Indonesia
review
Marvel's Avengers

Marvel's Avengers

Ceritanya seru dan inti gameplaynya amat memuaskan, namun kurangnya variasi, loot yang menarik, dan polesan teknis membuat game ini tidak mencapai potensinya.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Perjalanan Marvel's Avengers tidak bisa dibilang mulus sejak game ini disingkap sepenuhnya di konferensi Square Enix pada E3 2019. Nampaknya, kebanyakan pemain berekspektasi dan mengharapkan game single player yang berfokus pada cerita layaknya Spider-Man atau Batman: Arkham Knight, namun saat itu presentasi lebih banyak membahas soal mode multiplayer, transaksi mikro, konten pasca-rilis, dan elemen-elemen lain yang membuat radar "games as a service" orang-orang menyala. Game-game seperti ini bukanlah jenis yang terkenal karena, dengan segala hormat untuk para developer dan penulis titel-titel di kategori ini, ceritanya yang bagus. Untuk kebanyakan orang, antisipasi pun berubah menjadi keraguan. Untungnya, versi beta game ini yang sangat saya nikmati meski masih banyak kekurangan, berakhir menjadi kejutan dalam artian bagus untuk banyak orang, karena cerita dan gameplaynya menunjukkan potensi besar. Saya dengan senang hati mengabarkan bahwa beberapa aspek Marvel's Avengers berhasil mencapai dan bahkan melampaui potensi ini, namun sayang sekali di beberapa tempat mereka juga mengecewakan.

Mari kita mulai dengan salah satu aspek yang luar biasa: ceritanya. Berfokus pada Kamala Khan adalah langkah brilian, karena karakternya yang relatif masih 'kosong' dan kepribadiannya yang menghibur membuat orang mudah untuk terhubung dengannya serta menikmati cerita game ini yang naik turun layaknya roller coaster. Tidak penting apakah kamu fans lama atau pendatang baru di dunia ini. Game ini punya salah satu cerita Marvel yang paling bagus yang pernah saya alami di medium manapun, jadi jangan lewatkan yang satu ini. Pembentukan karakter, aksi, drama, humor, intrik, dan beberapa bagian yang kompleks secara tak terduga di game ini adalah salah satu yang terbaik di kelasnya, bahkan di atas banyak game yang hanya berfokus pada cerita. Saya akhirnya mengerti mengapa Sandra Saad, Troy Baker, dan aktor-aktor kelas dunia lainnya harus dibawa juga untuk menghidupkan skrip ini; semuanya sangat pas, baik dari segi sinematik maupun gameplaynya.

Soalnya, game ini bukan cuma simulator berjalan, dimana kamu hanya menonton aksinya. Para Avengers tidak menyelamatkan dunia dengan bicara saja, mereka melakukannya dengan menonjok, menendang, menghancurkan, dan menembak. Pilihan yang bagus menurut saya, karena saya suka dengan perkelahian di game ini. Beberapa dari kalian mungkin akan mendapati perkelahiannya sedikit mirip game brawler, dimana memencet tombol asal-asalan terkadang akan bisa membawamu keluar dari masalah. Tapi tidak semua perkelahian di sini seperti itu.

Dunia Marvel tidak hanya dipenuhi dengan serangkaian hero yang impresif, namun juga dengan banyak tipe musuh, sesuatu yang dimanfaatkan penuh oleh Crystal Dynamics dan Eidos Montreal. Kamu akan menghadapi kroco-kroco biasa, preman-preman dengan jetpack, pengecut dengan kekuatan teleportasi, robot-robot humanoid, drone, synthoid, adeptoid, tentara dengan exo-suit, mesin-mesin raksasa berbentuk laba-laba, dan beberapa hal lain yang tidak akan saya bocorkan di sini. Semuanya datang bersama tipe-tipe senjata yang berbeda, yang akan melukai dan mempengaruhimu dalam berbagai cara. Mempertimbangkan semua itu, baguslah kamu juga punya bermacam-macam opsi dalam melawan mereka.

Marvel's Avengers

Ya, saya sudah bicara terus-terusan soal hal ini di kesan saya soal versi betanya, namun ada alasan kenapa saya terus memuji sistem perkelahiannya, dan ada juga alasan mengapa pengenalan setiap karakter memasukkan bagian dimana kamu bisa sepenuhnya memanfaatkan kemampuan mereka. Saya tidak mengerti mengapa ada yang mengatakan bahwa Ms Marvel, Hulk, Iron Man, Black Widow, Thor and Captain America semuanya terasa sama. Apakah pemetaan tombol mereka intinya sama? Ya, dan hal itu membuat kamu bisa berganti karakter dengan mudah tanpa menemui kesulitan berarti. Namun apakah itu artinya kamu harus memainkan mereka dengan cara yang sama? Tentu tidak. Masing-masing memiliki tiga kemampuan unik dengan fungsi dan keuntungan yang berbeda-beda, baik untukmu maupun untuk teman setimmu atau partner AI-mu.

Banyak dari mereka yang bahkan punya meteran spesial yang akan terisi saat kamu menggunakan serangan biasa, yang dapat digunakan untuk memberikan kerusakan nyata. Ms Marvel dapat membesarkan tangan dan kakinya untuk memberikan serangan ekstra dan menjangkau lebih jauh, Thor dapat memberikan serangan yang sarat dengan petir, dan Hulk punya mode rage yang menyembuhkan, namun juga mengerikan. Bahkan 'rasa' perkelahiannya pun berbeda, dan kamu hampir-hampir bisa merasakan tulang-tulang yang patah setelah tiap tonjokan Hulk, sementara tendangan, tonjokan, dan genggaman lincah Black Widow terasa lebih lemah namun lebih cepat. Thor dan Iron Man yang bisa terbang, jangkauan Black Widow yang lebih luas dengan grappling hook-nya, lompatan Hulk yang lebih panjang, serta skill-tree impresif yang memberikanmu opsi yang beragam untuk tiap karakter—semuanya menyempurnakan mode perkelahian ini.

Dengan cerita dan mode perkelahian yang hampir tanpa cela, fondasi game ini seharusnya membuat saya bisa bilang bahwa game ini wajib dibeli untuk orang-orang yang tertarik meski hanya sedikit saja, namun kita juga mendapatkan barang-barang yang kurang dipoles. Kita mulai dari sistem loot yang mengecewakan. Jangan salah paham, sebenarnya pondasinya cukup bagus. Saya masih belum menemukan barang yang punya duplikat di sini karena tiap perlengkapan punya stats dan enhancement yang sangat beragam, dan masing-masing cocok dengan gaya bermain yang berbeda, yang membuatmu bisa membuat karakter favoritmu benar-benar milikmu sendiri.

Namun ada dua masalah: kamu hanya membuat karakter itu milikmu sendiri dalam artian stats, dan pilihan loot yang sangat luas artinya benda yang benar-benar spesial akan sangat jarang ditemukan. Tentu saja ada pengecualian, namun nihilnya perubahan visual pada karakter makin mengesalkan karena menunya bahkan meng-highlight bagian tubuh tertentu dengan garis semi transparan saat kamu memilih perlengkapan. Kamu mungkin akan menghabiskan banyak waktu di menu ini jika kamu ingin membuat karakter terkuat sepanjang masa, yang membuat hal ini jadi lebih jelas kelihatannya. Hampir tidak ada indikasi apakah suatu perlengkapan lebih bagus atau tidak dibanding yang sudah dipasangkan ke karaktermu di luar menu ini, jadi hampir tiap perkelahian berujung dengan flow yang hancur karena kamu harus menghentikan aksi untuk mengecek apakah perlengkapanmu yang sekarang sudah cukup bagus, dan jika belum, mengubah perlengkapan yang baru menjadi sumberdaya.

Marvel's Avengers
Square Enix

Sangat disayangkan, bukan hanya karena perlengkapan dan perburuan loot jadi lebih tidak memberikan efek dibandingkan yang seharusnya, namun juga karena hal ini membuat para completionist/min-maxer seperti saya bahkan mempertimbangkan untuk tidak mencari peti loot tersembunyi dan misi sampingan di area tertentu. Saya menghabiskan sepuluh jam pertama menelusuri setiap sudut sebuah area dan merasa gembira saat melihat beberapa kejutan menyenangkan di sana. Mengunci loot di balik puzzle sederhana membuatnya lebih terasa memuaskan... sampai akhirnya jelas bahwa apa yang didapatkan di dalamnya tidak sebanding dengan usaha yang dikeluarkan. Mendapatkan sedikit mata uang dalam game, beberapa sumber daya, dan sebuah perlengkapan tidak lagi memberi motivasi yang kuat jika barang spesial yang kamu dapatkan kemungkinan besar akan tergantikan dalam 2 menit selanjutnya, apalagi dengan banyaknya elemen lingkungan dan misi yang didaur ulang.

Seringnya saya melewati markas AIM, fasilitas riset, dan area hutan yang sama persis, hampir tidak bisa dihitung. Saya sudah sering bermain The Division, Diablo, dan Borderlands, jadi saya tidak asing lagi dengan elemen lingkungan dan mode-mode yang berulang, namun setidaknya banyak yang cukup baik dengan memberikan bumbu tambahan di akhir berupa mekanika baru atau formula yang sedikit diubah. Marvel's Avengers tahu mereka punya sistem perkelahian yang fantastis, jadi mereka sangat bergantung ke sana, dengan harapan bahwa ragam musuh di lokasi yang berulang akan cukup untuk mendistraksimu dari fakta bahwa kamu melewati area yang persis sama, melakukan hal yang persis sama pula.

Sebuah lemari besi yang mengharuskanmu mencari kombinasi tepat untuk bisa mendapatkan barang di dalamnya tentu terdengar seru di atas kertas, namun nyatanya tidak jika kamu "memasukkan kode" hanya dengan melindungi terminal yang memiliki angka yang benar, dan memastikan bahwa kamu mengontrol area dengan urutan yang benar. Mengingat sepanjang 20+ jam saya bermain saya sudah melindungi seabrek terminal, baik di mode cerita maupun misi biasa, rasanya akhirnya membosankan. Saya tidak suka membandingkan game di review, namun saya harap developer melihat bagaimana game-game Destiny menjaga semuanya tetap menarik dengan membuatmu memutar otak, atau mengubah sedikit gameplay-nya dengan cara yang menarik di endgame. Mengontrol zona yang ditandai dengan jelas, melawan gelombang demi gelombang musuh, dan banyaknya "rahasia" yang ditandai di peta, membuat semuanya terasa hambar setelah beberapa lama.

Saya melihat beberapa klaim bahwa semua ini "jelas karena Square Enix ingin kita menghabiskan uang sungguhan di game", namun, seperti biasa, saya tidak setuju. Semua perlengkapan bisa kamu dapatkan dengan bermain biasa, dan banyak kostum ikonik yang bisa didapatkan jika random number generator berpihak kepadamu, mengerjakan misi harian dan mingguan untuk menjalani Hero Challenge Card yang mirip battle pass, atau dibeli dengan mata uang dalam game. Apakah beberapa elemen kosmetik akan eksklusif ada di marketplace dimana kamu hanya bisa membelinya dengan mata uang terbatas yang diberikan di battle pass atau dibeli dengan uang sungguhan? Tentu saja, namun saya tidak melihat adanya masalah di sini, karena tiap hero pun memiliki perlengkapan lain yang tidak kalah kerennya, yang bisa didapatkan tanpa mengeluarkan uang sepeser pun di game yang menawarkan lebih banyak cerita, hero baru, mode baru, dan hal-hal lain yang sepenuhnya gratis, setidaknya untuk sementara ini.

Marvel's Avengers
Square Enix

Mungkin bahasan saya soal gameplay yang monoton membuat game ini terdengar lebih buruk daripada sebenarnya. Game ini bisa saya nilai delapan dari sepuluh, sebenarnya, jika saya tidak mengalami banyak isu teknis yang mengganggu. Tidak seperti biasanya, isu ini tidak ada hubungannya dengan framerate, karena baik grafis maupun frameratenya sangat baik saat dimainkan di mode 4K di PS4 Pro. Yang tidak asyiknya adalah dialog yang hilang, menu yang lambat atau malah kadang tidak terperbaharui, waktu loading yang lama, bagian-bagian yang akan membunuhmu jika kamu tidak melakukan persis sama dengan yang diminta, partner AI yang kadang terjebak di lingkungan tepat saat mereka akan menghidupkanmu kembali, dan objek-objek yang menggila karena elemen fisika yang aneh (dengan suara menyebalkan yang mengiringi).

Skor bukanlah hal yang mudah untuk ditentukan. Meski otak saya berkata tujuh, hati saya mengatakan delapan atau bahkan sembilan. Hal ini karena Marvel's Avengers membawa salah satu cerita terbaik di generasi ini, cerita yang bisa bersaing dengan cerita ikonik lainnya di dunia Marvel. Karakternya, kisahnya, dan barang-barang koleksinya memastikan bahwa saya akan tetap bermain selama bulan-bulan ke depan seiring dengan penambahan konten baru. Sistem perkelahiannya yang sangat bagus berarti saya bisa menoleransi isu teknis yang harapannya akan diperbaiki seiring waktu.

Satu yang saya takutkan adalah sistem loot yang tidak memenuhi potensinya, karena membuat perlengkapan yang akan mengubah penampilan karaktermu butuh usaha yang tidak sedikit. Namun mungkin saya boleh bermimpi bahwa hal ini akan diubah agar lebih memuaskan, dan mode-mode serta area-area yang ada setelah rilis akan meringankan kekecewaan saya soal aset-aset daur ulang. Namun, bahkan tanpa perubahan-perubahan itu, Marvel's Avengers adalah game yang sangat bagus, dan saya tidak sabar memainkannya lagi setelah saya selesai di sini. Jadi, jika kamu bisa menoleransi sedikit kekurangan dan kamu mencari cerita yang seru dan penuh karakter, dengan sistem perkelahian yang apik dibangun di sekitar karakter-karakter mengagumkan: Assemble!

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan
07 Gamereactor Indonesia
7 / 10
+
Cerita dan karakter yang luar biasa, sistem perkelahian yang sangat bagus, banyak barang koleksi dan rahasia-rahasia.
-
Loot system mengecewakan, lingkungan dan objektif yang didaur ulang, beberapa isu teknis saat rilis.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait

Marvel's AvengersScore

Marvel's Avengers

REVIEW. Ditulis oleh Eirik Hyldbakk Furu

Ceritanya seru dan inti gameplaynya amat memuaskan, namun kurangnya variasi, loot yang menarik, dan polesan teknis membuat game ini tidak mencapai potensinya.



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.