Para ilmuwan mengirim lumut ke ruang hampa ruang angkasa... Hari ini, mereka mengungkapkan itu bertahan 283 hari
Studi ini memicu harapan untuk tanaman masa depan di Mars.
Para peneliti di Jepang telah melaporkan bahwa spora lumut yang terpapar ke ruang terbuka selama sembilan bulan berhasil bertahan hidup dan tumbuh setelah kembali ke Bumi, meningkatkan optimisme baru untuk pertanian luar angkasa di masa depan.
Spora dikirim ke Stasiun Luar Angkasa Internasional pada tahun 2022 dan dipasang di luar stasiun selama 283 hari, menghadapi suhu ekstrem, radiasi, dan ruang hampa. Mereka dibawa kembali ke Bumi pada awal 2023 dan diuji di laboratorium. Para ilmuwan mengatakan sebagian besar spora tetap hidup dan mampu berkecambah, menunjukkan ketahanan yang jauh melampaui ekspektasi.
Studi baru menunjukkan bahwa tanaman sederhana dapat bertahan dalam waktu lama di luar angkasa dan berpotensi mendukung ekosistem di Bulan atau Mars. Para peneliti percaya lapisan luar pelindung spora membantu melindunginya dari radiasi dan kerusakan lainnya. Dengan menggunakan data yang dikumpulkan, tim memperkirakan bahwa spora dapat bertahan hidup di luar angkasa selama 15 tahun.
Penelitian ini diterbitkan di iScience.

