Skip to main content
Gamereactor Review Gears Tactics
Review Gears Tactics

Gears Tactics (Xbox Series X)

Kami menguji Gears Tactics versi Xbox Series X. Apakah sebagus versi PC?
Jonas Mäki 5 November 2020

Baru enam bulan yang lalu semenjak saya mengulas Gears Tactics, yang dirilis untuk PC pada bulan April. Pada saat itu, banyak yang mempertanyakan edisi Xbox yang akhirnya dapat kita coba. Kami pun mencoba apakah ini sesuai harapan seperti di PC.

Perbedaan yang paling jelas tentunya versi ini dimainkan dengan menggunakan kontroler, sementara di PC dimainkan menggunakan mouse dan keyboard (meski ada opsi kontroler juga). Yang kedua biasanya digunakan sebagai perlengkapan lebih superior untuk game strategi terutama jika dimainkan real time, namun dengan berkembangnya area ini, semakin banyak game dan genre yang cocok untuk konsol.

Disinilah hadirnya Gears Tactic. Jika kamu belum mengenal game ini. ini adalah sebuah game dengan inspirasi dari Xcom namun perbedaannya adalah kamu tidak hanya menggerakkan karaktermu sesuai grid, namun kamu harus menguasai satu medan perang. Tiap karakter mendapatkan tiga aksi untuk didistribusikan sebaik mungkin, di mana berjalan membutuhkan sebuah aksi dan berjalan lebih jauh akan membutuhkan dua aksi, dengan tiga aksi kamu dapat berjalan dengan sangat jauh namun tidak akan dapat menembak atau melakukan apapun lagi. Kamu juga bisa memilih untuk tidak berjalan dan menembak tiga kali. Tinggal disesuaikan dengan kebutuhan pertarungan.

Dalam Gears Tactics untuk Xbox Series X, resolusi 4K dan 60fps telah dijanjikan sedari awal. Dan karena game strategi ini relatif zoom out, hardware tidak diberatkan, dan The Coalition serta Splash Damage masih memegang janji mereka. Namun pengaturan awal akan menayangkan cuplikan-cuplikan dalam 30fps karena lebih terlihat sinematik. Kamu tetap bisa mengaturnya menjadi 60fps yang dapat bekerja dengan baik. Saya mengerti maksud perusahaan dengan mengaturnya seperti itu agar terlihat lebih seperti game daripada film sehingga saya atur ulang seperti awal.

Level-level didesain cukup panjang hingga terasa seperti petualangan mini dengan tujuan jelas. Kamu akan memulai dengan melihat sedikit bagian dari tiap levelnya, yang kamu nantinya bisa menemukan rahasia-rahasia di pinggiran. Musuh dapat muncul di tempat yang tidak disangka dan dapat muncul dari langit seperti Halo. Bisa dimengerti bahwa ini adalah cara untuk membuat level lebih sulit ditebak, namun cukup disayangkan sedikit terlalu acak, bisa saja sebuah grup Locust datang dan menyabotase idemu dengan tiba-tiba mendatangi pasukan Gear yang sudah terpisah sendirian untuk sebuah strategi. Saya juga merasa manajemen mikro dan penyesuaian prajurit di antara level tidak benar-benar bermanfaat. Seandainya saja hal ini lebih memiliki fungsi yang signifikan.

Kontroler bekerja dengan mulus, tombol bahu digunakan untuk memilih pasukan dan D-pad untuk menentukan aksi. Namun untuk pilihan utama seperti menembak, memiliki memiliki jalan pintas untuk mempercepat prosedur. Jika dapat memilih, menggunakan keyboard dan mouse masih terasa lebih mulus, namun untuk keseluruhan genre, ini tidak mempengaruhi pengalaman bermain secara besar. Untuk game dalam paket HUD juga memiliki antarmuka yang disesuaikan untuk bekerja baik di TV.

Selain kamu dapat menggerakkan pasukanmu di seluruh penjuru medan perang, Gears Tactics juga bergantung pada sistem combo. Setelah mencobanya di PC, saya sekarang bermain di Xbox Series X dengan tingkat kesulitan lebih tinggi dan harus saya puji betapa cerdasnya sistem ini. Dengan bermain Gears Tactics yang membawa kembali Gears of War (dengan banyaknya pertarungan jarak dekat dan finisher mematikan), kamu dapat memberikan karaktermu aksi tambahan untuk mencapai hasil lebih tiap rondenya. Dengan adanya Jack sang asisten robot sebagai karakter yang dapat dimainkan, kamu memiliki kesempatan strategis lebih seperti mengambil alih musuh dan mengendalikannya.

Secara keseluruhan, cukul cepat untuk saya terlarut ke dalam Gears Tactics dan membanth Gabe Diaz (beserta rambut Eurovisionnya) dan Sid Redburn yang kuat (yang sepertinya memakan besi) berjuang menuju bos yang luar biasa jahat, Ukkon. Sama mengasyikkannya bermain di TV menggunakan kontroler dengan bermain di PC enam bulan lalu. Game ini memiliki boss terjahat dalam dunia game strategi, dan ini waktunya kamu untuk memainkannya jika belum pernah sebelumnya

8
Bagus dari 10 · Gamereactor Asia
Kelebihan Desain bagus, pertarungan sengit, tantangan bagus, penampilan dan suara apik, cerita yang ditulis dengan baik, berjalan mulus di konsol baru, dioptimalkan untuk kontrol konsol.
Kekurangan Mouse dan keyboard masih akan menjadi cara yang lebih baik untuk mengontrol manajemen mikro yang membosankan.
Skor jaringan Rata-rata dari 9 edisi Gamereactor
8.0
Gamereactor 8
Gamereactor Norge 8
Gamereactor Deutschland 8
Gamereactor España 8
Gamereactor France 8
Gamereactor Italia 8
Gamereactor Portugal 8
Gamereactor Polska 8
Gamereactor Asia 8
Editor Sweden Jonas Mäki has written for Gamereactor since 2002, becoming an editor in 2007. He covers the video game industry across news, releases and the business side, with a particular interest in sales figures and where the industry is heading.
Profil lengkap Penulis Gamereactor sejak 2007 · 8,852 artikel diterbitkan
8
Bagus Skor jaringan dari 9 edisi
Fakta gim
Developer Splash Damage
Publisher Microsoft Studios
Tanggal rilis 28 April 2020
Genre Strategy
Platform
PC Xbox One Xbox Series X
Mengapa memercayai Gamereactor
23 Edisi Masing-masing dengan redaksi dan penilaiannya sendiri.
1998 Terbit sejak Dimiliki secara independen sepanjang waktu itu.
100% Dimainkan langsung Ditulis dari waktu bersama gamenya, bukan dari materi pers.
1–10 Skor jaringan Nilai setiap edisi, dirata-ratakan dan ditampilkan.