Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
review
Ancestors: The Humankind Odyssey

Ancestors: The Humankind Odyssey

Nasib dari spesies ini berada di tanganmu dalam petualangan evolusi dari Panache Digital Games.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Patrice Désilets mungkin bagi sebagian orang adalah nama yang asing, tetapi warisan video game yang ditinggalkannya bukanlah sesuatu yang kecil. Désilets adalah salah satu otak di balik Prince of persia: Sands of Time dan tiga game Assassin's Creed yang pertama, , sebuah rangkaian kreatif yang berakhir ketika dia dan Ubisoft mengambil jalan masing-masing di tahun 2010 setelah menyelesaikan Assassin's Creed Brotherhood.

Sejak saat itu kabar mengenai Désilets menjadi sepi. Project 1666: Amsterdam, karya pertamanya setelah bersolo karir, dibatalkan ketika THQ bangkrut di tahun 2013. Ironisnya, hak untuk proyek tersebut dibeli oleh Ubisoft, yang membatalkan semuanya dan memaksa Désilets menghabiskan tiga tahun lagi untuk mendapatkan kembali hak tersebut. tentu saja, seseorang tidak bisa menghabiskan waktu tiga tahun tanpa melakukan apa-apa selain terjebak dalam ketidak pastian hukum bersama Ubisoft, jadi Désilets menciptakan Panache Digital Games di tahun 2014 dan memulai sebuah proyek baru. Lima tahun kemudian, hasilnya bisa dimainkan dalam wujud Ancestors: The Humankind Odyssey, dan vis dari game itu sebesar dan sama ambisius seperti yang kamu harapkan dari sang director Assassin's Creed.

Sementara franchise Assassin telah membawa gamers ke sejumlah masa dan lokasi di sepanjang sejarah, game ini membawamu bahkan lebih jauh lagi kembali ke masa lalu. Dalam Ancestors: The Humankind Odyssey, kamu bermain sebagai nenek moyang dari ras manusia awal, sebelum hadirnya makhluk yang disebut Homo Sapien. Kami dibawa ke hutan yang dalam di Afrika sepuluh juta tahun yang lalu, dan objective yang kamu miliki tidak lebih dari meningkatkan kesempatan mereka untuk bertahan dan bereproduksi. Jika kamu telah menguasai mekanika game tersebut, kamu bisa membuat spesies tersebut berevolusi dengan lebih cepat daripada nenek moyang kita yang sesungguhnya. Tetapi di lain pihak, jika gagal dalam game ini, ras manusia akan punah bahkan sebelum mereka mulai lahir.

Evolusi, seperti yang mudah-mudahan kebanyakan kamu sudah mengetahui, adalah sebuah proses panjang dengan langkah yang sangat lambat (walaupun itu bukan yang diajarkan dalam Pokémon). Di lain pihak, video game dibangun dari respon-respon seketika yang bisa mempertahankan minat para pemain. Menyatukan kedua hal yang berlawanan ini ke dalam sebuah konsep pasti akan melibatkan beberapa kompromi ilmiah. Lompatan quantum dalam evolusi seperti dalam penggunaan peralatan-peralatan, berjalan dengan kedua kaki, dan komunikasi terjadi jauh lebih cepat dalam game ini daripada apa yang memungkinkan secara ilmiah, jadi menggunakan game ini sebagai dasar untuk sebuah tesis biologi mungkin bukan merupakan sebuah ide yang baik. Tetapi walaupun ilmu pengetahuan telah disesuaikan dengan dunia game, game ini masih bisa menunjukkan kepada para pemain beberapa konsep utama dibalik evolusi dengan cara yang menarik.

Ancestors: The Humankind Odyssey

Tentu saja, nenek moyang kita tidak mengetahui bagaimana cara membuat spesies ini berevolusi, yang juga merupakan filosofi utama di balik game ini. para pemain dibiarkan untuk berusaha sendiri, dan developer bahkan memulai game ini dengan menuliskan "Semoga beruntung, kami tidak akan banyak membantumu". Hal ini membuat beberapa jam pertama dalam game ini sebuah urusan yang membingungkan, di mana kamu menggaruk-garuk kepalamu dan membuat suara seperti binatang di saat mencari tahu apa yang game ini ingin kamu lakukan. Filosofi desainnya berada dalam sebuah keseimbangan yang rapuh. Di satu sisi, kami tidak ingin game ini menahan kami di sepanjang waktu, dan game-game yang mengijinkan kamu menemukan jalanmu sendiri bisa memberimu sebuah rasa ,pencapaian dan penguasaan. Di lain pihak, ini harus dilakukan dengan cara yang kreatif dan inovatif. Batasan antara kemalasan dan desain pedagogis berada pada tempat terbaik, dan dalam hal ini, developer sering berada pada sisi yang salah. Hanya sebuah hal sederhana seperti mengetahui apa saja elemen-elemen HUD, membutuhkan lebih banyak penelitian dalam menu game lebih banyak daripada yang seharusnya, dan itu bahkan ketika bermain dengan semua tutorial untuk setting awal game.

Sebagian orang mungkin mengatakan bahwa kurva pembelajaran yang tajam dan kurangnya tutorial yang baik hanya akan memperkuat premis dari sebuah game. evolusi adalah sebuah kekuatan besar yang tanpa ampun, yang hanya menyisakan yang paling mampu untuk beradaptasi untuk bisa selamat. Mungkin memang begitu keadaannya, tetapi pertanyaannya adalah, apakah ini akan berjalan dengan baik dalam sebuah video game? sebuah game tidak hanya harus kreatif dan atau mendidik; dia juga harus menyenangkan ketika dimainkan. Beberapa jam pertama dalam Ancestors rasanya jauh dari menyenangkan. Sebaliknya, rasanya cukup membuat frustasi.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan
Ancestors: The Humankind OdysseyAncestors: The Humankind Odyssey