Indonesia
review
Project Cars 3

Project Cars 3

Slightly Mad Studios kembali lagi dengan game terbaru dari seri sim racer ternama buatan mereka dan kami sudah menjajal langsung pedal gasnya.

Sudah hampir tiga tahun semenjak kita terakhir kali disuguhi game racing sim fantastis Project CARS 2 dari Slightly Mad Studios. Kini studio tersebut kembali lagi dengan game ketiga di serinya, tapi apakah kini fokus gamenya terhadap konten membuat sensasi simulasi balapannya berkurang? Mari kita lihat.

Project Cars 3

Project CARS (Community Assisted Racing Simulation) telah menjadi seri favorit di antara para penggemar game simulasi balapan di seluruh dunia semenjak hari pertama peluncurannya. Bahkan ada kata 'Simulation' di judulnya, membuat anggota komunitas memiliki harapan tinggi terhadap aspek simulasinya. Dan harapan tersebut sebagian besar terpenuhi bagi saya. Beberapa minggu lalu, saya cukup beruntung bisa mendapatkan versi preview gamenya, dan saya akui ada sedikit kecemasan bahwa gamenya akan mengambil pendekatan seperti game arkade. Saya dengan senang hati dapat sedikit menenangkan penggemar simulasi balapan setelah memainkan gamenya, setidaknya dalam versi yang dikirim untuk di-review. Gamenya masih sangat berfokus pada aspek simulasi.

Di awal gamenya, tepatnya di permulaan career mode, memang gamenya masih terasa agak arkade. Ini menjadikan kecemasan saya timbul lagi. Sebagaimana pada umumnya di game-game racing, career mode memiliki berbagai kategori yang bisa di-upgrade. Ada banyak sekali konten dalam mode ini, dan saya tidak perlu mengikuti semua lomba balap yang ada untuk melakukan upgrade ke level selanjutnya, karena saya bisa membayar relatif murah untuk membuka level lebih tinggi menggunakan mata uang dalam gamenya. Tentu saja upgrade-nya juga bisa didapatkan melalui memenangkan berbagai tantangan dan lomba, tetapi jauh lebih hemat waktu membuka upgradenya dengan mencari uang yang cukup.

Project Cars 3

Game dimulai dengan mobil bertenaga rendah seperti 1999 Mitsubishi Lancer Evo VI dan 2016 Honda Civic Type R yang terasa sangat pelan dan sulit mendapatkan sensasi nyata dari mobilnya. Seiring karir saya yang menanjak, saya pun mendapat akses ke mobil-mobil yang lebih baik dan memberikan sensasi berbeda pula. Dan saat saya mendapat akses ke hypercar dan 2015 Ferrari LaFerrari, saya bisa merasakan semua kedahsyatan horsepower mengalir dari kedua tangan saya, walau saya memakai kontroler.

Saya harus bermain dengan kontroler untuk review ini karena kendala teknis dengan setirnya, tetapi ini bisa jadi nilai lebih untuk Project CARS 3. Untuk game ini, Slightly Mad Studios berfokus menghadirkan pengalaman yang lebih realistis dan mudah diakses bagi pemain dengan kontroler. Tidak berlebihan jika dikatakan mereka seratus persen sukses dalam mengimplementasikan sistem kontroler. Saya bisa merasakan saat mobil tergelincir di setiap belokan, sensasi mengemudi di permukaan basah, dan setiap benturan dari mobil lawan. Semuanya ditransfer langsung ke tangan saya dengan cara yang amat baik. Saya mendapat sensasi yang mirip saat menggunakan kontroler maupun setir di masa preview ini, dan saya rasa kontrol setir tidak akan berubah jadi lebih buruk di versi finalnya.

Project Cars 3

Bunyi-bunyian merupakan bagian penting dari game racing manapun. Jika bunyinya tidak terdengar benar, gamenya tidak terasa benar. Project CARS 3 terdengar dan terasa benar dalam hampir semua aspek. Bunyi deru mesin, decit ban, dan rintik hujan yang beradu dengan kaca depan saya semuanya terdengar bagus, sedangkan sentuhan dengan mobil atau benda lain masih terasa agak palsu. Penggemar game simulasi balapan telah dimanjakan dengan grafis yang sangat bagus di beberapa game terakhir dalam genre ini, dan game ini pun sama. Mobil-mobilnya terlihat fantastis, lingkungannya terlihat bagus, dan terutama permukaan-permukaan yang basah membuat mulut saya ternganga beberapa kali. Saya memainkannya di PC yang cukup kuat dan tidak bermasalah sekalipun dengan grafisnya. Mengalami balapan-balapan mendebarkan ini di setting 'ultra' dengan 60 fps yang stabil sungguh menjadi pemanis mata.

Untuk kontennya, ada sedikit peningkatan dalam jumlah mobil dan sedikit pengurangan dari pilihan lokasi trek dibandingkan Project CARS 2. Hal yang paling disayangkan bagi saya pribadi adalah tidak adanya mode rallycross di gamenya. Sedih rasanya melihat Slightly Mad Studios meninggalkannya karena Codemasters memanfaatkan lisensi FIA World Rallycross Championship mereka di seri Dirt Rally. Slightly Mad mungkin lebih baik berkonsentrasi pada kemampuan terbaik mereka, simulasi balap.

Project Cars 3Project Cars 3Project Cars 3

Kustomisasi kinerja dan hiasan mobil menjadi dua tambahan baru untuk seri ini. Kamu sekarang bisa membeli mobil, melakukan upgrade terhadap mereka demi naik ke tingkat lebih tinggi, dan menghias mereka sepuas hatimu. Fitur ini, menurut saya, dibutuhkan semua game racing. Dengan opsi menghabiskan waktu memodifikasi mobilmu dan menjadikannya kreasimu sendiri, fitur ini bukan saja dapat meningkatkan kemampuan mobilmu di jalur balap, tetapi juga membangun hubungan yang lebih dekat, sebuah perasaan yang patut lebih dihargai.

Walau dengan konten yang banyak untuk career mode, masih banyak lagi yang game ini tawarkan. Sistem ranking online telah diperbaiki dan menjadikannya lebih mudah bagi pemain untuk bertanding melawan pembalap lainnya dengan kemampuan yang setara menggunakan penilaian performa dan keselamatan. Selalu ada cara untuk bermain online, baik melalui quick play maupun event yang terjadwal. Kamu juga bisa membuat lobby custom kalau ingin bermain dengan teman-temanmu saja. Selama masa review ada beberapa sesi online yang dilaksanakan dan sistem matchmaking-nya bekerja tanpa cela. Kalau kamu tidak ingin balapan melawan orang lain, kamu juga bisa mengadu kemampuan balapmu melawan pembalap lain dari seluruh dunia melalui fitur rivals, yakni leaderboard online yang membandingkan waktu dari tiga mode game berbeda: Hot lap (mengadu waktu seperti biasa), pace setter (memasang target waktu yang konsisten dalam 3 putaran), dan mode baru, breakout. Mode baru tersebut menantang pemain untuk mendapat skor setinggi-tingginya dengan menyetir melalui blok-blok gabus yang disusun sedemikian rupa. Blok yang memberikan poin tertinggi tidak selalu terletak di jalur balapan yang ideal, jadi mode ini dapat membuatmu melihat trek-trek yang ada dengan cara baru. Modenya juga cukup menyenangkan untuk rileks karena kali ini kamu tidak perlu mengejar menjadi yang tercepat.

Project Cars 3

Slightly Mad Studios juga telah membuat peningkatan layanan bagi pemain baru. Fitur First Time User Experience (FTUE) memungkinkan pemain-pemain baru untuk menyetel pengalaman mereka sesuai keinginan tanpa harus menavigasi semua pilihan driving assists dan setting AI. Saya merasa game ini masih merupakan game simulasi balapan khusus yang sulit menggapai pemain kasual, tetapi saya acungi jempol karena mereka setidaknya berani mencoba.

Sejauh ini semuanya cukup baik, tapi game ini tidak sempurna. Masih jauh, malah. Kamu tidak harus mengemudikan mobilmu melewati lawan jika ingin menyalip posisi di trek, karena gamenya memungkinkanmu untuk menabrak lawan tanpa mendapat penalti apapun (dan bahkan mungkin mendorongmu melakukannya, karena kamu mendapat experience point dengan melakukannya). Memotong jalur trek demi mencari jalan pintas akan memberikan sedikit penalti waktu karena mobilmu menjadi lebih lambat, tetapi penalti tersebut bukan merupakan hukuman yang sepadan. Hukuman untuk memotong trek yang menghemat tiga atau empat detik adalah mengemudi melalui bagian sempit dalam jangka waktu yang sama, walaupun tanpa hukuman saya juga akan mengemudi dengan kecepatan segitu untuk sudut-sudut tersebut. Selain itu, ada banyak bug dalam gamenya. BANYAK. Subtitle yang tetap melekat ke layar sepanjang balapan, komentar yang memberi ucapan selamat untuk kemenangan pertama karir saya namun untuk ketujuh kali, dan hiasan custom yang tampil dengan apik untuk satu balapan namun terkena reset untuk balapan berikutnya hanya sebagian dari bug yang saya temukan dalam gamenya. Memang tidak ada yang sampai merusak gamenya, tetapi cukup menyebalkan juga kalau ditotal.

Project Cars 3

Kesimpulannya, Slightly Mad telah memberikan kita satu lagi game hebat di genre simulasi, tapi masih dengan banyak kekurangan. Saya rasa gamenya akan memiliki masa depan yang cerah untuk eRacing selama frekuensi tabrakannya dapat dikurangi, tetapi penaltinya harus dipertegas dan bukan hanya kehilangan poin safety rating yang berharga di balap online maupun career mode. Saya juga, seperti biasa, berharap melihat fitur split-screen kelak. Memperbaiki banyak bug yang tersedia juga diperlukan untuk game ini agar dapat dinikmati secara maksimal, tetapi sebagian besarnya seharusnya tidak sulit diperbaiki. Saya akan terus memainkan game ini terlepas dari apa yang terjadi dan saya tidak sabar bisa memainkannya dengan perangkat setir.

Project Cars 3
08 Gamereactor Indonesia
8 / 10
+
Career mode yang mendalam. Sensasi simulasi balap yang fantastis. Kustomisasi mobil akhirnya hadir.
-
Tabrakan perlu diberikan penalti lebih. Tidak ada mode Rallycross. Banyak sekali bug.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait

Project Cars 3Score

Project Cars 3

REVIEW. Ditulis oleh Daniel Andersen

Slightly Mad Studios kembali lagi dengan game terbaru dari seri sim racer ternama buatan mereka dan kami sudah menjajal langsung pedal gasnya.

Project Cars 3

Project Cars 3

PREVIEW. Ditulis oleh Petter Hegevall

Gamereactor berkesempatan untuk mengintip sedikit game berikutnya dari seri balap Slightly Mad ini.



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.