LIVE

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Live broadcast
Iklan
logo hd live | Helheim Hassle
See in hd icon
Indonesia
Gamereactor
review
Override 2: Super Mech League

Override 2: Super Mech League Review

Ia mungkin bukanlah sekuel yang kita inginkan, tetapi apakah masih pantas untuk dicoba?

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Dirilis tanpa banyak promosi menjelang Natal, Override 2: Super Mech League mendapat kehormatan untuk menjadi mech brawler yang hadir di PS5 dan Xbox Series. Sekuel dari Override: Mech City Brawl (2018) ini membawamu menggunakan robot sebesar gedung pencakar langit untuk saling bertarung dengan pemain lain. Ia mungkin bukanlah sekuel yang kita tunggu-tunggu, tetapi apakah ia masih pantas untuk dicoba?

Pertarungan di Override 2 dapat dibandingkan dengan Super Smash Bros., dengan mekanika yang mudah dimengerti, tetapi ada kompleksitas di bawahnya jika kamu menggali lebih dalam. Para pemain dapat melakukan serangkaian tinjuan atau tendangan dan mengaktifkan sebuah perisai sementara untuk mengejutkan lawan dan merusak aliran kombo. Pemain juga bisa melempar satu sama lain di arena dan dapat mengambil senjata seperti pelontar granat, pedang, dan shotgun untuk meningkatkan damage. Aksi-aksi di sini tidak ada yang revolusioner, tetapi menyenangkan jika dimainkan dalam waktu sebentar dan mudah dipelajari bahkan bagi mereka yang belum pernah bermain game dengan controller.

Selain mode 1v1 klasik, terdapat dua tipe pertandingan lain, tetapi keduanya tidak berhasil menghadirkan variasi yang signifikan. Terdapat sebuah mode 2v2 di mana pemain masuk ke dalam tim berisi dua orang. Lalu ada mode brawl di mana empat pemain saling bertarung. Tipe-tipe pertandingan ini memang memberikan ilusi akan aktivitas yang lebih, tetapi tidak ada yang ditawarkan selain meningkatkan jumlah pemain. Hal ini jauh jika dibandingkan dengan Super Smash Bros. Ultimate, yang memiliki sebuah mode Squad Strike, moed Tourney, dan bahkan sebuah Stage Builder untuk memberikan pemain lebih banyak variasi di luar pertarungan-pertarungan biasa.

Sayangnya, tidak ada mode cerita atau single player di sini. Sebagai gantinya, terdapat sebuah mode League, yang menantangmu untuk bertarung hingga menjadi juara. Di sini, pemain memulai hanya dengan segelintir mech dan emas yang didapatkan melalui pertandingan dapat digunakan untuk membuka lebih banyak mech, aksesoris, dan avatar. Namun, mode League kesulitan untuk menarik perhatian saya, karena ia hanyalah serangkaian pertandingan online tanpa cerita di dalamnya. Tentu, terdapat sponsor yang bisa mendukungmu dan hal-hal minor yang terbuka, tetapi ini tidak sepadan dengan usaha yang dikeluarkan. Membuka mech terasa agak sia-sia, karena mereka semua bisa dimainkan melalui Quickplay.

Override 2: Super Mech LeagueOverride 2: Super Mech League

Dua puluh mech yang bisa dimainkan (21 jika kamu membeli DLC Ultraman) lah yang menjadi bagian terbaik dari Override 2. Mereka tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran, dengan desain yang terasa unik dan berbeda satu sama lain. Salah satu kesukaan pribadi saya adalah Stardust, seekor unicorn merah jambu dan putih yang bisa menembakkan bintang ke musuh-musuhnya, dan Sprinkles, sebuah mech yang dapat menembakkan bola permen karet dari dua pelontar di masing-masing sisi kepalanya. Saya sendiri tidak memainkan game pertamanya, tetapi perlu disebutkan bahwa banyak di antaranya berasal dari game pertama, jadi jangan harap ada banyak karakter baru di sini.

Ada sembilan arena yang tersedia untukmu menghajar musuh. Namun, sayangnya, mereka terasa sangat terbatas dalam hal skala, meskipun di dalamnya terdapat ide-ide bagus. Bahkan War of Monsters yang keluar delapan belas tahun yang lalu di PS2 memiliki arena yang lebih hidup, dengan pejalan kaki yang berteriak di jalanan dan helikopter berputar di udara, mencoba untuk mengalahkanmu. Arena-arena di sini hanyalah ruang kosong dengan beberapa objek tersebar yang bisa kamu ambil dan lemparkan ke musuh, serta beberapa ancaman seperti lava yang harus dihindari. Saya menyukai desain dari stage yang terinspirasi dari kue dan kasino, tetapi mereka masih terasa hambar dan kurang mendetail.

Sayangnya, hanya beberapa minggu setelah dirilis, lobi dari game ini kosong (setidaknya untuk versi Xbox). Sering saya meninggalkan pencarian pemain karena terlalu lama. Selain itu, bot penggantinya juga sangat mudah. Ketika saya akhirnya melawan pemain asli, barulah terasa sangat seru dan menyajikan rasa kompetitif yang tidak mampu dihadirkan game ini. Dengan Override 2 telah diluncurkan di hampir semua platform yang ada, anehnya tidak cross-play di sini, karena tentu saja hal itu akan membantu meramalkan permainan dan lobi.

Override 2: Super Mech League

Meskipun ia menyenangkan di jangka waktu pendek, Override 2 sangat kesulitan untuk membuat saya tertarik akibat kontennya yang hampa. Tidak ada mode single player inti yang tersedia dan beberapa mode permainannya hanya meningkatkan jumlah pemain saja. Secara online pun sepi, yang membuat saya jarang sekali mendapatkan lawan pemain manusia. Namun, dengan kontrol yang simpel, game ini mudah dipelajari. Desain robotnya pun terasa orisinal dan unik.

05 Gamereactor Indonesia
5 / 10
+
Aksinya menyenangkan di sesi-sesi singkat dan mudah untuk dimainkan. Robot-robotnya terasa berbeda dan didesain dengan baik.
-
Kurangnya mode permainan. Fitur online mati sama sekali. Arena-arenanya kecil dan tidak hidup.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.