Indonesia
Gamereactor
review
Persona 5 Strikers

Persona 5 Strikers - Review

Kelanjutan langsung dari Persona 5 ini memiliki konsep yang unik, namun ada beberapa kekurangan dalam eksekusinya.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Menjadi seorang penggemar terkadang cukup sulit. Persona 5 Strikers, di antara banyak hal, membuat saya menyadari hal ini lagi. Spin-off dari developer Dynasty Warriors, Omega Force, adalah sebuah sekuel yang setia dari Persona 5 yang begitu dipuja, yang melanjutkan cerita dari game utama. Ini terdengar seperti mimpi yang menjadi kenyataan, tetapi diperlukan berminggu-minggu untuk saya menerima kenyataan dari produk ini. Bukan berarti developernya melakukan pekerjaan dengan buruk. Sebaliknya, cuma hati saya saja yang mengharapkan game lain.

Baik dari segi gameplay maupun narasi, ini adalah kelanjutan langsung dari Persona 5. Kejadiannya dimulai setengah tahun setelah insiden di game sebelumnya berakhir. Para Phantom Thieves bertemu di Tokyo untuk menghabiskan liburan musim panas bersama. Beberapa jam sebelum rencana ini bisa dilaksanakan, Joker dan teman-temannya melihat seorang musuh yang misterius mencuri hasrat orang-orang. Ternyata kejadian ini tidak terjadi sekali itu saja, tetapi menjadi awal dari sebuah plot besar yang terjadi di seluruh Jepang. Untuk menyelidiki ini, kita menjelajah negeri matahari terbit dengan sebuah karavan.

Cerita dari Persona 5 Strikers mengikuti formula JRPG dengan erat, tetapi di beberapa tempat terasa agak terburu-buru. Akhir dari game ini terasa bertele-tele, dan pengalaman umumnya lebih terfokus dan berorientasi aksi. Setelah 50 jam permainan, saya sekarang bisa memulai New Game+, yang menawarkan setengah dari apa yang Persona 5 tawarkan. Dalam hal gameplay, ia tentu saja memiliki banyak hal yang mirip dengan JRPG tersebut. Kamu akan membaca percakapan, menjelajahi lingkungan urban yang mendetail, dan harus mengelola tim kamu agar bisa bertarung dengan baik dengan semua sembilan karakter yang bisa dimainkan.

Persona 5 Strikers
Persona 5 StrikersPersona 5 StrikersPersona 5 Strikers

Perbedaan yang paling jelas adalah sistem pertarungan real-time yang diciptakan Omega Force dari pengalaman berbasis giliran JRPG milik Persona. Di hibrida Musou baru ini, para Phantom Thieves melawan segerombolan Shadows dalam medan perang 3D dan menghajar mereka dengan serangan-serangan ganas dan jurus-jurus akrobatik. Akan tetapi, gameplay ini dangkal, karena ia dibangun berdasarkan rangka RPG dari seri utamanya (Shin Megami Tensei). Artinya, kemampuan beraksimu tidaklah begitu penting jika kamu tidak memerhatikan pada kelemahan dan ketahanan elemental dari Persona milikmu.

Campuran dari dua elemen ini lebih terasa natural dibandingkan kesan pertamanya. Sebagai contoh, banyak jurus memerlukan mana, jadi kamu harus berpikir dengan hati-hati tentang bagaimana dan kapan kamu menggunakan jurus. Kombo yang berhasil, di sisi lain, memungkinkan kamu untuk melepaskan kekuatan elemental tanpa biaya tambahan. Ini penting dalam pertarungan yang sulit, karena kalau tidak suplai mana akan habis terlalu cepat, sehingga pilihanmu semakin sedikit. Kamu bisa melewatkan sebagian besar bagian beat 'em up jika kamu menargetkan kelemahan musuh dengan jurusmu dan terus-menerus menginterupsi aksi mereka.

Sejujurnya, saya agak kesulitan mempraktikkan hal itu, tetapi akhirnya terbiasa. Bertarung melawan Shadows yang lemah tidak menawarkan tantangan apapun di paruh pertama game, sementara pertarungan bos akan memerlukan pemahaman kamu dalam aspek RPG. Sayangnya, Persona 5 Strikers tidak menemukan keseimbangan yang diperlukan antara kedua aspek itu dan hal ini sangat membuat frustrasi. Tapi di sisi lain, untungnya penggabungan ini terasa lebih pas setelah beberapa waktu, seiring kamu mengumpulkan sedikit Persona yang kuat, sehingga membuat pertarungan menjadi lebih strategis. Kamu tetap masih perlu mempelajari dan membaca pergerakan musuh, tetapi pertarungan di mid-game lebih terasa dinamis dan menyenangkan untuk dimainkan.

Persona 5 Strikers
Persona 5 StrikersPersona 5 StrikersPersona 5 Strikers

Untuk mengevaluasi presentasi teknis, akan membantu jika kita melihat proses pengembangan dari Persona 5 Strikers. Studio developer milik Koei Tecmo, Omega Force, mulai aktif memproduksi pada akhir 2016, tidak lama setelah Atlus meluncurkan Persona 5 di Jepang. Gaya visual dan audionya mirip dengan apa yang ada di game utama, karena departemen Atlus untuk Persona sendiri (P-Studio) yang membantu hal itu. Di Jepang, judul ini diluncurkan setahun yang lalu, sementara lokalisasi untuk versi global memerlukan waktu lebih lama. Dalam beberapa minggu ke depan, petualangan terbaru dari para Phantom Thieves ini akhirnya akan tersedia dalam audio bahasa Inggris dan subtitel EFIGS. Akan tetapi, sebagian besar dari proyek ini terasa ketinggalan zaman untuk standar sekarang.

Sebagai contoh, kualitas gambar terlihat sangat kasar di layar 4K dan warna-warna yang mencolok digunakan untuk menyamarkan tekstur beresolusi rendah. Belum lagi desain level yang linear. Namun yang paling terasa adalah HUD yang berantakan, yang membuat sulit untuk melacak apa yang terjadi. Di tengah-tengah panasnya pertarungan, balon percakapan dan komando aksi menutup pandangan kami, mengalihkan dari hal-hal yang lebih penting. Ketika memainkan versi PS4 di PS5, konsol tersebut tidak memiliki masalah performa yang terlihat, apapun yang terjadi di layar. Namun sayangnya, saya tidak bisa bersaksi atas pengalaman game ini di Switch ataupun PC.

Dengan melihat proyek-proyek lain yang dikerjakan oleh Omega Force selama beberapa tahun terakhir, sangat terlihat seberapa banyak perhatian yang didapatkan Persona 5 Strikers selama masa pengembangannya yang panjang. Studio ini dengan sukses membongkar salah satu RPG terbaik (dan terkompleks) dari PS4 dan mengadaptasinya ke dalam gameplay khas mereka, sembari tetap melanjutkan tema, cerita, dan karakter-karakter dari game ini. Meskipun secara umum ia tidak begitu menyatu di mata kami, terdapat beberapa momen yang akan memberikan senyuman kepada para penggemarnya. Tetapi untuk merasakan itu, kamu memerlukan kesabaran untuk melalui beberapa titik lemahnya.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan
07 Gamereactor Indonesia
7 / 10
+
Para Phantom Thieves telah kembali! Kelanjutan langsung. Gameplay memiliki ciri khas. Rekan baru, banyak fan service.
-
Gameplay memiliki kurva pembelajaran yang curam. Nilai produksi di bawah Persona 5. Tempo yang tidak konsisten. P5 Royal tidak digubris.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.