Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
review
Mario & Sonic at the Olympic Games Tokyo 2020

Mario & Sonic at the Olympic Games Tokyo 2020

Ikon-ikon gaming itu kembali ke lintasan Olympic Games di Tokyo tahun depan.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Aksi berani Mario dan Sonic dalam Olympic telah berlangsung selama lebih dari satu dekade, dan dalam tiga generasi konsol, kita telah menyaksikan pasangan yang tak lazim tersebut bertempur dalam berbagai event di berbagai lokasi, Rio, London, dan sekarang, Tokyo. Entri keenam ini menandai debut serial ini di Nintendo Switch dan kelihatannya akan membuat beberapa perubahan besar.

Sebuah fitur yang menonjol dalam Tokyo 2020 adalah story mode yang utuh, yang sempurna bagi mereka yang bermain sendirian dan menghabiskan waktu sekitar lima jam untuk menyelesaikannya. Di dalamnya, rencana Dr. Eggman untuk memperbudak Sonic dan Mario dalam sebuah perangkat gaming misterius yang dikenal sebagai Tokyo 64 berbalik melawannya ketika dia tidak sengaja menghisap dirinya dan Bowser ke dalam konsol tersebut. kelompok tersebut mendapati diri mereka berada di dalam sebuah versi pixelated dari Tokyo Olympics 1964 dan satu-satunya jalan menuju kebebasan adalah dengan mendapatkan seluruh medali emas yang didapatkan dari berbagai event. Di tempat lain di masa sekarang, Tails dan Luigi menemukan perangkat tersebut, dan setelah mengetahui tentang rencana Eggman yang gagal, mereka memutuskan untuk bersaing dalam event-event di seluruh Tokyo dalam usaha mereka untuk membebaskan kawan-kawannya.

Kami merasa bahwa story mode sebagai sebuah cara yang hebat untuk merasakan sekitar 30-an event secara keseluruhan, tetapi kami tidak menyukai bagaimana kamu bisa memilih untuk melewatkannya tanpa ada konsekuensi jika kamu gagal setidaknya tiga kali. Bagi kami, sangat menyakitkan bahwa spirit kompetitif yang kami kenal ketika kami bertahan dengan rasa frustasi yang cukup besar, kami bisa memilih untuk melewatkan event itu begitu saja, dan semua NPC akan berpura-pura bahwa kami layak mendapatkan emas tersebut. kami juga menyukai bagaimana game ini memberikan cara bagi kami untuk membuka karakter-karakter pendukung seperti Rogue dan Toadette, tetapi anehnya semuanya tetap terbatas untuk sebuah event tertentu. Dengan deretan karakter yang sebagian besar hampir sama dengan serial yang dimulai di tahun 2007 silam, rasanya akan hebat untuk memiliki lebih banyak variasi di luar beberapa olahraga yang terbatas. Setidaknya kami tidak dibatasi untuk hanya menggunakan motion controls, dan di sini kami memiliki opsi untuk menggunakan tekanan-tekanan tombol dalam beberapa event tertentu.

Apa yang bisa kami puji mengenai story mode adalah dia memperkenalkan beberapa minigame yang memasukan genre gaming lainnya dan memberikan deviasi dari event-event olahraga utama. Sebuah minigame memberikan sedikit ruang bagi game NES klasik, Solomon's key dimana kami harus menggeser kunci-kunci dari bawah hidung anak-anak buah Bowser dalam sebuah adegan bergaya stealth, dan dalam yang lainnya, kami harus memainkan sebuah game 'Where's Wally' raksasa, menemukan teman-teman Yoshi di sebuah alun-alun kota yang ramai. Setelah diselesaikan, game-game mini ini bisa dimainkan sesukamu dari Game Room di menu utama, tetapi perlu dicatat bahwa ini hanya bisa dimainkan dengan tombol-tombol (jadi tidak ada motion controls) dalam mode single-player.

Mario & Sonic at the Olympic Games Tokyo 2020

Dalam Tokyo 2020 yang menjadi koleksi keempat dari Summer games, ada beberapa overlap dan banyak event-event yang sebelumnya dilihat di Wii dan Wii U kembali tampil di Switch. Event-event utama seperti Panahan, Tenis Meja, dan Sepakbola semuanya ada disini, tetapi mereka ditemani oleh event-event baru seperti Surfing, Skateboarding, Karate, dan Sport Climbing. Menurut kami semuanya adalah tambahan yang baik, tetapi Sport Climbing adalah yang paling terasa beda jika dibandingkan dengan yang lain. Cukup sulit untuk menyeimbangkan diri ketika kamu didorong untuk bergerak cepat ke atas dinding panjatan, tetapi sebuah tekanan yang salah di stik analog akan membuatmu kehilangan pijakan dan terjatuh.

Event-event Dream telah menjadi bagian kuat dalam serial ini sampai saat ini, dimana mereka mempertahankan baik sebuah franchise kuat, dan memberikan sesuatu yang berbeda daripada event-event Olympic yang biasa. Akan tetapi, sayangnya, Tokyo 2020 hanya menampilkan tiga dan mereka adalah Dream Karate, Dream Racing, dan Dream Shooting. Dream Racing dilangsungkan di sebuah lintasan yang terinspirasi oleh Metropolis dari Sonic Forces dan membuatmu melakukan balapan gila-gilaan di atas hoverboard menggunakan grind rails dan powerups ala Mario Kart untuk membantumu melesat ke arah kemenangan. Dream Karate sangat menonjol yang sangat mengingatkan kami pada Pogo Pandemonium dari Crash Bash, dimana kami harus melakukan pukulan Karate dan menendang lawan-lawan kami untuk mengisi panel yang paling banyak di lintasan.

Mario & Sonic at the Olympic Games Tokyo 2020
Mario & Sonic at the Olympic Games Tokyo 2020

Tetapi event-event 8-bit itu adalah bagian dimana Tokyo 2020 bersinar, dan bisa dengan mudah dikatakan bahwa mereka adalah bagian paling menawan dari paket ini. event-event ini memberikan kami pandangan mengenai seperti apa sebuah crossover yang mungkin ada ketika Sonic dan Mario mulai bersaing mendapatkan dominasi platforming di awal tahun 90-an, dan soundtrack chiptune dan tampilan visual pixelated terasa menyenangkan bagi mata dan telinga. Sebuah sentuhan kecil tetapi terasa adalah kamu bisa mengaktifkan sebuah filter yang membuatnya terlihat seperti kamu sedang bermain dalam sebuah TV CRT tua. Menembak, Bola Voli, dan Lompat Jauh semuanya bertransisi dengan baik ke dalam gaya ini, tetapi marathon mode adalah apa yang paling kami nikmati. Di sini kami harus mengalahkan sekelompok yang terdiri dari 68 pelari yang bersaing dengan mengelola stamina kami, mengumpulkan air yang berharga, dan menghindari bahaya seperti genangan air, tornado, dan lebah (hal yang biasanya, kan?).

Ketika serial ini terancam menjadi monoton, Mario and Sonic at the Olympic Games Tokyo 2020 telah hadir dan merevitalisasi formulanya dengan tampilan 8-bit untuk game-game yang sudah dikenal. Story mode baru telah memberikan permainan itu sendiri dengan berjam-jam lebih banyak kesenangan dan event-event Tokyo 64 8-bit terlihat mengesankan dan secara mekanis berbedad ari apa yang pernah kami lihat sebelumnya. Tetapi menurut kami kurangnya event-event Dream sedikit mengecewakan, dan kami benar-benar berharap bahwa karakter-karakter tambahan bisa ditambahkan dalam ceritanya dan tidak dikunci untuk event-event tertentu. Walaupun demikian, Tokyo 2020 adalah sebuah koleksi minigame solid yang menandai sebuah awal menjanjikan untuk serial ini dalam rumah barunya di Switch.

Mario & Sonic at the Olympic Games Tokyo 2020
Mario & Sonic at the Olympic Games Tokyo 2020Mario & Sonic at the Olympic Games Tokyo 2020Mario & Sonic at the Olympic Games Tokyo 2020
08 Gamereactor Indonesia
8 / 10
+
Story mode baru, event-event Tokyo 1964, event-event baru seperti sport climb memberikan tambahan baru yang solid untuk deretan itu.
-
Hanya ada tiga event Dream, banyak event kembali hadir, dan karakter-karakter tertentu terkunci di balik olahraga tertentu.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait



Loading next content