Skip to main content
Review Hextech Mayhem: A League of Legends Story

Review Hextech Mayhem: A League of Legends Story

Rhythm-runner ini merupakan spin-off pertama dari label penerbit Riot, Riot Forge.
Ben Lyons 19 November 2021

Fans dari League of Legends atau tidak, Riot Games telah melakukan segalanya untuk menyuguhkan kita segala hal berbau League. Semua nya sebagai bagian dari skema pemasaran untuk mendukung dan merayakan serial animasi mereka Arcane, developer/penerbit telah berkolaborasi dengan banyak developer untuk menghadirkan konten League dalam berbagai crossover, beserta update besar ke dalam game utama mereka, bahkan beberapa judul spin-off: Hextech Mayhem: A League of Legends Story dan Ruined King: A League of Legends Story.

Sambil saya mengerjakan ulasan tentang Ruined King, saya telah menyelesaikan rhythm-runner ini, dan berikut adalah pendapat saya mengenai Hextech.

Sebagai game spin-off, Hextech Mayhem jauh berbeda dari League of Legends. Tidak ada strategi yang perlu dikhawatirkan, tidak ada kerjasama tim, bahkan tidak ada karakter lain untuk dimainkan. Game yang cukup sederhana, di mana kamu ditugaskan untuk menekan tombol yang tepat di waktu yang tepat untuk melewati tiap level, mendapatkan skor terbaik.

Dikembangkan oleh Choice Provisions, ide umum dari game ini adalah bermain sebagai Champion Ziggs berkelana sepanjang Piltover, membuat kekacauan dengan tujuan menciptakan bom yang sempurna. Namun, Ziggs sebagai kriminal, seringkali diawasi oleh sesama kaum Yordle-nya (spesies seperti Ziggs) Heimerdinger, seorang ahli mesin yang menciptakan penemuan terbaiknya untuk menghentikan kegilaan Ziggs.

Yang mengejutkan dari rhythm-runner ini, narasi cukup penting di dalam Hextech Mayhem, karena sering dieksplor melalui berbagai sinematik dan adegan dialog yang menggali hubungan antara kedua Yordles ini. Lucu, ringan dan menghibur, dan membuat game sederhana ini menjadi sebuah pengalaman yang menarik secara keseluruhan.

Gameplay begitu matang dan mulus, dan dapat dimainkan dengan begitu baik. Tidak rumit dan menantang, bahkan didesain sedemikian mungkin untuk tidak mungkin gagal. Meski kebanyakan dari permainan akan mengharuskan kita menekan tiga input saat diperlukan, kamu bisa saja keluar dari beat untuk mengumpulkan berbagai benda sepanjang tiap level. Di mana satu-satunya cara Ziggs untuk gagal adalah ketika ia bertabrakan dengan suatu objek di level, membuatnya melayang di sepanjang jalan hingga kita menekan tombol yang tepat. Intinya, gagal menyelesaikan sebuah level rasanya tidak memungkinkan.

Namun meskipun permainan cukup aman, namun motivasi untuk tidak memainkannya asal-asalan juga tinggi. Kita pasti ingin mengikuti alur utama dengan benar, karena akan memberikan kita skor terbaik yang menempatkan kita di posisi optimal untuk mendapatkan berbagai roda gigi yang diperlukan untuk membuka level berikutnya, roda gigi biru yang menyala digunakan untuk mendapatkan skins Ziggs baru. Sehingga keduanya perlu untuk dikumpulkan dan memiliki keuntungan masing-masing.

Kurang lebih seperti itulah Hextech Mayhem. Melalui tiap level, menyesuaikan ketukan lagu, sambil mengumpulkan roda gigi sepanjang jalan. Sederhana, ringkas, menghibur, dan cukup adiktif untuk dimainkan, yang membuatnya sedikit mengecewakan karena begitu singkat. Saya berhasil menyelesaikan seluruh jalan cerita hanya dalam dua jam, dan tidak memiliki alasan untuk kembali memainkan level-level sebelumnya, kecuali jika memerlukan roda gigi tambahan untuk membuka level-level akhir. Sebuah game yang cocok dengan gaya desain Candy Crush, di mana semakin banyak level akan dihadirkan untuk membuatmu tetap bermain karena begitu menyenangkan, dan sesuai dengan desain ini.

Dengan begitu, Hextech Mayhem berhasil mengejutkan betapa menghiburnya game ini. Tidak panjang, dan tidak menantang namun mudah dinikmati dan untuk saya ini merupakan sebuah keberhasilan besar untuk spin-off pertama dari penerbit Riot, Riot Forge.

7
Bagus dari 10 · Gamereactor Asia
Kelebihan Sangat menghibur. Gameplay yang sederhana dan mudah namun memiliki kedalaman. Alur cerita yang menarik dan menjadi daya tarik.
Kekurangan angat-sangat singkat. Tidak banyak alasan untuk kembali dan memainkannya kembali. Kurangnya tantangan bisa dilihat juga sebagai kekurangan.
Skor jaringan Rata-rata dari 5 edisi Gamereactor
7.0
Gamereactor 7
Gamereactor España 7
Gamereactor Italia 7
Gamereactor Portugal 7
Gamereactor Asia 7
Senior Editor Ben was a Senior Editor at Gamereactor UK. When he wasn’t writing, editing or filming for Gamereactor, he could usually be found playing an FPS or getting lost in a sprawling RPG.
Profil lengkap Penulis Gamereactor sejak October 2020 · 17,333 artikel diterbitkan
7
Bagus Skor jaringan dari 5 edisi
Fakta gim
Developer Choice Provisions
Publisher Riot Forge
Tanggal rilis 16 November 2021
Platform
PC Nintendo Switch
Mengapa memercayai Gamereactor
23 Edisi Masing-masing dengan redaksi dan penilaiannya sendiri.
1998 Terbit sejak Dimiliki secara independen sepanjang waktu itu.
100% Dimainkan langsung Ditulis dari waktu bersama gamenya, bukan dari materi pers.
1–10 Skor jaringan Nilai setiap edisi, dirata-ratakan dan ditampilkan.