Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
review
Destiny 2

Destiny 2: Forsaken

Apakah Forsaken akan membuat Destiny 2 berjaya kembali?

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Ini adalah sebuah tahun yang tidak menentu bagi Destiny 2. Game dasarnya cukup bagus, dipoles dengan baik dan berisi desain Bungie yang hebat seperti biasanya. Akan tetapi, dua bulan kemudian terungkap bahwa game ini tidak terlalu dalam, dan banyak hal yang telah membuat kita tertarik pada awalnya diganti dengan sistem dangkal dengan pengalaman keseluruhan yang biasa saja. Sebagai tambahan, ekspansi pertamanya (Curse of Osiris) menurut kami sedang-sedang saja, dan pada waktu itu Bungie telah membiarkan para gamer bertanya-tanya mengenai bagaimana cara kerja experience points di game tersebut, diduga supaya mereka bisa menjual barang-barang dalam transaksi mikro kepada kita. Bungie telah berusaha memperbaiki hal tersebut dan menyatakan bahwa sudah saatnya mendengarkan fans dan ketika ekspansi yang kedua (Warmind) dirilis, sepertinya mereka sudah kembali ke jalur yang benar. Setahun setelah Destiny 2 dirilis, sekarang hadir Forsaken.

Semua orang menyukai sebuah comeback yang bagus, di mana sebuah game dirilis dan mendapatkan tanggapan yang beragam lalu mengembangkan dirinya menjadi sebuah game yang hebat. Rainbow Six: Siege adalah salah satu contohnya, dan Destiny yang pertama adalah yang lainnya. Pertanyaannya adalah, bagaimana Bungie bisa melakukan hal yang sama sekali lagi? Kami sepenuhnya mengerti jika kamu mungkin tidak siap untuk memberikan kepercayaan yang kedua kalinya kepada studio ini, ketika mereka berjalan begitu saja tanpa memberikan penghargaan terhadap waktu yang telah diberikan oleh para gamer. Tetapi jika kamu masih setia, kamu bisa merasa senang karena Forsaken 2 sebenarnya cukup bagus. Kami sudah memainkannya selama lebih dari satu minggu, diperkirakan secara keseluruhan sekitar 85 jam untuk review ini. Review di bawah ini mencerminkan pengalaman yang kami dapatkan mulai dari misi pertama sampai terakhir. Kami memang belum melihat semuanya (contohnya the raid yang dirilis pada akhir minggu ini) dan rahasia-rahasia terus bermunculan di dunia game ini. Akan tetapi, kami merasa yakin akan pengalaman yang diberikan oleh game ini secara keseluruhan dan ketika lebih banyak lagi konten yang muncul, tidak akan begitu memengaruhi nilai dari game ini secara negatif.

Destiny 2

Pada saat ini, kebanyakan gamers telah mengenal apa itu Forsaken. Gunslinger favorit fans, Cayde-6 tewas dalam misi pertama, dibunuh oleh Uldren Sov, dan game ini pun kemudian berjalan seperti sebuah film koboi lama yang dibintangi Clint Eastwood. Tidak banyak yang bisa diceritakan mengenai hal itu, sebuah jalan cerita yang padat yang dibangun dengan sederhana. Walaupun kedengarannya tidak begitu menarik, sebenarnya cukup lumayan. Biasanya, masa depan dari tata surya terancam oleh dewa-dewa luar angkasa dan ras-ras dari dunia luar yang murka. Motivasi dalam cerita ini lebih pribadi, dekat di hati, dan hasilnya, investasi yang telah diberikan terasa lebih sepadan. Bungie berhasil menciptakan sebuah cerita dengan batasan-batasan yang jelas, motif, dan karakter-karakter yang baik bagi kamu yang telah memainkan Destiny sejak tahun 2014 atau kamu yang baru saja mulai memainkannya.

Tentu saja tujuan utama dari game ini adalah melakukan balas dendam terhadap Uldren yang telah menjadi otak pelarian massal dari Prison of Elders, di mana sampah-sampah masyarakat dari seluruh alam semesta dikurung di balik jeruji. Untuk mendapatkan Uldren, kamu harus terlebih dahulu melewati orang-orang di sekitarnya, yaitu para Baron, dan inilah yang menjadi dasar campaign dari game ini. Jumlah mereka seluruhnya ada delapan orang, dan segera setelah intronya selesai, kamu bisa memburu mereka dengan urutan yang kamu sukai. Secara struktural, ini terasa lebih baik daripada campaign yang lebih linier dari game asalnya walaupun petualangannya mengikuti alur yang mengharuskanmu mencapai tingkatan kekuatan tertentu, dan ini terasa lebih terbuka.

Bagian terbaik dari setup ini adalah kami mendapatkan delapan buah misi yang sangat beragam, terutama jika kita membandingkannya dengan jalannya misi-misi yang biasa ada Destiny. Para baron memiliki kepribadian mereka masing-masing yang membuat pertempuran terasa unik. Sebagai contoh, Trickster suka menaruh jebakan dalam bentuk engram yang biasanya mengandung loot. Di samping the barons, ada juga musuh tipe baru yang disebut Scorn. Mereka masih merupakan tipe lain dari Fallen, walaupun masih cukup bisa dibedakan dan masih terasa baru.

Sebagai penambah suasana, ada juga cutscenes yang cantik yang kami anggap luar biasa dan membantu baik itu karakter-karakternya, dan juga dunia gamenya. Bungie berhasil menangkap detail-detail kecil dari permainan dan pemisahan antara gameplay dan adegan-adegan yang tampak mulus. Melihat Cayde-6 melakukan double jump dan mengaktifkan kekuatan supernya cukup untuk bisa membuat para gamers Destiny tersenyum. Rasanya seperti pada akhirnya Bungie mulai menemukan cara untuk membangun campaign dan narasinya sementara di lain pihak mempertahankan perasaan yang didapat dari sebuah dunia game yang terbuka dan aktif, dan kami berharap mereka terus mengembangkan konten untuk masa yang akan datang dengan cara seperti ini.

Destiny 2

Campaign dari game ini berfokus pada dua destinasi baru. The Tangled Shore (gamer lama pasti akan mengingat The Reef) dan the Awoken's Residence, atau dikenal juga dengan nama the Dreaming City. Cerita dan pengejaran dari the barons sebagian besarnya berlatar di The Tangled Shore, dan itu adalah sebuah lokasi yang hebat, dibangun dari sampah-sampah luar angkasa dan asteroid yang disatukan menggunakan rantai-rantai yang besar dan dipenuhi oleh gua-gua rahasia dan plato-plato yang tandus. Terasa seperti dunia Wild West zaman dulu, dan dengan langit berwarna ungu yang cantik, itu adalah sebuah destinasi yang mengesankan untuk dijelajahi. Ada juga karakter-karakter yang baru dan yang muncul kembali, seperti the Spider dan Petra Venj yang bisa berinteraksi denganmu. Kemudian ketika Campaign dari game ini mendekati akhir, sudah waktunya untuk menuju ke gerbang the Dreaming City, dan pada waktu pertama kami menginjakkan kaki kami di tempat ini, kami hampir pingsan. Ini mungkin sebuah landscape yang paling keren yang pernah diciptakan Bungie. Terbaik.

Nama dari kota itu sendiri menceritakan sesuatu kepadamu; itu adalah sebuah tempat yang dipenuhi mimpi yang terinspirasi oleh cerita-cerita fantasi seperti Lords of the Rings - tetapi dengan balutan luar angkasa dan alien-alien, bukan para hobbit dan cincin emas. Berjalan-jalan di dalamnya dan mencari lapisan demi lapisan rahasia yang siap untuk diungkap adalah petualangan tersendiri (tetapi kami tidak akan memberikan spoiler - the Dreaming City dibuat untuk kamu rasakan secara langsung). Tetapi ketahuilah bahwa akan ada banyak rahasia untuk diungkapkan, kegiatan yang menantang untuk ditaklukan, dan kucing-kucing yang aneh di mana-mana. Campaign ini memang bisa lebih panjang, tetapi beberapa elemen ceritanya akan berlanjut ke the raid. Tetapi tetap saja beberapa misi tambahan tidak akan merusak ekspansi sebesar ini. Sebagai tambahan dari campaign itu sendiri, ada beberapa strikes (tugas untuk tiga orang) yang baru, termasuk yang terbaik yang pernah diciptakan oleh Bungie: The Warden of Nothing. Misi ini benar-benar brilian dalam hal bagaimana studio ini menghormati para gamer lamanya, memberikan kami nostalgia melalui sebuah petualangan yang terasa nyata dari awal sampai akhir.

Destiny 2