Skip to main content
Gamereactor Review Balan Wonderworld
Review Balan Wonderworld

Balan Wonderworld - Review

Demonya yang seperti bencana mengisyaratkan masalah yang lebih besar lagi.
Petter Hegevall 31 Maret 2021

Sonic the Hedgehog untuk Sega Mega Drive dan Nights: Into Dreams untuk Saturn adalah dua game paling favorit saya, sepanjang masa. Maka dari itu, Yuji Naka adalah salah satu kreator game terfavorit saya dan "art director" Naoto Ohshima, yang mendesain karakter Sonic, Eggman, dan Nights, adalah seorang dewa di rumah saya. Maka wajar ketika saya merayakan dengan riang gembira ketika Square Enix mengumumkan pada tahun 2018 bahwa Naka + Ohshima telah mendirikan sebuah studio baru di bawah arahan penerbit raksasa itu, dan akan mengembangkan sebuah game platformer baru dengan akar Sonic dan Nights. Saya sangat bahagia saat itu.

Kurang dari tiga tahun kemudian, kini saya duduk di sini tanpa keceriaan. Malah sedih dan merasa hampa. Ini karena saya baru saja menyelesaikan sebuah sesi maraton sembilan jam dengan sebuah game yang begitu saya tunggu-tunggu selama hampir tiga tahun, hanya untuk menemukan bahwa ia sangat jelek. Balan Wonderworld yang baru saja dirilis tidaklah bagus. Sangat tidak bagus. Dan menyakitkan untuk menulis teks ini mengingat semua potensi yang ada di sana, dan semua talenta yang dimiliki kedua kreator utama itu. Selamat datang ke benteng kekecewaan.

Pada suatu hari, khususnya di paruh kedua dari tahun 90-an, game platformer penuh warna dengan maskot yang menonjol menjadi genre game paling penting bagi banyak penerbit. Crash Bandicoot, Jak & Daxter, Spyro the Dragon, Donkey Kong Country, Banjo Kazooie, Gex, Sonic the Hedgehog, Super Mario, Voodoo Vince, dan seterusnya... Dunia game berputar mengitari mereka dan di titik sentralnya berdirilah Yuji Naka. Hari ini, genre itu tidak sepanas dulu, tetapi mengingat bagaimana performa dari perilisan ulang Spyro dan Crash Bandicoot, mudah untuk memahami alur pikiran Square ketika mereka mengucurkan dana untuk proyek ambisius Naka dan Ohshima ini.

Di Balan Wonderworld, kita akan mengikuti petualangan dari dua anak bermasalah, Leo Craig dan Emma Cole. Keduanya membutuhkan bantuan. Yang satu di-bully, sementara yang lain dibebani oleh kondisi rumah yang sulit. Di tengah-tengah kesedihan itu, mereka pun menemukan sebuah teater tua ajaib bernama The Wonderworld. Di dalam dunia impian ini hiduplah Balan, yang seperti Nights, adalah semacam sebuah siluman mimpi dan misinya adalah untuk menyembuhkan hati manusia dengan menenangkan pikiran dan menghilangkan kenangan buruk mereka. Hal ini dilakukan dengan mondar-mandir seperti seorang idiot di sejumlah level yang tidak berguna dan mencoba berbagai macam kostum untuk mendapatkan kekuatan yang beragam. Ini adalah premis utama dari gamenya. Sebuah campuran liar dari denah platform Sonic Adventure, premis dari Nights, dan perkostuman ala Super Mario Odyssey.

Hal terburuk dari Balan Wonderworld adalah bagaimana ia terasa begitu bodoh dan belum selesai. Ini seperti seseorang menemukan sebuah buku sketsa kumal dari tong sampah, mengambilnya, dan mencoba membuat sebuah game dengan ide-ide lepas dari sana. Sejak awal, kontrolnya terasa buruk. Leo dan Emma bergerak dengan lambat, mereka bisa melompat, tetapi kemampuan mereka untuk melompat melalui objek hampir tidak ada harapan dan animasinya bagaikan sebuah game PlayStation 2 yang buruk.

Delapan puluh kostum yang ada secara teori bukanlah ide yang buruk. Namun, tidak seperti Super Mario Odyssey, implementasinya sungguh aneh. Saya seringkali mengaktifkan sebuah kostum spesial namun pada akhirnya menyimpulkan bahwa fitur spesialnya tidak memberikan perbedaan atau tidak bisa digunakan sama sekali di level yang bersangkutan. Tak jarang kamu mengaktifkan kostum dan sebuah kekuatan spesial hanya untuk menyadari bahwa ternyata kekuatannya bukan untuk menyelesaikan level tersebut, itu harus mengulang atau kembali, dengan begitu sering. Terdapat pula banyak kostum yang "kekuatan spesialnya" sama dengan kekuatan yang sudah dimiliki Leo dan Emma sejak awal - yaitu bisa melompat, yang membuat saya berpikir apakah Naka dan Ohshima mengerjai saya di sini. Sebuah lelucon yang jelek dan mahal.

Selain itu, Balan Wonderworld juga jeleknya minta ampun. Sangat, sangat jelek. Game ini "dioptimalkan" untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X dan dibuat dengan Unreal Engine 4.5 terdengar absurd, jujur saja. Desainnya adalah gabungan buruk antara Sonic, Nights, Billy Hatcher and the Giant Egg, dan Cirque du Soleil dengan sebuah presentasi dan cerita yang sulit untuk diikuti. Mudah untuk mengatakan bahwa Balan Wonderworld adalah sebuah kegagalan besar dan mahal.

Setiap bab dimaksudkan untuk membahas perasaan "gelap" seseorang dan tragedi-tragedi menyakitkan, tetapi masing-masing emosi dan pengaruhnya terhadap orang yang ingin dibantu oleh Leo, Emma, dan Balan - tidak diberitahu hingga kamu menyelesaikan level yang dimaksud. Ini terasa seperti kebodohan. Sebagian besar waktu, saya tidak memahami di mana saya berada, siapa atau kenapa, dan apa tujuannya. Dengan latar, mekanika buruk, kostum konyol penuh gimmick, dan grafis yang memuakkan, ini membuat Balan Wonderworld menjadi game terburuk 2021 sejauh ini.

2
Hindari dari 10 · Gamereactor Asia
Kelebihan Musik yang bagus.
Kekurangan Kontrol buruk. Grafis ketinggalan zaman. Desain level juga buruk. Sangat sangat repetitif. Cerita yang konyol. Pendek.
Skor jaringan Rata-rata dari 8 edisi Gamereactor
2.0
Gamereactor 2
Gamereactor Danmark 2
Gamereactor Sverige 2
Gamereactor Suomi 2
Gamereactor Italia 2
Gamereactor Portugal 2
Gamereactor 中国 2
Gamereactor Asia 2
Profil lengkap 759 artikel diterbitkan
2
Hindari Skor jaringan dari 8 edisi
Fakta gim
Developer Balan Company
Publisher Square Enix
Tanggal rilis 26 Maret 2021
Genre Platform
Platform
Nintendo Switch PC PS5 PS4 Xbox Series X Xbox One
Mengapa memercayai Gamereactor
23 Edisi Masing-masing dengan redaksi dan penilaiannya sendiri.
1998 Terbit sejak Dimiliki secara independen sepanjang waktu itu.
100% Dimainkan langsung Ditulis dari waktu bersama gamenya, bukan dari materi pers.
1–10 Skor jaringan Nilai setiap edisi, dirata-ratakan dan ditampilkan.