canggung yang sedikit menyulitkan pemain untuk terikat dengan Whit, pada satu titik dirasa seperti adanya krisis identitas.

Where the Heart Leads

Saya menikmati Where the Heart Leads secara keseluruhan, dan terbukti mengikat. Sebuah game yang sangat cocok untuk dimainkan di Nintendo Switch, yang mudah untuk dimainkan dan dinikmati dalam interval 30-60 menit di transportasi publik karena tidak memerlukan pehartian penuh. Namun ini adalah game eksklusif PS4, yang berarti kamu harus duduk de diapn monitor/TV dengan controller di tanganmu untuk memainkannya. Hingga terasa kurang menggugah untuk dimainkan dibandingkan judul-judul lain yang lebih seru.

Jadi, jika kamu mencari sebuah game yang rileks dan tidak menuntut banyak dari kamu sebagai pemain, Where the Heart Leads merupakan game yang cocok untukmu. Namun jika kamu tidak menyukai tipe game seperti ini, meski dengan narasi yang menarik dan desain level yang menakjubkan, game ini akan terasa kurang. Semoga ke depannya kita dapat menikmati game ini di Nintendo Switch atau Xbox sehingga kita bisa menggunakan Cloud untuk menikmati Where the Heart Leads lebih bebas.

Where the Heart Leads
Where the Heart LeadsWhere the Heart Leads
07 Gamereactor Indonesia
7 / 10
+
Keseluruhan narasi yang menarik. Desain level yang menggugah. Mudah untuk dimainkan dan dinikmati
-
Kurang menantang bagi pemain. Sudut kamera yang kadang mengganggu. Kecepatan alur yang kadang justru bertabrakan dengan cerita.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait

Where the Heart LeadsScore

Where the Heart Leads

REVIEW. Ditulis oleh Ben Lyons

Armature Studio telah menghadirkan sebuah kisah narasi yang menyenangkan, dibalut ke dalam desain level yang menakjubkan.



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.