Indonesia
Gamereactor
review
Back 4 Blood

Back 4 Blood

Apakah Turtle Rock memiliki suatu hal yang baru untuk ditambahkan ke dalam game shooter zombie ini?

HQ
HQ

Meskipun saya hanya memainkan Back 4 Blood untuk dua puluh jam, saya dapat mengatakan bahwa tidak banyak game yang memberikan momen yang mengesankan. Sering kali begitu karakter saya sudah mati dan detak jantung sudah berada pada 180 detakan, namun akhirnya mengembalikan keadaan setelah seseorang berhasil selamat dari keadaan terpojok, mengalahkan bos, dan menghidupkan kembali seluruh tim.

Inilah alasannya, bahkan di saat ini, saya tidak ingin menuliskan ulasan hanya untuk kembali bermain Back 4 Blood bersama teman-teman. Disebut sebagai penerus spiritual dari Left 4 Dead dengan konsep yang sama dan developer yang sama pula, ditambah dengan banyak ide unik dan gameplay yang sangat menarik. Sebuah aspek yang penting dalam game zombie karena tentunya akan banyak sekali mayat hidup yang dibasmi, yang di sini disebut sebagai Ridden (dalam rangka apa dengan banyaknya dunia zombie yang harus menamakan zombie mereka sendiri?)

Fakta bahwa Turtle Rock berhasil menghadirkan gameplay membuat pembasmian zombie menjadi menyenangkan menggunakan kapak, membakar mereka dengan bom Molotov, serta melubangi mereka dengan berbagai senjata api. Membunuh kembali para mayat hidup selalu memuaskan, meskipun Back 4 Blood tidak pernah seperti genre lainnya yang berlumuran darah, pertarungan pun hadir dalam berbagai cara dengan banyak tipe musuh dan tugas untuk diselesaikan. Namun sebelum membunuh siapapun, kamu harus mengakrabkan diri dengan apa yang paling disenangi dalam hub dunia game ini.

Di sini kita bisa memilih karakter untuk dimainkan, mengatur tampilan mereka, mengulik senjata dan tentunya mengatur dek kartu. Berbeda dengan Left 4 Dead, terdapat sistem progres yang akan membantu kita dalam level. Kita juga akan membutuhkan banyaknya kartu bagus karena stage dihadirkan seperti roguelike dengan tantangan baru yang membuat kita tidak pernah tahu apa yang akan kita hadapi. Dari hal yang sederhana seperti menjaga semua orang untuk bertahan hidup hingga musuh yang lebih sulit membuat kita sangat-sangat kewalahan. Sangat penting dan menarik untuk memainkan kartu kita sendiri untuk menghadapi tantangan yang ada, seperti memberikan health untuk tim, tempat peluru yang lebih besar, hingga serangan yang lebih kuat.

Kemampuan untuk menggunakan kartu membuat permainan menyenangkan dan beragam, dan sebuah hal yang seru untuk membahasnya dalam tim untuk kondisi yang maksimal. Memang ada beberapa pendapat negatif terhadap sistem kartu ini, namun tidak terbayangkan bagaimana jadinya Back 4 Blood tanpanya, sebuah hal menyegarkan yang mengikat game ini dan memberikan kita hadiah pada akhir tiap ronde.

Tiap stage berdurasi sangat lama (setidaknya dua jam) dan beragam sehingga terasa seperti petualangan mini yang kohesif. Selama permainan, kita akan dipertemukan dengan beberapa tempat aman untuk beristirahat, membeli peralatan penting, senjata, peluru, dan lainnya sebelum melanjutkan perjalanan dengan membuka pintu berbeda. Berkat sistem kartu, stage tidak pernah sama dan strategi yang digunakan sebelumnya belum tentu sesuai untuk yang berikutnya.

Back 4 Blood

Sayangnya, sistem ini belum disempurnakan, dan tantangan kadang tidak seimbang. Di awal, bisa saja kita mendapatkan misi yang hampir tidak memungkinkan, namun berikutnya begitu mudah hingga terasa membosankan. Pemantauan lebih sepertinya dibutuhkan meski ini bukanlah masalah besar, game biasanya menjadi lebih menyenangkan dengan tantangan yang meningkat terus menerus tanpa melejit dari 0 hingga 100 - atau sebaliknya, dari 100 ke 0. Sebaliknya, fakta bahwa delapan karakter yang tersedia juga memiliki karakteristik unik yang membuat game tetap menarik, dengan bermacam konstelasi untuk bereksperimen dan mendapatkan sinergi.

Selain itu, Turtle Rock menggunakan konsep ini dengan cara yang begitu kreatif yang membuang premisnya. Ini termasuk membangun barikade atau stealth, yang membantu permainan terus terasa menyegarkan. Perlu disebutkan juga adanya seksi dengan jukebox, yang diprediksi akan menjadi kultus klasik di beberapa tahun ke depan. Ada pula bos yang saya rasa kurang begitu berkesan, meskipun tidak buruk.

Saya memainkan versi Xbox Series X untuk ulasan ini dan PC dalam beta, dan berasa Turtle Rock menawarkan sebuah game yang terlihat menarik dengan Back 4 Blood. Visual yang kuat, dunia yang rapi dan terasa nyata dengan penggunaan pembatas yang pintar melainkan dinding kasat mata. Banyak variasi lingkungan sekitar yang menjadi nilai plus dalam game multiplayer yang didesain untuk dimainkan berulang-ulang. Dengan audio yang penuh efek, ledakan besar, dan suara surround yang bagus.

Tapi tidak semuanya sesuai standar, sayangnya Back 4 Blood benar-benar sebuah game multiplayer, meskipun Turtle Rock membesar-besarkan fakta bahwa ame ini juga bisa dimainkan sendiri. Memang bisa, namun tidak menyenangkan. Tidak adanya sistem untuk meningkatkan level dek kita, ataupun menyimpan status atau mendapatkan Achievements/trofi. Lebih buruknya lagi, anggota tim yang payah, berupa AI yang tidak terasa pintar. Bersiaplah untuk pasrah atas keputusan yang mereka buat.

Untuk saya, ini tidak terlalu menjadi masalah, karena Back 4 Blood memang game multiplayer yang diperuntukkan untuk dimainkan bersama teman, namun perlu diingat bahwa ini bukanlah game yang direkomendasikan jika kamu memang berniat untuk memainkannya sendiri. Lebih lagi, Back 4 Blood sangatlah sulit pada dua tingkat kesulitan teratas. Sangat-sangat sulit. Sehingga sangat membantu untuk memiliki rekan main.

Secara keseluruhan, menurut saya Back 4 Blood merupakan penerus yang pantas untuk Left 4 Dead. Dengan segalanya yang membuat game ini bagus dan lebih lagi, digabung dengan gameplay modern dan nilai produksi yang mewah. Tiap ronde dipenuhi dengan momen berkesan yang akan membuatmu dan rekanmu tertawa dan seringkali sangat seru. Memang belum sempurna, dan diharapkan Turtle Rock mengawasi ketidak seimbangan dari tingkat kesulitan dan mode single player. Namun jika kamu sekedar ingin bermain bersama teman, tidak banyak yang lebih baik dari ini, apalagi dengan fakta game ini tersedia dalam Xbox Game Pass.

Back 4 BloodBack 4 Blood
Back 4 Blood
08 Gamereactor Indonesia
8 / 10
+
Multiplayer yang menakjubkan, suara yang mengagumkan dan grafis yang menarik.
-
Tingkat kesulitan yang tidak seimbang, singleplayer terasa tidak begitu berarti.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait

Back 4 BloodScore

Back 4 Blood

REVIEW. Ditulis oleh Jonas Mäki

Apakah Turtle Rock memiliki suatu hal yang baru untuk ditambahkan ke dalam game shooter zombie ini?



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.