Indonesia
review
Hyrule Warriors: Age of Calamity

Hyrule Warriors: Age of Calamity

Seri cross-over ini telah kembali sekali lagi dengan fokus ke peristiwa sebelum Breath of the Wild.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Hyrule Warriors: Age of Calamity lebih terasa seperti Zelda dibandingkan sebagai game musou, dan berhasil menjadi game yang lebih baik, terutama jika dibandingkan dengan game originalnya pada tahun 204, Hyrule Warriors. Game Wii U (yang kemudian juga hadir pada 3DS, lalu Nintendo Switch) merupakan sebuah eksperimen cross-over dan merupakan sebuah kompilasi dari konsep-konsep dan karakter dari Zelda yang pada perilisannya di tahun ini dirasa sebagai usaha yang terfokus dan kolaboratif antara Tecmo Koei dan Zelda Team untuk sebuah petualangan yang berdedikasi beserta narasi dan mekanikanya tersendiri. Meski konten ceritanya dianggap akan menjadi nilai jual, ternyata mekanikanya yang terintegrasi dengan baik lah yang memberikan pengalaman aksi menarik.

Tentu saja, berlatar 100 tahun sebelum Breath of the Wild yang menyebabkan bencana pada Hyrule dan tidurnya Link sepanjang satu abad menjadi ketertarikan tersendiri. Sementara untuk para Warriors, pendekatan "pahlawan vs gerombolan" sepertinya paling cocok untuk menceritakan kisah yang tak hanya menghadirkan Link dan Zelda, namun juga Champion lain seperti Mipha, Urbosa, Daruk, dan Revali serta banyak lagi yang lain.

Sisi narasi dari game ini telah diperlakukan sebagai nilai produksi tertinggi dalam sebuah game musou bahkan dalam game Zelda, yang berisi cuplikan cerita yang banyak dan pengisi suara yang sangat berkualitas. Plot itu sendiri lebih dalam dari yang terlihat (dan melebihi ekspektasi meski sudah tahu akhir dari cerita ini), dan meski di beberapa sisi terasa terlalu kekanak-kanakan untuk beberapa karakter dan situasi (terutama jika dibandingkan dengan BotW yang memiliki narasi minimalis), dapat kita temukan drama dalam keringanan cerita ini. Cukup untuk mengatakan bahwa saya semakin menyukai tokoh-tokoh yang dihadirkan beserta dunianya.

Seperti biasa, cerita dihadirkan beserta dengan urutan waktu namun masih terasa kurang konsisten. Ditambah dengan momen-momen menyimpang yang bisa membuat para penggemar mengernyitkan dahi. Meski begitu, masih terasa cocok dengan alur game musou dan dengan gameplay yang sangat mengesankan hal ini cukup menyeimbangkan pengalaman bermain kita.

Hyrule Warriors: Age of CalamityHyrule Warriors: Age of Calamity

Meski sudah memainkan beberapa game seperti Samurai dan Dynasty Warriors, game ini tetap memberikan kesegaran dan ketertarikan tersendiri. Aksinya lebih gesit seperti kemampuan melompati dinding untuk menghindar, paragliding, atau pun terbang mengelilingi sekitaran menggunakan Revali (ya, kita bisa terbang). Hadirnya Sheikah Slate's Runes adaptasi dari BotW sebagai aksi tambahan bagi tiap karakter juga sangat unik. Jadi selain menggunakan senjata andalan mereka, tiap karakter bisa menggunakan Stasis (membekukan musuh), Magnesis (menarik senjata dan benda logam), Cryonis (mengeluarkan pilar es), atau pun Remote Bomb (melempar bom). Yang menarik dari hal ini adalah aksi ini digunakan untuk membatalkan serangan spesial musuh yang lebih besar untuk membuka titik kelemahan mereka lebih cepat. Ini merupakan sistem baik yang didukung dengan ikon dalam layar, dan meningkatkan sistem pertarungan yang sudah cukup beragam. Runes sebaiknya ditingkatkan karena akan sangat dibutuhkan dalam pertarungan level tinggi dan musuh yang lebih kuat. Selain itu juga digunakan untuk memecahkan lingkungan penuh teka-teki.

Apakah ini sudah lebih dari cukup? Tahan Eponasmu karena masih ada elemen. Sama krusialnya seperti sistem BotW yang berbasis pada fisika, api, es, dan listrik telah benar-benar dipertimbangkan dan diimplementasikan disini. Termasuk juga musuh yang berkekuatan elemen, sumber-sumber kekuatan di sekeliling (menggunakan genangan air untuk memaksimalkan serangan listrik, membakar rumput), dan pasukan dari Wizzrobes. Jika Rune menggunakan tombol R, Elementary Rods menggunakan tombol L dan kamu bisa mengisi elemen dengan mengalahkan musuh.

Jangan dilupakan bahwa ini adalah game muso, sehingga fitur pertarungan tersebut ditambahkan ke aksi pahlawan vs gerombolan. Sederhana namun luas, combo yang dapat dikombinasikan, serangan spesial, aksi spesifik tiap karakter, dan sistem progresi seperti RPG yang penuh sumber daya untuk dikoleksi, senjata untuk ditingkatkan, dan tempat untuk dikunjungi termasuk toko, dan tentunya daftar misi sampingan yang sangat panjang beserta tantangan-tantangan untukmu menaikkan level. Ini semua dihadirkan dalam Hyrule Map yang telah kita kenal dan cintai karena sudah kita arungi dalam BotW, dan ini berlaku sebagai menu yang komprehensif dan menawan dalam game.

Meski saya tidak bisa membahas semua karakter, namun yang bisa dikatakan adalah tiap karakter memperkaya gameplay serta cerita dan pengetahuan. Saya jatuh cinta pada serangan terbang dari Revali, Mipha yang dapat mengalir, dan Link saat mendapatkan tipe senjata atau pakaian baru. Urbosa dan Daruk sangat kuat seperti yang dibayangkan, Impa adalah tipe ninja yang unik dan Zelda merupakan teknisi yang handal. Lalu ada pula pilihan-pilihan karakter yang aneh namun tentu diharapkan.

Hyrule Warriors: Age of CalamityHyrule Warriors: Age of CalamityHyrule Warriors: Age of Calamity

Untuk penggunaan karakter, ini merupakan peningkatan jauh bagi Age of Calamity yang memungkinan "pergantian general" (pergantian karakter saat terbang), yang merupakan kekurangan dari HW pertama sehingga membuat pertarungan lebih dinamis dan menyenangkan. Sayangnya mode co-op masih terbatas pada permainan lokal, sesi yang mengurangi performa, karena akn kami dengan senang hati untuk memperlihatkan beberapa misi secara online.

Percaya atau tidak, di luar dari kesulitan mode multiplayer, performa dari game ini cukup baik. Terkadang akan menurun saat penggunaan kekuatan spesial, terlalu banyaknya musuh, dan dengan adanya tambahan efek dari elemen, namun tidak pernah seburuk yang ditakutkan. Lagipula, visual menarik dari game ini akan membuatmu memainkan tempat-tempat dan karakter yang fantastis, dan jika kamu kembali ke Breath of the Wild, akan banyak detil yang tertinggal. Ini adalah salah satu game Zelda terbaik sejauh ini.

Intinya, game ini masih berupa game musou yang masih memiliki momen-momen membingungkan saat di keramaian, trek membosankan (namun masih lebih sedikit dibandingkan game originalnya), dan beberapa penempatan kamera yang terasa dipaksakan. Sangat diharapkan untuk dapat melihat dan memainkan para Divine Beasts, meskipun mereka menjadi fokus dari beberapa misi-misi arcade yang spektakuler.

Namun secara keseluruhan, game inj dapat dikatakan sebagai definisi dari "spin-on", genre adaptasi yang sangat merangkul kisah dan sistem dari Breath of the Wild untuk memberikan para penggemar sebuah pengalaman yang unik dan memukau. Saya belum pernah sebelumnya ketagihan game musou, diluar aspek narasi dan meski dengan beberapa kekurangannya, Age kf Calamity merupakan game menyenangkan yang tidak akan bosan dimainkan untuk lebih dari 50 jam dan bisa menjadi pengisi waktu hingga hadirnya Breath of the Wild 2.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan
08 Gamereactor Indonesia
8 / 10
+
Grafis dan presentasi yang menakjubkan, banyaknya konten dan variasi, mekanika BotW yang telah diintegrasikan dengan baik memberikan hasil yang memikat, dan karakter yang menyenangkan.
-
Adanya penurunan performa, tidak ada co-op online, beberapa momen konyol/aneh.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.