Indonesia
Gamereactor
review
Little Nightmares 2

Little Nightmares 2

Tarsier Studios telah melampaui ekspektasi dan menyajikan sebuah sekuel yang superior.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Tarsier Studios benar-benar melakukan sesuatu yang luar biasa dalam hal Little Nightmares. Studio yang dulu hanya dikenal lewat seri Little Big Planet ini menembak tepat sasaran ketika mereka menggabungkan keahlian mereka dalam platforming dengan gaya yang lebih gelap dan menyeramkan. Kisah dari perjalanan Six untuk bertahan hidup telah diterima dengan baik oleh para gamer dan game indie ini mampu melampaui ekspektasi dan terjual sebanyak lebih dari dua juta unit. Kini, hampir empat tahun kemudian, Tarsier telah menyajikan sebuah sekuel yang lebih ambisius.

Little Nightmares II langsung melanjutkan kejadian dari game pertama, tetapi kali ini seorang pahlawan lain turut masuk ke dalam sorotan. Mono yang mengenakan kantung kertas di kepalanya berperan sebagai protagonis utama dari sekuel ini, tetapi tentu saja Six masih hadir sebagai pemeran pendukung. Di sini keduanya masuk ke dalam sebuah dunia yang telah dikendalikan melalui medium televisi. Mereka berdua harus pergi sebuah lokasi bernama Signal Tower untuk membebaskan para penghuninya. Tanpa membocorkan terlalu banyak, saya merasa narasinya cukup kuat, dan ia berlaku sebagai sebuah kritik terhadap masyarakat modern. Pesan yang diberikan pun mampu tersampaikan secara efektif tanpa sinematik ataupun kata-kata.

Lokasi bawah air dari The Maw di game pertama mungkin mendapat kritikan atas kurangnya variasi, tetapi hal itu tidak bisa diberikan kepada Little Nightmares II. Di sepanjang perjalananmu ke Signal Tower, kamu akan menyelinap melalui sebuah rawa-rawa becek, sekolah bertema abad ke-19 yang berderik-derik, sebuah rumah mayat yang menyeramkan, dan berbagai tempat lainnya. Masing-masing bab dari game ini terasa berbeda baik dalam lingkungan maupun puzzle dan rintangan yang diberikan. Jadi semuanya terasa baru ketika berganti dari satu bab ke bab lainnya.

Meskipun bervariasi, tapi satu hal yang terus ada adalah atmosfer yang membuat bulu bergidik. Dunianya terselimuti kegelapan dan dipenuhi gambaran mengerikan dari sebuah dunia yang telah ditaklukkan oleh ketergantungan akan televisi. Ia juga melakukan tugas yang baik dalam membuatmu merasa rentan dan melakukan perjalanan yang mustahil. Terdapat bahaya yang bersembunyi di setiap sudut dan banyak monster yang harus kamu lewati terasa sangat mengancam.

Little Nightmares II membuat jantung saya paling berdenyut kencang ketika saya harus menyelinap di bawah bayangan untuk menghindari tangkapan makhluk-makhluk mengerikan itu. Makhluk-makhluk ini sungguh memancing mimpi buruk dan game ini dengan baik menceritakan karakter dan latar belakang mereka melalui lingkungan sekitar. Di bab pertama, contohnya, jelas bahwa The Hunter adalah seseorang yang tidak boleh dianggap remeh. Bangunan tempat kita pertama kali bertemu dia penuh dengan kulit binatang dan kamu harus menyelinap melewatinya ketika ia sedang sibuk memotong bangkai. Jelas bahwa ia adalah pembunuh berdarah dingin dan tidak akan memberimu ampun jika kamu tertangkap.

Puzzle dan platforming masih menjadi pilar utama dari gameplay, tetapi di sini semuanya terasa jauh lebih kreatif dan bervariasi. Kamu, tentu saja, memiliki seorang pendamping kali ini dan Six bisa membantumu naik ke tempat yang lebih tinggi dan membantumu melompati rongga yang lebih jauh. Banyak dari puzzle di sini bergantung pada mekanika saling membantu. Seringkali kamu harus bertualang sendiri dulu dan mencari cara supaya kalian berdua bisa bertemu lagi. Puzzle-nya dimulai dengan cukup sederhana, tetapi di bagian-bagian akhir, kamu akan berjalan melalui koridor-koridor tak berujung dan menggunakan TV sebagai portal.

Little Nightmares 2

Tidak semua perubahan yang ada di sekuel ini terasa lebih baik. Di beberapa bagian, kamu harus dengan cepat mengayunkan sebuah senjata tumpul sebelum diseruduk oleh musuh, dan saya merasa mekanika ini sungguh tidak presisi. Meskipun dengan latihan, saya sering meleset dan akhirnya tertangkap. Saya paham bahwa ini adalah cara untuk membuatmu merasa lemah dan tidak berdaya sebagai sebuah karakter, tetapi sifatnya yang tidak dapat diandalkan membuatnya menjadi bagian game ini yang paling membuat frustrasi.

Komplain utama saya yang lain adalah durasi dari Little Nightmares II. Panjangnya hanya lima bab dan bisa dengan mudah dilalui dalam waktu sekitar lima sampai enam jam. Saya harus memberikan kredit kepada developernya karena jelas bahwa kualitas di sini lebih dipentingkan daripada kuantitas, tetapi saya menginginkan lebih. Cukup aneh untuk dipercaya bahwa saya hampir memainkan setengah permainan ketika saya melakukan mencoba dua bab pertama dari game ini pada Januari lalu. Tentu saja, game pertamanya juga bukan game yang panjang, tetapi saya berharap ada lebih banyak konten di sini karena peningkatan anggaran dan cakupannya.

Ia mungkin pendek, tetapi ada beberapa aspek yang mungkin bisa membantu meningkatkan waktu bermainnya. Pertama-tama, di setiap bab terdapat dua topi yang bisa ditemukan untuk mengubah kantung kertas Mono, dan termasuk di antaranya sebuah tunggul pohon dan topi polisi. Ada juga sesuatu bernama Glitching Remains yang bisa ditemukan di dalam level-level. Mereka adalah jiwa-jiwa dari mereka yang tersedot ke TV. Pemain rata-rata mungkin akan melewatkan ini, tetapi benda-benda tersembunyi ini tentu akan dikejar oleh para completionist.

Little Nightmares II mengembangkan lebih jauh DNA yang dimiliki oleh pendahulunya dengan cara yang berarti. Di mata saya, ini jelas sebuah sekuel yang superior. Game ini menyajikan lokasi-lokasi yang lebih beragam dan atmosfernya yang mencekam konsisten di sepanjang permainan. Saya juga merasa narasi utamanya sangat kuat, dengan puzzle yang lebih kreatif dan bervariasi. Namun, saya juga menyayangkan durasinya yang pendek dan mekanika pertarungan yang ceroboh. Tetapi secara umum, jika kamu menyukai game pertamanya, maka kamu harus memberikan sekuel ini kesempatan.

Little Nightmares 2Little Nightmares 2
Little Nightmares 2

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan
08 Gamereactor Indonesia
8 / 10
+
Lokasi-lokasinya bervariasi. Terus membuatmu tegang. Pengaturan tempo yang bagus melalui sekuens platforming, puzzle, dan kejar-kejaran.
-
Game ini agak pendek. Mekanika pertarungan teras kurang presisi dan kaku.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait

Little Nightmares 2Score

Little Nightmares 2

REVIEW. Ditulis oleh Kieran Harris

Tarsier Studios telah melampaui ekspektasi dan menyajikan sebuah sekuel yang superior.



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.