Sebuah studi baru dari Niko Partners telah menyimpulkan bahwa gamer di Greater Southeast Asia (GSEA atau Asia Tenggara dan sekitarnya) sangat tertarik pada esport. 60% dari mereka tertarik akan gaming kompetitif dan 42% masuk dalam segmen 'competitive arena gamers', yang pada umumnya berumu 12 hingga 23 tahun.
Laporan ini juga mengklaim bahwa mayoritas dari pemain di region Asia Tenggara berinteraksi dengan esport, di mana segmen competitive arena gamer menghabiskan uang paling banyak di game yang mereka mainkan (USD15,8 atau sekitar Rp223 ribu per bulan untuk game PC rata-rata dan USD10,1 atau sekitar Rp142 ribu untuk game mobile).
Segmen 'fantasy arena gamer' memiliki persentase gamer perempuan terbanyak. Game dari segmen ini didoring oleh completion (penyelesaian) dan competition (kompetisi).
Hasil ini tak begitu mengagetkan mengingat popularitas dari game seperti Dota 2, Arena of Valor, dan Mobile Legends di region ini. Bakat-bakat dari negara-negara Asia Tenggara pun telah muncul di kompetisi level internasional. Tapi tentu saja statistik ini akan semakin mengukuhkan animo gamer region ini akan kesukaan mereka terhadap esport.