Gamereactor Indonesia. Tonton trailer video game terbaru dan interview dari konvensi gaming terbesar di dunia. Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Gamereactor
review
Grid Legends

Grid Legends

Grid Legends adalah sebuah game racing arcade yang yah... lumayan.

HQ
HQ

Saat saya akhirnya bisa menjajal Grid Legends dan story mode-nya sebulan lalu, saya sama sekali tidak terkesan. Memang, grafisnya lumayan bagus, namun kontrol setir dan rasa mobilnya tidak sama sekali. Semua terasa penuh sentakan, yang benar-benar mengecewakan. Rasanya seperti sedang bermain bom-bom-car di taman hiburan dan terus-menerus ditabrak oleh orang.

Maju ke sebulan setelahnya, dan kode untuk mereview pun tiba di pangkuan saya. Saya tidak terlalu bersemangat saat itu, dan berpikir bahwa saya akan harus menderita lagi selama beberapa jam. Namun, yang mengagetkan, Codemasters telah banyak memperbaiki game ini dari pertama kali saya mencobanya. Memang, rasa menyetirnya masih belum seperti seharusnya dan tidak sedekat Forza Horizon 5 misalnya, namun masalah-masalah terbesar dari build preview telah diatasi. Masalah yang tertinggal hanyalah bahwa menyetir di sini masih tidak menyenangkan. Game ini tidak cukup realistis untuk memberikan saya rasa simulasi balap, namun dibilang semenyenangkan game balap arcade juga tidak.

Ada satu yang tidak saya mengerti, dan itu adalah mengapa Codemasters bisa berhasil di detail-detail kecil namun di saat yang sama gagal menangani yang penting-penting lainnya. Mereka telah berhasil membuat para penonton yang berada di sisi trek dengan sangat bagus. Penonton di sini tidak terasa se-statis beberapa game lain, namun ada juga yang mencondongkan badan melewati pembatas untuk menyoraki para pembalap. Inilah hal-hal kecil yang membuat saya senang.

Ini adalah iklan:
Grid Legends
Grid LegendsGrid LegendsGrid Legends

Namun, di saat yang sama, Codemasters telah gagal dalam hal-hal lain, misalnya soal cipratan air yang mengenai mobil saat kamu sedang menyetir di bawah hujan. Jika kamu berada tepat di belakang mobil lain saat hujan, kamu tidak akan melihat air lebih banyak di kaca depan jika kamu memilih untuk menyetir dengan sudut kamera kokpit. Malahan, air ini hampir tidak terasa sama sekali. Menyetir melewati genangan air juga tidak membuat perbedaan—sama sekali. Dan saya juga kecewa dengan bagaimana rasanya saat saya menyetir di atas salju. Di sisi jalan memang ada salju, namun salju yang turun tidak pernah lebih dari beberapa keping saja yang perlahan turun ke jalan. Menyetir di atas salju juga tidak akan membuat ban meninggalkan jejak, seperti game balap dari tahun 2003. Rasanya sedih, padahal cuacanya yang berbeda-beda (cerah, berawan, badai, atau salju) terlihat bagus sekali. Hujannya bagus, salju di pinggir jalan terlihat bagus, namun ada sedikit yang kurang.

Area dimana Codemasters patut mendapat pujian adalah bagaimana mereka telah mendesain beragam trek-nya. Kita mendapat 22 trek berbeda, dan banyak yang punya varian yang berbeda-beda pula (lebih dari 130). Trek-trek di kota-lah yang paling membuat saya terkesan. Tempat-tempat seperti London, Moskow, Paris, dan Chicago telah dibuat dengan sangat baik. Jika kamu pernah mengunjungi kota-kota ini, kamu akan langsung mengenalinya sendiri. "Aku pernah berjalan di situ!", "Jalan Oxford, sekarang aku jadi ingin belanja di Primark", dan "Lihat, Golden Gate Bridge!" mungkin adalah beberapa yang melintas di pikiran orang-orang.

Ini adalah iklan:

Ditambah lagi, versi trek-trek kota yang berbeda-beda cukup berbeda pula satu sama lain, dan tidak terasa seperti saya sedang menjalani versi trek yang sama namun lebih pendek. Dua balapan berturut-turut di story mode di Moskow, dan kedua treknya amat berbeda satu sama lain. Dan mungkin di situlah para pengembangnya telah menaruh 90% usaha mereka, di story mode. Mereka telah membuat story mode yang bagus sekali di "Braking Point" di F1 2021, dan telah mencoba menggunakan tongkat sihir mereka juga di sini. Alih-alih menggunakan karakter yang dibuat komputer, mereka memilih untuk berinvestasi di aktor sungguhan, yang diatur seperti dokumenter yang sedramatis "Drive to Survive" di Netflix. Semuanya dimulai dengan tabrakan besar, dengan karakter saya terlibat di dalamnya, dan waktu diputar balik untuk menunjukkan apa saja yang terjadi sebelum kita mencapai titik ini. Dari seorang yang bukan siapa-siapa, yang mendapat kontrak dengan Seneca Racing hanya beberapa hari sebelum premiere karena pengemudi kedua mereka memutuskan untuk keluar. Seneca adalah sebuah tim yang sedang berada dalam masalah besar, namun semua berubah saat Driver 22, begitu ia disebut, datang ke arena.

Grid Legends
Grid LegendsGrid LegendsGrid LegendsGrid Legends

Namun, masalah muncul dari waktu ke waktu, dan ceritanya sendiri lumayan. Sayangnya, saya sedikit kesulitan merasa terlibat dalam ceritanya. Di F1 2021 kita bermain sebagai seorang pembalap dengan karakter dan kepribadian yang jelas. Driver 22 tidak pernah terlihat. Ia tidak pernah bicara. Tidak pernah juga menunjukkan wajahnya. Sulit merasakan apapun untuk karakter seperti ini. Aktor-aktornya secara umum bekerja dengan sangat baik, namun ke-36 bab ceritanya tidak pernah mencapai kualitas selevel Breaking Point.

Jika kamu ingin memainkan sesuatu yang lain, ada juga career mode. Kontennya bagus dengan bermacam-macam tipe kompetisi, dari mobil listrik hingga mobil touring. Kita mulai di level pemula, dan ada delapan kategori berbeda. Rampungkan cukup banyak tujuan untuk naik ke Semi-pro, lalu Pro, dan seterusnya dalam lebih dari 250 event karir. Namun, rasanya hanya seperti balapan dan balapan dan balapan lagi, tanpa ada kepribadian. Saya tahu pasti akan banyak yang menyukai hal ini, namun saya akan senang melihat lebih lagi dari ini. Kamu bisa membuat logo dan tampilan mobil sendiri untuk tim balapmu.

Namun, menggunakan tampilan ini dengan decal dan warna di semua mobil tidak bisa dilakukan, dan saya harus mengganti tampilan mobilnya satu persatu secara manual. Mode multiplayer terdiri dari hingga 22 pembalap yang bermain bersama, dan kamu bisa membuat balapmu sendiri, jika tidak ingin memasuki lobi. 99 putaran Strada Alpina di tengah salju? Tentu saja bisa. Teman-temanmu juga bisa ikut dan balapan bersamamu di mode karir, dengan fitur hop-in. Malahan, kita juga seharusnya bisa langsung melompat ke tengah balapan yang sedang dijalankan temanmu. Apakah kamu melihat seorang teman yang sedang online dan merasa bahwa mereka perlu saingan baru? Kamu bisa melompat ke tengah-tengah balapan dan mengambil alih seorang pembalap yang dikontrol oleh komputer. Multiplayer-nya juga seharusnya bisa dilakukan lintas platform.

Grid Legends telah menjadi lebih baik hanya dalam waktu sebulan, dan fakta ini saja sudah cukup mengesankan. Namun pertanyaannya adalah, apakah saya akan menyadarinya jika saya baru bermain sekarang dan sebelumnya tidak pernah. Mungkin saya akan berpikir bahwa game ini secara keseluruhan biasa saja, dengan beberapa bagian yang benar-benar bagus, namun rasa menyetirnya tidak cukup bagus untuk membuat saya bisa berlama-lama memainkan game ini. Pada akhirnya: Codemasters seharusnya jauh lebih baik dari ini.

HQ
06 Gamereactor Indonesia
6 / 10
+
Pemandangannya bagus. Story mode yang solid. Banyak variasi mobil dan kelas mobil
-
Rasa menyetir dan fisisnya biasa saja. Efek cuaca yang basi dan terasa tua. AI yang membosankan. Kurang variasi di career mode.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait

0
Grid LegendsScore

Grid Legends

REVIEW. Ditulis oleh Claus Larsen

Grid Legends adalah sebuah game racing arcade yang yah... lumayan.

0
Grid Legends - Preview Akhir

Grid Legends - Preview Akhir

PREVIEW. Ditulis oleh Johan Vahlström

Menjelang peluncurannya dalam beberapa minggu ke depan, mari kita melihat kembali game balapan milik Codemasters yang akan datang.

0
Grid Legends - Ulasan pratinjau

Grid Legends - Ulasan pratinjau

PREVIEW. Ditulis oleh David Caballero

Codemasters yang kini berada di bawah bendera EA berniat menyelesaikan setidaknya dua dari tiga masalah utama dari Grid 2019



Loading next content