Skip to main content
Review Gears Tactics

Gears Tactics

Ini Gears, tetapi tidak seperti yang kita kenal.
Jonas Mäki 27 April 2020

Pertanyaan yang langsung terlintas ketika Gears Tactics diumumkan adalah, kenapa tidak dari dulu? Gears of War adalah game yang mengandalkan mekanika cover dan itulah yang juga diandalkan oleh, misalnya, franchise Xcom. Dan dengan itu, saya sangat senang dengan adanya game Gears of War yang terinspirasi dari Xcom ini.

Untungnya lagi, Splash Damage membidik lebih tinggi dari apa yang saya bayangkan. Mereka benar-benar ingin membuat sesuatu yang baru dan menawarkan sebuah game strategi dengan lebih banyak peluang daripada apa yang biasa kita temukan di kategori ini. Segala hal tentang memilih untuk berjalan atau menyerang, atau berdiam diri menghabiskan gerakan dibuang. Di sini, sebagai gantinya karaktermu memiliki tiga aksi yang bisa digunakan dan kemungkinan kombinasi yang tak berujung.

Saya memang bermain board game Star Wars Armada di waktu luang dan telah mencoba Warhammer sebelumnya, dan bisa mengenal beberapa fitur dari game-game di atas. Kenapa mengunci karakter dalam grid ketika mereka bisa bergerak dengan bebas? Dna kenapa kamu hanya menembak sekali ketika kamu perlu menembak beberapa kali? Dan mungkin sepadan untuk menyeruduk masuk ke sekumpulan musuh untuk secara brutal membunuh salah satunya dengan Retro Lancer, karena itu adalah cara pasti untuk membantai setidaknya satu musuh dan memberikan rekan setimmu masing-masing sebuah aksi ekstra.

Game-game Xcom adalah fenomenal, tetapi setiap keputusan kecil di Gears Tactics memberikan jumlah pilihan yang banyak. Salah satu fitur utama adalah Overwatch, yang memungkinkan kamu untuk menyimpan aksi di ronde musuh. Tergantung dari senjatamu, kamu bisa menembak dalam area kerucut ke arah manapun. Setiap musuh yang melalui area ini akan ditembak asalkan masih ada poin aksi tersiksa.

Tetapi musuh-musuh juga cukup pintar untuk tidak memasuki area tembak itu, bahkan mereka kemungkinan dapat merespons dengan untuk memblok area tertentu. Memasuki sebuah gerbang di mana dua hingga tiga musuh mengawasi adalah bunuh diri. Jadi bagaimana? Kamu bisa menggunakan Disabling Shot (atau nantinya Intimidate) untuk membuat musuh kehilangan Overwatch mereka, atau cukup meledakkan mereka dengan sebuah granat, atau... Kira-kira begitu. Ada banyak pilihan di sini daripada game sejenis.

Bagi kamu yang ingin memaksimalkan segalanya, kamu bisa mencari tantangan dengan mengumpulkan loot yang tersebar di stage. Loot ini berisi senjata, ammo, dan aksesoris lain yang meningkatkan kemampuanmu dalam bertarung.

Akan tetapi, ada risiko tersendiri jika kamu ingin mengambil loot karena memberikan kesempatan musuh untuk menembakmu dan juga menghabiskan waktu. Semua misi memiliki sub-objektif yang terkadang terdiri dari menyelesaikan sesuatu dalam sekian giliran. Mengambil loot dan memenuhi persyaratan waktu itu adalah sebuah tantangan tersendiri.

Untuk isi loot-nya sendiri, saya sering menemukan item yang tidak begitu bermanfaat. Tentu saja, sebuah item yang meningkatkan kemungkinan critical hit sebanyak 5% cukup bagus, tetapi jujur saja hal ini tidak begitu mengubah pengalaman bermain saya dan malah menghabiskan waktu saya di menu. Meski begitu, level tree yang berisi berbagai ability berjalan dengan baik.

Sejauh ini saya hanya membicarakan tentang Gears Tactics dari perspektif gameplay. Gameplay menjadi inti dari genre ini dan cerita memang bukan kekuatannya, seperti yang bisa kita lihat pada Xcom. Namun, pada area ini Gears Tactics tetap memberikan kejutan, dengan sebuah cerita yang berada dua belas tahun sebelum Gears of War pertama. Itulah yang membedakan Tactics dengan pendahulunya, ketika Gears of War menawarkan kehidupan post-apcalyptic, Tactics menawarkan masa apocalypse itu sendiri.

Sebuah perang sedang berlangsung, di mana Gabe Diaz dan Sid Redburn dikirim untuk sebuah misi menghancurkan Ukkon. Ia adalah pemimpin dan ilmuwan yang membuat semua makhluk Locust yang bersenjata lengkap, belum lagi Brumak dan Corpser. Jadi tidak sulit untuk dipahami kenapa ia perlu dibabat dengan gergaji Lancer.

Ceritanya sendiri akan disukai para penggemar Gears of War, dengan sedikit lika-liku yang menghasilkan narasi yang menarik, ditemani oleh cutscene yang menawan. Sebagai tambahan, stage-nya seringkali panjang dan koheren, yang turut mendukung narasi.

Grafisnya secara umum sangat baik. Seringkali kamu berada di medan perang dengan kamera yang terlalu dekat untuk melihat apa yang terjadi dan layar dipenuhi oleh berbagai HUD. Tentu saja sesuai dengan genrenya. Namun, ketika kamu melakukan sesuatu yang spektakuler - seperti pembunuhan dengan gergaji, pemenggalan, dan kesadisan lainnya - maka kamera akan menampilkannya dengan sudut yang ramah penonton. Suaranya sendiri seharusnya agak lebih menendang, seri Gears of War selalu menghadirkan suara yang cocok dengan tema brutal, tetapi di sini seringkali terasa sedikit lemah.

Jika kamu menyukai Gears of War, ada banyak yang bisa kamu dapatkan dari Gears Tactics. Hal-hal yang menjadi ciri khas di seri regulernya juga ada di sini, yang artinya kamu akan bisa melemparkan granat ke Emergency Hole. Game ini juga menawarkan dialog penuh adrenalin dan kamu akan bertemu dengan bos-bos yang seolah-olah diambil dari film horor. Akan tetapi, ia tidak pernah terasa seperti sebuah game fan-service, ini adalah Gears of War sejati.

Jadi, salut untuk Splash Damage yang memiliki ambisi tinggi untuk Gears Tactics, yang tidak mengandalkan popularitas franchise ini semata. Hasilnya adalah sebuah game yang membuat setiap gerakan begitu menarik dan selalu ada berbagai pilihan dalam bermain, yang saya pikir akan memberikan pengaruh baik bagi genre ini ke depannya. Tentu, terdapat beberapa elemen yang kurang mantap, seperti musuh yang terkadang terlalu tidak terduga, tetapi ini secara keseluruhan adalah sesuatu yang bisa saya rekomendasikan bagi penggemar Gears of War dan strategi.

8
Bagus dari 10 · Gamereactor Asia
Kelebihan Visual bagus, cerita yang menyenangkan layaknya seri Gears, sistem pergerakan/aksi terimplementasi dengan baik.
Kekurangan Terlalu banyak kustomisasi membuatnya terlalu kompleks, terkadang musuh terlalu tidak bisa diprediksi.
Skor jaringan Rata-rata dari 9 edisi Gamereactor
8.0
Gamereactor 8
Gamereactor Norge 8
Gamereactor Deutschland 8
Gamereactor España 8
Gamereactor France 8
Gamereactor Italia 8
Gamereactor Portugal 8
Gamereactor Polska 8
Gamereactor Asia 8
Editor Sweden Jonas Mäki has written for Gamereactor since 2002, becoming an editor in 2007. He covers the video game industry across news, releases and the business side, with a particular interest in sales figures and where the industry is heading.
Profil lengkap Penulis Gamereactor sejak 2007 · 8,851 artikel diterbitkan
8
Bagus Skor jaringan dari 9 edisi
Fakta gim
Developer Splash Damage
Publisher Microsoft Studios
Tanggal rilis 28 April 2020
Genre Strategy
Platform
PC Xbox One Xbox Series X
Mengapa memercayai Gamereactor
23 Edisi Masing-masing dengan redaksi dan penilaiannya sendiri.
1998 Terbit sejak Dimiliki secara independen sepanjang waktu itu.
100% Dimainkan langsung Ditulis dari waktu bersama gamenya, bukan dari materi pers.
1–10 Skor jaringan Nilai setiap edisi, dirata-ratakan dan ditampilkan.