Skip to main content
Review Puyo Puyo Tetris 2

Puyo Puyo Tetris 2

Dua seri puzzle klasik ini telah kembali berpadu, tapi apakah sekuelnya mendapat cukup banyak tambahan untuk kita pertimbangkan?
Jonas Mäki 10 Desember 2020

Membuat sekuel selalu menantang. Mereka tidak boleh terlalu mirip dengan game pertamanya karena akan jadi menjemukan kalau kamu sudah lelah memainkannya. Tapi juga tidak terlalu baru, karena bisa terasa seperti game berbeda yang sudah terlalu berbeda dengan apa yang kita sukai di game aslinya. Karena itulah, perasaan yang agak bercampur aduk saat memainkan Puyo Puyo Tetris 2.

Intinya, ini adalah game yang persis sama. Tapi hanya sekitar 1% dari sejumlah game yang mencoba memvariasikan konsep Tetris berhasil menjadi game yang sangat bagus - dan Puyo Puyo Tetris salah satunya. Di sini, Puyo Puyo yang sangat Jepang bertemu dengan Tetris dan entah dengan sihir apa, racikannya berhasil. Walaupun saya menghabiskan sebagian besar waktu saya dalam mode local multiplayer, ada juga mode cerita yang tidak disangka ditulis dengan baik. Walau ceritanya kemungkinan tidak akan pernah menjadi kandidat pemenang hadiah Nobel sastra, kejutan seru yang tidak disangka itu menjadikan dunia terancam marabahaya dan cara menyelamatkannya adalah dengan menumpuk makhluk lendir beraneka warna dan formasi Tetris di atas satu sama lain.

Cerita di sini setipis sebelumnya, tapi ada perencanaan yang baik di belakangnya. Dan kalau kamu bisa berhenti berpikir untuk sementara dan ikut menyelami petualangan manga yang gokil tersebut, banyak keseruan yang menanti. Karakter utamanya adalah Ringo dan Tee, tapi gamenya juga berisi sederet karakter pendukung mantap lainnya yang menghidupkan cerita, masing-masing karakter lebih gokil dari karakter sebelumnya.

Game pendahulunya telah saya ulas untuk Switch, dan kemampuan bermain sendiri di konsol hibrida tersebut tentunya penting karena kamu tidak selalu memiliki koneksi internet. Puyo Puyo Tetris 2, di sisi lain, saya mainkan di Xbox Series X, dan jujur saja, saya akui bahwa saya kurang termotivasi memainkan mode ceritanya sambil duduk di sofa depan TV saya, dibandingkan duduk di bis untuk pergi entah ke mana.

Kalau kamu belum akrab dengan Puyo Puyo sebelumnya, ada mode training yang sederhana dan intuitif yang mengajarkan kamu dasar-dasarnya. Walaupun saya adalah pemain Puyo berpengalaman, saya secara keseluruhan lebih jago memainkan Tetris, dan lebih sering menang saat main Tetris. Namun kelebihan game Puyo adalah kombo super panjang yang bisa kamu ciptakan dan bisa hampir langsung mengantarkan musuh ke lubang makam mereka. Berarti, kamu tidak boleh lengah saat bermain melawan mereka untuk mencegah mereka menyusun rencana licik mereka. Selain itu, kamu harus memainkan sejumlah Puyo jika ingin menyelesaikan mode ceritanya, jadi tetap saja lebih baik pelajari konsep gamenya terlebih dahulu melalui mode training yang dikembangkan dengan baik.

Kalau, seperti saya, kamu suka memaksimalkan pencapaianmu dan mendapat tiga bintang di setiap tantangan, prosesnya akan cukup sulit. Inilah satu alasan lagi untuk berlatih, tapi saya ingin menyarankanmu untuk mematikan tingkat kesulitan otomatis yang Sega pikir akan memberikanmu tantangan yang pas. Hasilnya terasa sangat tidak seimbang dan hanya disarankan dipakai pemain yang merasa frustrasi adalah bentuk hiburan yang baik.

Omong-omong, apa yang memang baru? Sebenarnya tidak banyak, menurut saya. Di sini, ada sejumlah mode multiplayer yang ditawarkan, juga kesempatan memainkan Puyo Puyo atau Tetris saja kalau kamu ingin. Namun, jika itu yang menarikmu, saya sarankan kamu beli Tetris Effect: Connected yang baru dirilis saja, yang menghadirkan pengalaman bermain Tetris yang jauh lebih baik dibandingkan Puyo Puyo Tetris 2. Mode Swap kembali lagi dari game pertamanya, dan di sini kamu harus bertukar antara Tetris dan Puyo, yang masih menghibur, sedangkan Fusion berarti kamu harus siap memainkan kegilaan sepanjang waktu karena kedua game yang berbeda ini betulan digabungkan.

Tapi, ada satu hal yang menjadi daya tarik utamanya kali ini, dan ialah Skill Battles. Di sini kamu akan bertarung dengan total tiga karakter yang bisa kamu pilih sendiri (walaupun menunya jelek sekali dan mengganggu lawanmu jika bermain lokal), masing-masingnya dengan karakteristik tersendiri, dan dengan premis hampir menyerupai game fighting. Saya dulu banyak bermain Puyo Puyo di Dreamcast, dan saya rasa mode ini agak terasa seperti game tersebut. Dengan menekan tombol yang terpaut karaktermu, kamu akan mengaktivasi kemampuan khususnya - jika meteranmu tidak kosong.

Maka penting untuk menyerang tanpa ampun demi mengosongkan nyawa lawanmu. Sekilas, beberapa karakter terasa lebih sulit digunakan secara efektif dibandingkan lainnya. Walau beberapa karakter memberikan manfaat lebih bagi pemula, tapi Sega biasanya mempertimbangkan keseimbangan di permainan tipe arkade seperti ini, jadi saya sepenuhnya percaya dengan sedikit latihan maka semua kemampuan karakternya akan sama kuatnya.

Skill Battles sangat menghibur dan saya telah memainkannya dengan pasangan saya selama berjam-jam. Di internet, mode ini akan bisa menjadi besar, walau saya tebak mode ini akan dipenuhi oleh pemain yang terlampau jago sampai sulit bagi kita untuk meletakkan blok pertama sebelum permainan diakhiri dengan penggunaan kemampuan spesial untuk memaksimalkan luka yang kita terima. Saya tidak bisa tidak berpikir bahwa mode game ini seharusnya memiliki mode ceritanya sendiri, tempat kamu bisa melajar mengombinasikan karakter dan diajarkan berbagai karakteristik permainan. Saat ini, ia hanya salah satu dari beberapa mode yang ada dan tidak lebih dari itu dalam game yang intinya sama dengan game pendahulunya dengan sedikit penyesuaian dan cerita baru.

Akhirnya, saya masih senang bahwa Sega tidak mengubah terlalu banyak dalam hal gameplay di Puyo Puyo Tetris 2. Menggabungkan dua game puzzle yang cukup berbeda menjadi satu saja sudah merupakan pencapaian tersendiri, terlebih lagi menjadikannya terasa natural. Tapi walaupun aspek-aspek dasar gamenya cukup menghibur, seharusnya ada lebih banyak konten. Kalau kamu sudah memiliki game pendahulunya, kamu kurang lebih hanya membayar untuk cerita baru, Skill Battles, dan komunitas daring yang, harapannya, lebih besar. Apakah tetap terasa layak dibeli, tentu hanya kamu yang bisa menjawabnya. Namun kalau kamu belum punya game pertamanya, Puyo Puyo Tetris 2 adalah game puzzle yang sangat menghibur dan akan bisa dimainkan bertahun-tahun, terutama dalam mode multiplayer lokal.

7
Bagus dari 10 · Gamereactor Asia
Kelebihan Mode Skill Battle sangat cemerlang, multiplayer lokalnya luar biasa, mode storynya dibuat dengan rinci, kesempatan berlatih yang baik, replay value tinggi, desain yang nyaman.
Kekurangan Kurang lebih game yang sama dengan pendahulunya, suara dialognya menyebalkan.
Skor jaringan Rata-rata dari 8 edisi Gamereactor
7.0
Gamereactor 7
Gamereactor Norge 7
Gamereactor Deutschland 7
Gamereactor España 7
Gamereactor France 7
Gamereactor Italia 7
Gamereactor Polska 7
Gamereactor Asia 7
Editor Sweden Jonas Mäki has written for Gamereactor since 2002, becoming an editor in 2007. He covers the video game industry across news, releases and the business side, with a particular interest in sales figures and where the industry is heading.
Profil lengkap Penulis Gamereactor sejak 2007 · 8,851 artikel diterbitkan
7
Bagus Skor jaringan dari 8 edisi
Fakta gim
Developer Sega
Publisher Sega
Tanggal rilis 8 Desember 2020
Genre Puzzle
Platform
PS4 Nintendo Switch PS5 Xbox One Xbox Series X PC
Mengapa memercayai Gamereactor
23 Edisi Masing-masing dengan redaksi dan penilaiannya sendiri.
1998 Terbit sejak Dimiliki secara independen sepanjang waktu itu.
100% Dimainkan langsung Ditulis dari waktu bersama gamenya, bukan dari materi pers.
1–10 Skor jaringan Nilai setiap edisi, dirata-ratakan dan ditampilkan.