Skip to main content
Review Story of Seasons: Pioneers of Olive Town

Story of Seasons: Pioneers of Olive Town - Review

Kenakan sepatu bootmu dan kembalikan kejayaan tanah pertanian kakekmu.
Martin Lindgaard Svane 23 Maret 2021

Tampaknya semakin banyak game simulator bertani/slice-of-life di luar sana yang menggabungkan kehidupan merawat dan mengembangkan tanah pertanian serta kehidupan sehari-hari, dengan elemen bersosialisasi dengan warga sekitar. Stardew Valley dan seri Harvest Moon menjadi yang paling ternama dari genre ini, tetapi kini ada satu lagi judul dari Marvelous, yaitu Story of Seasons: Pioneers of Olive Town.

Story of Seasons: Pioneers of Olive Town dimulai dengan kamu mendesain avatar dari karaktermu seperti simulator bertani lainnya. Setelah itu, kamu dilempar langsung ke kehidupan bertani. Karakter yang kamu mainkan mewarisi tanah pertanian sang kakek di dekat sebuah kota kecil bernama Olive Town, dan menjadi tugasmu lah untuk mengembalikan tanah pertanian ini ke masa kejayaannya dulu. Untuk memulai, Victor sang walikota menyambutmu dan memperkenalkanmu dengan elemen-elemen dari game. Ia akan mengunjungimu di pagi hari dengan informasi-informasi baru seiring progresmu di dalam game. Victor mengajarkan dasar-dasar dan memberitahumu bagaimana mengembangkan tanah pertanian dan Olive Town itu sendiri.

Victor pada dasarnya adalah tutorial dari Story of Seasons: Pioneers of Olive Town. Seperti biasanya di genre simulator bertani, Victor tidak mengajarkan secara eksplisit, dan semuanya tergantung kamu untuk belajar bagaimana mengurus ladang, bercocok tanam dan menjualnya, serta menjalin hubungan dengan para penduduk kota. Tutorialnya lebih seperti 'belajar dengan melakukan'. Game ini langsung memberimu sebuah tanah yang sudah dipenuhi pohon, rerumputan, dan bebatuan di mana-mana, yang harus kamu potong atau hancurkan sebelum kamu merestorasi ladang itu. Dan sekali lagi, seperti biasa, kamu memiliki energi yang terbatas per harinya, dengan setiap tugas akan memakan energi itu. Untuk bisa sukses sebagai seorang petani, kamu harus menanam banyak benih, merawatnya setiap hari dengan air, memanen mereka, menjual demi keuntungan, membeli lebih banyak benih, dan melakukan semuanya lagi.

Begitulah alur gameplay dari Story of Seasons: Pioneers of Olive Town. Segera, kamu akan menanami ladangmu dengan mentimun, lobak, kentang, dan berbagai jenis bunga, yang akan kamu gunakan untuk mendapatkan uang, mengembangkan rumah, memperbagus peralatan-peralatan, membeli seekor hewan peliharaan atau binatang ternak. Semua yang kamu lakukan, kamu lakukan untuk memperbagus usahamu. Kamu akan mulai membangun rutinitas sehari-hari, di mana kamu akan secara perlahan menjadi lebih baik dalam menanam, membangun, dan memotong.

Bagi kamu yang sudah mengenal genre ini, tidak ada yang baru di sini, dan permainannya langsung terbaca dengan cepat. Seperti di Stardew Valley, di sini juga terdapat sebuah tambang di dekat tanahmu, di mana kamu bisa mendapatkan sumber daya yang lebih baik ketika kamu menjelajah lebih dalam. Terdapat sebuah kota dengan penduduk yang akan memberimu lebih banyak hati ketika hubungan kalian semakin erat (dengan cara memberikan hadiah atau berbicara dengan mereka setiap hari). Lalu ada dinding-dinding tak terlihat yang bisa diatasi dengan mengumpulkan sejumlah material tertentu.

Dari segi naratif, tidak banyak yang bisa dilakukan, dan tergantun pemain untuk menciptakan cerita mereka sendiri dengan membangun tanah pertanian. Terdapat beberapa adegan naratif di tanggal-tanggal tertentu. Sebagai contoh, saya mengikuti Egg Festival tahunan, di mana kota ini dipenuhi oleh telur-telur yang harus dikumpulkan para penduduk. Sekali lagi, terasa bahwa Story of Seasons: Pioneers of Olive Town memiliki banyak kesamaan dengan simulator bertani lainnya, karena Stardew Valley memiliki festival yang sama di awal game. Perbedaannya sendiri adalah di Pioneers of Olive Town kamu tidak bisa berpartisipasi di festival itu secara langsung. Keseluruhan festival hanyalah sebuah cutscene, dan kamu tidak bisa mengumpulkan telur. Ini terasa seperti sebuah kesempatan yang terlewatkan untuk menambahkan sesuatu yang segar dalam gameplay-nya. Sayangnya, hal ini adalah sebuah tema yang umum di game ini, karena kamu lagi dan lagi menjadi seorang penonton pasif di acara-acara yang terjadi di dunia sekitarmu, tanpa bisa memberikan pengaruh.

Ketika kamu berhasil mengisi hati karakter lain hingga penuh, kamu akan mendapatkan sebuah cutscene unik seputar karakter yang bersangkutan. Masalahnya adalah, karaktermu bisu dan tidak memiliki jejak kepribadian sama sekali. Setiap sesuatu terjadi, karaktermu hanya berdiri saja tanpa benar-benar berinteraksi dengan para NPC. Ketika kamu memikirkannya lebih jauh, hal ini menjadi terasa canggung. Hal ini sering kali diredakan dengan memosisikan karaktermu sebagai pendengar saja antara dua NPC lain yang menyampaikan cerita lewat dialog.

Idenya di sini tentunya adalah kamu bisa memroyeksikan dirimu sendiri ke dalam karakter yang bisu ini, tetapi ini rasanya bisa dilakukan dengan lebih anggun lagi tanpa harus membuat sang karakter sekadar menjadi penonton bisu semata. Ini jujur saja adalah sebuah masalah di sepanjang game. Seluruh game terasa canggung dan dangkal, dan karakter-karakter di Olive Town, yang seharusnya menjadi jiwa dan pesona dari game, tidak terlihat begitu menarik. Sebagai catatan, saya memang "baru" bermain game ini selama 12 jam dan mungkin masih ada banyak hal yang belum saya rasakan atau temukan. Namun, selama 12 jam ini saya belum merasa tertarik dan membuat saya ingin berhenti dan melakukan sesuatu yang lebih menghibur.

Sebenarnya cerita di Pioneers of Olive Town tidak begitu buruk. Saya cukup bersenang-senang di tanah pertanian dan di Olive Town. Saya memiliki rutinitas yang menarik: memanen dan menjual tanaman, mengunjungi tambang, memerah sapi, berjalan dengan anjing saya, memasak makanan, dan saya memiliki beberapa ayam lucu yang bertelur setiap hari. Semua ini terasa oke, dan itu mungkin masalah saya - cuma oke saja. Game ini terasa sangat medioker, dan saya tidak mendapatkan alasan untuk terus bermain. Harinya agak panjang untuk sebuah game di genre ini (mungkin 20-30 menit per hari), dan saya bahkan belum melewati musim semi. Untuk sebuah game yang menuntutmu untuk bermain bermusim-musim dan bertahun-tahun di dalam game, ini jelas terlalu lambat.

Dari perspektif gameplay, kamu bisa melakukan apa yang bisa kamu harapkan bisa dilakukan di sebuah game simulator bertani. Kamu bisa menyiram tanaman, menghancurkan bebatuan, memotong rerumputan, menebang pohon, segala aktivitas bertani. Sayangnya, game ini tidak banyak menawarkan lebih, meskipun hal-hal mistis kadang terjadi di beberapa malam. Sebagai contoh, seorang perempuan misterius yang mengawasi karaktermu, tetapi tidak lebih dari itu. Ketika alur gameplay-nya tidak dalam, game ini harus memberikan lebih banyak hal, misalnya misteri, variasi gameplay, atau aktivitas-aktivitas lucu. Namun saya tidak merasakan Story of Seasons: Pioneers of Olive Town memiliki itu.

Sisi visualnya memiliki ciri khas Nintendo dengan karakter chibi dan dunia yang terang dan penuh warna. Masalahnya, saya merasa kumpulan NPC-nya menarik. Di sisi lain, soundtrack game ini enak untuk didengar dan tidak menjemukan. Selalu ada soundtrack yang pas untuk aktivitas yang kamu kerjakan, apakah itu di dalam tambang, di ladang, di toko dalam kota, atau ketika malam hari. Soundtrack-nya meningkatkan rasa santai yang diinginkan game ini, dan melakukan tugas itu dengan baik.

Secara umum, seperti yang telah saya katakan sebelumnya, saya mengalami momen yang "oke" bersama Story of Seasons: Pioneers of Olive Town, tidak kurang, tidak juga lebih. Jika kamu mencari sebuah game untuk bersantai, rasanya masih ada banyak yang lebih baik di luar sana.

6
Rata-rata dari 10 · Gamereactor Asia
Kelebihan Gameplay menawarkan banyak kebebasan untuk membangun tanah pertanian sesuai kecepatanmu. Soundtrack bagus. Memberi suasana santai.
Kekurangan Tidak memiliki pembeda dari game lain yang serupa. Siklus gameplay semakin repetitif. Interaksi NPC kadang aneh.
Skor jaringan Rata-rata dari 8 edisi Gamereactor
6.4 rentang 6–9
Gamereactor 6
Gamereactor Norge 6
Gamereactor Deutschland 9
Gamereactor España 6
Gamereactor Italia 6
Gamereactor Portugal 6
Gamereactor Polska 6
Gamereactor Asia 6
Profil lengkap 2 artikel diterbitkan
6
Rata-rata Skor jaringan dari 8 edisi
Fakta gim
Developer Marvelous
Publisher Marvelous
Tanggal rilis 23 Maret 2021
Genre Simulation
Platform
Nintendo Switch PC
Mengapa memercayai Gamereactor
23 Edisi Masing-masing dengan redaksi dan penilaiannya sendiri.
1998 Terbit sejak Dimiliki secara independen sepanjang waktu itu.
100% Dimainkan langsung Ditulis dari waktu bersama gamenya, bukan dari materi pers.
1–10 Skor jaringan Nilai setiap edisi, dirata-ratakan dan ditampilkan.