Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
review
Little Town Hero

Little Town Hero

Game Freak kembali dengan sebuah RPG yang penuh isi, termasuk sebuah sistem pertarungan yang unik.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Dibentuk oleh pikiran di balik seri Pokémon, Little Town Hero adalah JRPG berbasis giliran yang menggabungkan elemen board game dan kartu, menghasilkan beberapa hasil yang cukup beragam. Di dalamnya kamu bermain sebagai petualang muda berambut api bernama Axe, yang - seperti ayahnya - bermimpi melarikan diri dari tembok kota kecilnya yang kuno. Satu-satunya masalah adalah bahwa penduduk tidak diizinkan untuk pergi, dan satu-satunya jalan keluar terletak di luar sisi lain dari kastil yang dijaga ketat. Keputusasaan Axe untuk bertualang membawanya bertemu dengan seorang tentara tua yang dikenal sebagai Angard, dan dari sini dia menunjukkan cara bertarung dan belajar tentang ancaman monster.

Trope yang agak klise tentang keinginan untuk melarikan diri dari kota asal langsung dikesampingkan dengan cukup cepat, dan perhatian kemudian beralih untuk mengalahkan banyak monster yang menyerang sambil mempelajari asal-usul mereka. Karena hal ini, plot utamanya terasa agak terputus-putus, dan kami berharap para pengembang akan memilih satu tema untuk difokuskan dan kemudian bertahan di dalamnya. Meski begitu, terlepas dari masalah dengan fokus, dialog di sini sangat bagus, dan kami segera merasa diri kami semakin melekat pada karakter, seperti sang rival Mattock yang cerdas dan optimistis, dan ibu kami yang pemalu dan mudah marah bernama Ember.

Little Town Hero

Sistem pertarungan adalah aspek yang paling membelah pendapat dari Little Town Hero, karena keduanya inventif dan bermasalah dalam ukuran yang sama. Agak sulit untuk dijelaskan, tetapi selama setiap pertarungan kamu akan menerima beberapa ide yang dikenal sebagai 'izzits', dan ini perlu diubah menjadi 'dazzits' untuk digunakan dengan menghabiskan poin energi yang kamu kumpulkan di awal setiap putaran. Ada tiga jenis izzit yang dapat digunakan: izzits merah bersifat ofensif, izzits kuning adalah defensif, dan izzits biru memiliki efek khusus.

Setiap dazzit dilengkapi dengan stat serangan dan pertahanan, dan untuk dapat mematahkan dazzit lawan, kamu perlu memastikan bahwa dazzit yang kamu pilih memiliki stat serangan yang lebih tinggi daripada pertahanan lawanmu. Kamu dapat menggunakan dazzit pertahanan beberapa kali, tetapi dazzit serangan hanya dapat digunakan sekali per giliran, bahkan jika mereka belum ditembus oleh lawan. Untuk mengurangi nyawa lawan, kamu perlu menghancurkan semua dazzit mereka dan kemudian menggunakan dazzit merah di akhir giliranmu. Setelah kamu menghabiskan seluruh nyawa lawan, kemenangan menjadi milikmu.

Ini kedengarannya sangat kompleks, dan itu bahkan sebelum menyebutkan berbagai efek berbeda yang bisa dimiliki oleh dazzit, dan peta seperti papan permainan yang kamu buat.

Mari kita mulai dengan berfokus pada hal-hal positif. Pertempuran di sini tentu saja terlihat unik, dan itu benar-benar mengharuskan kamu untuk merencanakan strategi sebelum melakukan tindakan. Ini adalah langkah besar dari pertarungan yang kita semua tahu dan sukai dari Pokémon, dan senang melihat pengembang mencoba sesuatu yang baru. Aspek permainan papan bekerja sangat baik juga, karena pada akhir giliran kamu memutar roda untuk melihat ke mana harus pindah berikutnya, dan ada kotak individu di mana seorang rekan dapat bergabung denganmu atau di mana kamu dapat menimbulkan kerusakan tambahan dengan menggunakan gerakan yang tepat pada meriam atau barel.

Little Town Hero

Apa yang tidak kami sukai adalah seberapa banyak kemenangan yang dirasa bergantung pada keberuntungan murni. Setiap giliran kamu diberikan segenggam izzits acak dan kadang-kadang kamu dibagikan kartu di mana itu benar-benar mustahil untuk mematahkan semua dazzit lawan. Karena itu, kemenangan terasa lebih didasarkan pada kesempatan daripada strategi. Perkelahian juga bisa memakan waktu lebih dari 20 putaran karena seberapa tingginya nyawa lawan (kamu biasanya harus meengurangi enam HP di atas setiap hati), yang menurut kami cukup berlebihan.

Jika kamu merasa lelah karena pertempuran maka kamu juga dapat berinteraksi dengan penduduk kota untuk melakukan tugas sampingan yang terpisah dengan cerita utama. Misi sampingan ini semuanya layak untuk diterima, karena mereka menawarkan hadiah yang bermakna seperti membuka karakter baru yang muncul di peta dalam pertempuran, dan poin eureka baru yang dapat dihabiskan untuk meningkatkan ide dalam skill tree. Masalah yang kami miliki adalah bahwa banyak dari ini terasa sangat membosankan. Dalam sebuah quest, kami harus mengumpulkan kawanan domba yang secara tidak sengaja kami kagetkan, dan di yang lain kami harus berdiri dan mendengarkan ocehan seorang lelaki tua ketika dia menjabarkan sejarah singkat kota.

Little Town Hero

Toby Fox yang dikenal dari Undertale menyediakan musik untuk Little Town Hero, dan kami dapat melaporkan bahwa karyanya menangkap suasana di sini dengan sempurna, mulai dari jingle usil yang diputar di latar belakang interaksi dengan teman-teman kami hingga scoring intens yang menyertai semua pertempuran. Visual di sini juga memenuhi standar, tetapi ada beberapa aspek dari presentasi yang benar-benar tidak terpoles.

Misalnya, kami akan terus-menerus bertemu dengan model karakter yang sama, dan hanya ada satu animasi untuk menyerang lawan terlepas dari gerakan apa yang kamu gunakan. Kami ingat suatu saat ketika layar terpotong menjadi hitam dan kami diberi tahu bahwa kami memeluk ibu kami, alih-alih interaksi yang sangat sederhana ini dianimasikan.

Setelah secara konsisten memberikan hasil yang luar biasa selama dua dekade terakhir dengan seri Pokémon, sangat menyedihkan melihat bahwa Game Freak tersandung ketika mencoba untuk mencoba memberikan pandangan baru pada genre JRPG. Little Town Hero terasa terlalu rumit dan berbasis keberuntungan, dan narasinya tidak terlalu fokus. Kami tidak akan menyebut Little Town Hero sebagai game yang buruk (ia memiliki beberapa ide hebat), tetapi sulit bagi kami untuk merekomendasikannya dengan segala kesulitan yang kami alami.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan
06 Gamereactor Indonesia
6 / 10
+
Sistem pertarungan unik dengan elemen kartu dan board game, karakter-karakter yang bisa membantu dalam pertarungan, musik dan visualnya indah.
-
Pertarungan tidak menarik untuk semua orang, pertarungan yang sangat panjang, berbasis keberuntungan, kekurangan pemolesan di area-area tertentu, narasi yang tidak fokus.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait

Little Town HeroScore

Little Town Hero

REVIEW. Ditulis oleh Kieran Harris

Game Freak kembali dengan sebuah RPG yang penuh isi, termasuk sebuah sistem pertarungan yang unik.



Loading next content