Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
review
Nioh 2

Nioh 2

Siluman telah mewabah di Jepang, namun ronin dari Gamereactor tahu cara melawan para Yokai itu.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Kami telah mengikuti perkembangan dari Nioh 2 selama sembilan bulan sekarang, meski game pertamanya membuat kami agak kelelahan di akhir, kami tetap antusias menunggu sekuelnya ini. Menjelang perilisan, kami mendapatkan impresi bahwa banyak yang dikritik di game pertama telah diperbaiki oleh studio. Meski ada banyak peningkatan di sekuel ini, samurai-Souls dari Team Ninja ini sesuai dengan apa yang kami harapkan: sebuah pengalaman konsisten yang hanya menambahkan sedikit dari game pertamanya.

Nioh 2 bekerja baik dalam menceritakan kembali kisah mistis dari Toyotomi Hideyoshi, salah satu jenderal terpenting dalam sejarah Jepang. Protagonis bisu kami yang senang menyeringai ini menemani Hideyoshi muda dalam kebangkitannya di tengah abad 16 dalam bentuk semacam rekan bisnis - tetapi tentu saja, kebanyakan pekerjaannya akan dibebankan ke pundakmu. Interpretasi dari kejadian historis ini diangkat kembali oleh Ninja Theory dengan mendalam, tetapi ada faktor penting lain dalam cerita supernatural ini.

Kerangka sejarah yang longgar hanyalah sebuah pembuka untuk membawa kita ke dunia gelap dari Yokai, makhluk mistis yang diambil dari cerita rakyat Jepang. Pada inti konfliknya terdapat sebuah material kristal bernama 'amrita', yang memberikan kekuatan magis tetapi juga mengkorupsi. Pada akhirnya, ini adalah sebuah kisah tentang obsesi kepada kekuatan dan bagaimana kejahatan memanfaatkan kelemahan manusia. Tentu saja, tergantung pada kitalah untuk menyelamatkan Jepang feudal dari bencana dan wabah siluman yang berbahaya.

Nioh 2

Cerita ini sekali lagi dihadirkan melalui adegan-adegan menawan dari awal hingga akhir misi. Itu memang sudah ada di game sebelumnya, tetapi Nioh 2 telah menambahkan sesuatu yang berkharisma dan bahkan lucu di dalamnya. Sama seperti iterasi sebelumnya, kami bertarung melalui beberapa konflik di Jepang tengah dan berpindah dari satu level ke level lainnya melalui peta dunia. Kebanyakan lokasi-lokasi ini sudah terbuka sedikit jadi terkadang terdapat dua cara untuk menuju lokasi tertentu. Dan ketika kami sudah sampai, biasanya ada sebuah pertarungan menantang yang menunggu.

Dengan waktu bermain yang lebih banyak, Team Ninja memperkenalkan area rawa-rawa yang mengurangi kelincahan kami, lingkungan yang mengurangi regenerasi endurance, area gelap gulita tanpa titik orientasi, gauntlet run klasik di mana kami selalu ditembaki, dan jebakan-jebakan yang cukup mematikan bagi pemain yang terlalu terburu-buru. Segala yang ada di Nioh 2 memberikan damage yang mengerikan, maka dari itu kamu harus selalu waspada dan berpikir ke depan.

Jika kamu memainkan game pertama, ini mungkin bukan hal baru lagi, dan itulah intinya: Nioh 2 adalah sekuel yang sangat setia, tetapi ia tidak begitu berani dalam berinovasi. Perubahan paling jelas dalam gameplay dapat ditemukan dalam anima bar - yang bisa dibilang persediaan mana. Dalam pertarungan kamu akan mengumpulkan anima dari, misalnya, memberikan damage. Setelah mengumpulkan dengan cukup, nantinya kamu dapat mengeluarkan kekuatan Yokai-mu. Musuh dari dunia bawah terkadang meninggalkan item (bernama soul cores) ketika mati. Dengan ini, kami dapat menggunakan kekuatan spesial kami (karena karakter kami adalah setengah Yokai).

Nioh 2Nioh 2

Kekuatan ini sering mengubah alur pertarungan dengan memberikan kamu serangan tambahan. Seperti pendahulunya, Nioh 2 umumnya bekerja dengan mengubah kuda-kuda dan menjaga endurance. Setiap aksimu akan mengurangi persediaan Ki dan kamu harus memastikan masih memilikinya untuk, misalnya, menghindari serangan musuh dengan berguling. Meski begitu, jika kamu kehabisan pilihan untuk bergerak, kamu masih bisa menggunakan kekuatan Yokai dan berharap mereka akan membantumu keluar dari masalah (yang cukup sering terjadi).

Pertarungannya mendapatkan lebih banyak momentum berkat kekuatan Yokai dan terdapat banyak detail kecil yang harus kamu perhatikan ketika bertarung. Contohnya, jika kamu menemukan dan menghancurkan manifestasi fisik dari amrita musuh (sebuah titik lemah berkilau emas yang kebanyakan musuh siluman punya), maka mereka akan terkena serangan besar, seringkali menginterupsi aksi mereka dan memberikan damage besar ke garis Ki mereka (dan bahkan kemungkinan menghilangkan akses mereka ke teknik pertarungan tingkat lanjut). Mengetahui kapan dan di mana untuk menyerang akan membuatmu seorang samurai yang efisien dan itu adalah kunci dari kemenangan.

Kami melihat banyak kenalan lama di antara musuh-musuh yang kami hadapi, itulah kenapa beberapa jam pertama akan terasa sangat familier bagi pemain lama. Secara umum, butuh beberapa waktu bagi Team Ninja untuk membuat ide baru, dan beberapa aset dari game pertama digunakan pula. Kami sering melihat hal itu di sekuel ini untuk alasan yang jelas, tetapi setelah memainkan kembali seluruh misi dari game pertama dan melihat hanya ada perubahan minor di Nioh 2, ilusi nostalgia itu pun semacam hancur. Itu karena Team Ninja tidak benar-benar beranjak dari ide lamanya, tetapi tim itu mencoba mengadaptasi dan memperluas berbagai mekanika dari game pertama. Meski begitu, developer tidak melakukan tugas yang baik dalam hal ini karena ide-ide baru yang ada memberikan penghalang tak perlu bagi pemain.

Satu contoh dari hal ini di Nioh 2 adalah kami memiliki sembilan jenis senjata melee dan kami bisa menggantinya kapanpun. Stats dari karakter kami secara umum memengaruhi damage yang diberikan (berbeda dengan kompetisinya, beberapa stats tidak diperlukan untuk bisa menggunakan senjata yang sulit untuk dikontrol). Meski begitu, karena setiap percabangan senjata naik level secara independen, re-skill (yang hanya memerlukan ongkos beberapa koin) membawa kami dalam situasi yang aneh di mana kamu tidak bisa melakukan serangan-serangan tertentu - charging senjata, misalnya, harus dipelajari melalui senjata tertentu. Ini kontras dengan sistem armour, karena untuk memanfaatkan helm dengan optimal, misalnya, kamu harus mengisi cukup poin di area tertentu dari perkembangan karakter. Usaha Team Ninja untuk membuat hal-hal menjadi lebih mudah diakses tidak selalu berjalan semulus yang mereka inginkan.

Dengan begitu, ketakutan kami menjadi nyata dalam beberapa hal. Alih-alih memperbaiki apa yang telah ada sebelumnya, developer telah menambahkan lebih banyak sistem gameplay di atas setumpukan fitur. Kami pikir sebuah petualangan yang lebih fokus akan menghadirkan pengalaman keseluruhan yang lebih kuat karena masih menyenangkan bertarung dengan Yokai, mengalahkan samurai andal dalam duel, untuk mengagumi jumlah animasi kompleks gila yang terlihat di tengah-tengah pertarungan, atau sesederhana mengagumi sosok Guardian Spirits yang berkilau. Banyak sistem di game ini seharusnya, dalam teori, dapat menghasilkan sebuah petualangan samurai yang hebat. Namun, dibebani oleh kompleksitasnya sendiri, membuatnya sulit untuk benar-benar dikuasai.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan
Nioh 2Nioh 2Nioh 2
08 Gamereactor Indonesia
8 / 10
+
Gameplay cepat, performa teknis yang bersih, Anima demon magic memberi kesan baik, banyak konten, pertarungan masih terasa hebat dan memuaskan.
-
Terlalu ramai, para penggemar akan mengenal beberapa aset lama, tidak banyak inovasi.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait

Nioh 2Score

Nioh 2

REVIEW. Ditulis oleh Stefan Briesenick

Siluman telah mewabah di Jepang, namun ronin dari Gamereactor tahu cara melawan para Yokai itu.



Loading next content