Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
teks gadget

Asus ROG Zephyrus S (2019)

Asus Zephyrus telah di-upgrade besar-besaran. Kami telah mencoba dan memberikan nilai untuknya.

Ketika melihatnya sekilas, perbedaan yang paling terasa pada Zephyrus yang baru ini adalah display-nya, bukan G-sync maupun seluruh fitur teknologinya. Tetapi, itu adalah bezel tipisnya yang sangat menarik perhatian sebagai sebuah perbaikan besar untuk panel 17,3" 144Hz yang dimilikinya. Untuk sebuah alasan yang tidak diketahui, para desainernya pergi lebih awal untuk makan siang dan menyerahkan pembuatan bagian bagian bawah dari layarnya kepada para pegawai magang, dan menghasilkan bezel bagian dagu yang sangat besar yang tidak begitu menyatu dengan desain keseluruhannya. Hal tersebut sangat disayangkan sekali karena frame 6,9 mm di sekitar displaynya terlihat hebat, dan menampilkan layar sRGB 3ms, 100% dengan tepat. Display yang cepat dan jangkauan warna sRGB yang penuh sepertinya telah menjadi standar de facto, dan hal tersebut adalah sebuah evolusi yang sangat baik.

Hal yang baru adalah validasi Pantone untuk display, sebuah standar yang paling dikenal dalam industri printing, tetapi dengan demikian juga merupakan standar yang telah memiliki beberapa sertifikasi dalam ruang hardware yang akan dilampaui. Mungkin terdengar membosankan, tetapi kami menganggapnya meyakinkan bahwa beberapa brand benar-benar peduli mengenai warna-warna yang akurat dan sebuah display yang mengikuti standar industri. Pihak marketingnya juga menyebutkan "Content Creators" sebagai klien potensial, yang cukup masuk akal, tetapi kemudian sebuah RTX 2080 sepertinya terlalu berlebihan untuk sebuah 1080p.

Untuk menjaga bezelnya tetap tipis, sebuah webcam kecil namun mudah dipasangkan yang mampu merekam dalam 1080p pada 60 FPS hadir bersama dengan laptop ini. Sebuah pemikiran yang hebat. Kami tidak akan menggunakannya dalam berbagai kesempatan, dan kami tidak menggunakannya selama pengujian, tetapi bagi orang-orang yang membutuhkannya, ini adalah sebuah solusi yang fantastis.

Asus ROG Zephyrus S (2019)

Asus telah bersusah payah menjejalkan sebuah display berukuran 17" ke dalam sasis untuk layar berukuran 15", dan mungkin berhasil lebih baik daripada ekspektasi orang-orang. Tetapi untuk tas dan tas pelindung, laptop ini bisa masuk, dan itu kemungkinan disebabkan oleh ketebalannya yang sangat tipis yaitu 1,87 cm, dan tidak lebih lebar daripada apa yang diperlukan. Sasisnya untuk kali ini tidak terbuat dari alumunium, tetapi dari logam magnesium untuk meningkatkan kekuatannya. Kemungkinan lebih beracun untuk diproduksi, tetapi ditujukan untuk mencoba sesuatu yang berbeda.

Ada mode-mode baterai yang terpisah, mode dengan penghemat baterai disebut "Optimus", dan sementara dia memberikan umur baterai yang sedikit lebih panjang, kami masih berpendapat bahwa Asus telah melewatkan sebuah kesempatan baik untuk setting tenaga dan overlock all-in-one. Berbicara mengenai hal tersebut, umur baterai dari laptop-laptop yang dilengkapi RTX tidaklah begitu mengesankan, dan walaupun umur baterai sepanjang tiga jam yang diberikan laptop ini tidaklah begitu mengesankan, tetapi masih hampir dua kali lipat dibandingkan apa yang diberikan kebanyakan pesaingnya (mungkin tidak lain karena sepenuhnya mematikan kartu RTX yang dimilikinya, tetapi itu benar-benar hanyalah dugaan kami). Tetapi tetap saja, kami benar benar menyukai solusi dengan satu klik.

Charging tidak hanya terbatas pada daya dari outlet yang kamu miliki, benda ini benar-benar bisa mengisi daya melalui sebuah USB-C, tetapi sebuah charger yang lebih bertenaga dari apa yang kami miliki akan membutuhkan waktu yang lama. (kami melepas chargernya dalam keadaan baterai 89%, dan yang 11% lagi membutuhkan waktu dua jam untuk terisi. Tidak ada yang memiliki waktu sebanyak itu, akan tetapi,bukan begitu seharusnya kamu mengisi daya dari sebuah laptop gaming hardcore)

Asus ROG Zephyrus S (2019)

Spek nya adalah, seperti yang diperkirakan sebuah i7 8750H, sebuah RTX 2080 Max-Q, dikombinasikan dengan Ram 24 GB (untuk sampel review) dan sebuah hard drive M.2 NVMe sebesar 1TB. Ada tiga buah USB 3.1, USB-c 3.1, HDMI 2.0 dan sebuah USB 3.1 Type-C dengan Thunderbolt dan dengan label harga sebesar £3,200 (sekitar Rp 59,5 juta).

Bagian sistem pendingin adalah kesukaan perkantoran di balik "Active Aerodynamic Sistem" yang wah, terdapat sebuah penemuan yang sederhana tetapi briliandi mana bagian bawah terbuka ketika membuka layarnya. Seluruh bagian bawah dari sasisnya membuka, sangat meningkatkan masukan udaranya. Kami tidak begitu mengerti dengan bagian aerodinamisnya, tetapi tidak diragukan lagi di sana ada efisiensi, mungkin mengganti kipas ke 12v dan bukan 5v seperti biasa juga ikut membantu. Dan ya, mereka telah menggunakan seluruh bagian atas sebagai pipa penyalur panas.

Lima buah pipa penyalur panas menyebarkan panas dari GPU, CPU, dan sistem, tetapi Asus mengklaim suhu 80 derajat sebagai sebuah tad rich. Kami mengukur sampai 88 derajat dan sebuah kasus thermal throttling, sementara GPU tidak pernah melebihi 63 derajat. Keduanya tetap berada pada 43/46 derajat dalam penggunaan biasa. Sirip-sirip dalam saluran pendingin dibuat dengan tembaga dan hanya setebal 0,1 mm dan ditempatkan sesuai dengan penggunaan, yang jauh lebih cerdik daripada kebanyakan desain yang lain.

Bahkan kipas internalnya dibuat dengan material komposit polimer, yang tidak lebih dari 83 win untuk setiap kipas, yang diklaim meningkatkan pemasukan udara sebesar 15%. Kami tidak memiliki kemampuan untuk membuktikan hal tersebut, tetapi yang pasti, mode silent sangatlah brilian, hanya mengurangi FPS sebesar 5 pada kebanyakan game, dan tidak benar-benar senyap ketika memainkan game, tetapi tingkat kebisingan suara telah jauh dikurangi jika dibandingkan dengan normal. Jika kamu tidak mempermasalahkan suhunya, kamu bisa mengatur semuanya ke tingkat maksimal, tetapi itu akan mengakibatkan tingkat kebisingan suara sebesar 47 dB. Tetapi suara yang dihasilkan oleh kipas-kipasnya secara umum dalam tingkatan yang lebih rendah daripada biasana, dan dengan demikian juga sedikit kurang menjengkelkan, dan tidak berdecit seperti seorang banshee dalam keadaan mabuk berat. Secara pribadi, kami lebih banyak menghabiskan waktu dalam mode normal, tingkat FPS yang diberikannya cukup baik, dan suhunya masih bisa diterima.

Asus ROG Zephyrus S (2019)

Software pengontrolnya disebut Armoury Crate, dan itu adalah software terbaik yang dibangun secara khusus yang kami lihat untuk waktu yang lama, semua opsi dan fitur disediakan dengan mudah dan user interface diatur dengan baik. Nilai tambah untuk hal tersebut.

Keyboard pada laptop ini, tentu saja memiliki RGB light secara individu dan dengan tipe chiclet. Mousepad berada hampir pada bagian tepi, tetapi karena ketinggian yang rendah, hal tersebut tidak begitu menjadi masalah, dan ya, dia juga memiliki sebuah tombol "switch to Numpad".

Di sini juga ada sebuah roda volume, banyak opsi dan efek surround palsu. Bukan sesuatu yang secara pribadi kami pedulikan, hal tersebut memang menyenangkan, tetapi bukanlah sesuatu yang ingin kami gunakan setiap hari. Ada beberapa opsi mikrofon yang cukup apik termasuk pengurangan suara, dan itu cukup berguna.

Tersedia juga sebuah wifi booster, tetapi dengan adanya wifi yang sangat kuat di kantor dan rumah, kami belum sempat mengujinya dengan baik.

Tes-tes Benchmarks
Total War: Warhammer 2 - FPS
Ultra: 75.8
High: 91.2
Medium: 127.6

3D Benchmark - Synthetic:
Firestrike Ultra: 4911
Firestrike Extreme: 9195
Firestrike: 15601
Time Spy Extreme: 3664
Time Spy: 8128
Port Royal: 4663

Assassins Creed Odyssey - FPS
Ultra: 61
High: 80
Medium: 85
+60 FPS Ultra on a laptop - that is actually impressive.

Middle-earth: Shadow of War - FPS
Ultra: 105
High: 125
Medium: 144

Far Cry 5 - FPS
Ultra; 81
High: 86
Medium: 89

The Division - FPS
Ultra: 99.2
High: 124
Medium: 143.3

Ini adalah laptop yang paling kuat yang pernah kami coba tahun ini dalam spek "normal" dan dengan GPU tunggal, tetapi tidak mengejutkan harganya sangat mahal. Berat dan ukurannya dipertahankan seminimal mungkin, dan sistem pendinginnya masih mampu berada di puncak performanya, sementara level suaranya berada pada tingkat terendah yang pernah kami ukur untuk waktu yang sangat lama. Kecuali kamu mengaktifkan mode Turbo, maka telinga kamu akan terpental.

Performnya fantastis, dan kami tidak keberatan memberinya nilai 10, tetapi kami memerlukan sebuah panel IPS sesungguhnya, dan bukan sebuah AHVA dimana warnanya terlalu biasa bagi kami, dan kami akan benar-benar menyukai sebuah bezel dagu yang bisa mengimbangi bagian atas dan sampingnya, dipadukan dengan temperatur inti di bawah 80 derajat. Tetapi nilai 9 yang kokoh masih merupakan sesuatu yang bisa dibanggakan.

09 Gamereactor Indonesia
9 / 10
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara


Loading next content