Minggu lalu, pemain tengah Arsenal Mesut Ozil membuat sebuah pernyataan di Twitter di mana ia mengutuk perlakuan Tiongkok atas Muslim Uighur. Hal itu membuat ia dihapus dari internet Tiongkok dan bahkan pertandingan Arsenal melawan Man City pada akhir pekan itu tak ditayangkan. Lebih jauh lagi, kini ia dihapus dari eFootball PES 2020 versi Tiongkok.
"Pemain Jerman Ozil membuat pernyataan ekstrem terkait Tiongkok di media sosial," ujar NetEase sebagai penerbit game itu di Tiongkok dalam sebuah pernyataan, seperti yang dibagikan oleh BBC.
"Perkataan tersebut menyakiti perasaan penggemarnya di Tiongkok dan melanggar jiwa cinta dan kedamaian dari olahraga itu. Kami tidak mengerti, menerima, atau memaafkan hal ini."
Perlakuan atas Muslim Uighur sendiri telah dikritisi oleh berbagai negara di PBB pada awal 2019. Namun, Arsenal sendiri menjauhkan diri mereka dari komentar Ozil, mengatakan bahwa mereka "apolitis" dan menambahkan bahwa klub tersebut "selalu berprinsip untuk tidak terlibat dalam politik."