Indonesia
Gamereactor
review
Valorant

Valorant

Valorant dari Riot Games telah resmi diluncurkan setelah fase beta tertutupnya yang sukses. Tapi seberapa baguskah game ini?

HQ
HQ

Kisah sukses Valve bersama Counter-Strike telah mendominasi panggung esport untuk waktu lama dan sedikit developer yang berani berkompetisi melawannya dengan konsep gameplay yang mirip - hingga sekarang. Riot Games saat ini sedang mengerjakan sejumlah game baru dan salah satunya adalah Valorant, yang telah menjadi terdepan. Kini game tersebut sudah tersedia untuk dimainkan semua orang dan tampaknya ia berpotensi menjadi penantang yang bagus di dunia esport.

Meski Valorant mudah untuk dijelaskan, tetapi ia sulit untuk dikuasai. Pemain dipisah menjadi dua tim dan masing-masing berisi lima pemain. Satu tim bermain sebagai penyerang sementara tim lain sebagai tim bertahan. Setiap pertandingan akan berlangsung selama, paling banyak, 24 ronde, di mana tim akan bertukar sisi di paruh waktu. Tim yang pertama kali memenangkan 13 ronde menjadi pemenangnya dan masing-masing ronde bisa dimenangkan dengan tiga cara. Pertama adalah mengalahkan semua anggota tim musuh, kedua meledakkan bom (spike) di wilayah yang ditentukan (untuk tim penyerang), dan ketiga menjinakkan bom tersebut (tim bertahan). Jika rondenya seri, satu ronde ekstra akan menentukan pemenangnya.

Valorant

Mengingat Riot Games adalah studio yang bertanggung jawab atas kesuksesan besar dari League of Legends, mungkin tidak mengejutkan bahwa Valorant bukanlah sebuah tiruan dari Counter-Strike: Global Offensive. Aspek yang memberikan Valorant rasa unik itu adalah karena setiap karakter memiliki kemampuan unik, sama seperti di League of Legends. Sebagai contoh, ada Sova yang dilengkapi dengan busur dan panah, selain senjata yang bisa kamu beli di awal ronde tentunya. Busur ini dilengkapi dengan panah yang bisa memindai area untuk mencari musuh yang ada di sana atau menyetrum mereka. Setiap karakter juga memiliki kekuatan ultimate. Untuk Sova sendiri, pemain akan mendapatkan kekuatan yang mirip dengan Hanzo dari Overwatch, yaitu panah yang menembus dinding. Karakter lain memiliki item granat dan bom asap sementara karakter lain bisa menyembuhkan dan menghidupkan rekannya menggunakan sihir. Setelah mencoba berbagai karakter yang beragam, kami dapat mengkonfirmasi bahwa mereka semua menarik dan menyenangkan untuk dimainkan. Akan tetapi, mereka kurang kepribadian yang sayangnya membuat mereka kurang begitu menarik untuk didalami.

Masih dalam topik karakter Valorant, desainnya sendiri sejujurnya cukup membosankan. Grafisnya juga agak hambar secara umum dan jauh dibandingkan dengan game seperti Overwatch. Memang, Valorant bukanlah tentang grafis dan lebih kepada pertarungan taktis yang menantang, tetapi sulit untuk memulai sebuah game di tahun 2020 yang terlihat seperti game tahun 2014 secara grafis. Hal yang sama bisa dikatakan terhadap menunya yang secara visual seperti dari generasi sebelum ini, dengan latar belakang dan font yang membosankan dan kosong, menambahkan kesan "tua" dari Valorant. Sebuah game yang dirilis di tahun 2020 seharusnya tidak terlihat semembosankan ini.

Meski begitu, seperti yang telah kami sebutkan sebelumya, Valorant bukanlah tentang grafis, ini tentang pertarungan taktis yang intens dan menantang. Mengumpulkan sebuah tim dan berkomunikasi dengan baik untuk bisa menang tentu saja adalah cara terbaik. Jika kamu ingin bermain solo, kamu harus berdoa dulu supaya dipilihkan rekan setim yang sewaspada dan setaktis kamu. Jangan pula samakan game ini dengan Team Deathmatch dari Call of Duty: Modern Warfare karena percayalah kepada kami - kemampuanmu akan diuji. Valorant adalah tentang taktik dan jika kamu ingin menjadi hebat, kamu harus berlatih.

Valorant

Petanya sendiri terbilang agak kecil dan di setiap awal ronde, kamu memiliki 30 detik untuk membeli perlengkapan karaktermu dengan gear sesuai keperluanmu dan menuju ke lokasi awal yang kamu inginkan. Kami merasa 30 detik itu terasa agak kelamaan dan kami lebih menyukai jika Riot menguranginya menjadi 20 detik saja. Apa lagi mengingat ukuran petanya, waktunya berjalan agak lambat dan kamu dengan cepat bisa memulai di tengah-tengah peta jika kamu mau. Sama seperti di Counter-Strike, pemain lain juga bisa mendengarkan langkah kakimu jadi pastikan tidak berlari dan berpikir melakukan itu akan memberikanmu keuntungan. Kamu bisa saja beruntung di kesempatan pertama, tetapi tidak untuk kedua kali.

Pada 30 detik di awal ronde itu, kamu bisa membeli kekuatan karakter, selain membeli senjata dan perlengkapan. Untuk membuat segalanya lebih mudah, sekali lagi kami menggunakan Sova sebagai contoh, kamu bisa memperlengkapi karaktermu dengan sebuah drone dan dua panah listrik. Panah sonar-mu sudah tersedia dari awal dan akan mengisi ulang secara otomatis setelah beberapa waktu. Skill ultimate dari karakter akan diisi ulang selama pertandingan dan bisa dipercepat dengan mengumpulkan orb di lokasi-lokasi tertentu. Orb ini sendiri ditaruh di tempat yang membuatmu terbuka untuk serangan, jadi membawa seorang teman ketika kamu mengambilnya adalah pilihan yang lebih baik. Meski begitu, ingatlah bahwa kamu dapat melihat teman dan musuh yang ultimate-nya sudah siap digunakan (begitu juga dengan lawan), jadi pikirkan betul sebelum mengambil orb ini.

Valorant

Sama seperti di Counter-Strike, penting untuk bisa menangani 'penyebaran', dengan artian penting untuk bisa menembak tanpa kehilangan akurasi. Satu tembakan bisa saja cukup untuk mengalahkan seorang musuh dan begitu juga sebaliknya, dengan membidik kepalamu. Maka dari itu keakuratan adalah kunci di game ini dan menjadi salah satu aspek yang membuat game ini begitu sulit untuk dikuasai.

Karena ada banyak karakter yang saling berbeda jauh, penting untuk mempelajari bagaimana memainkan lebih dari satu hero favorit saja. Jika kamu ingin benar-benar hebat dalam memainkan game ini, kamu harus belajar memainkan mereka semua, tidak hanya satu atau dua yang paling kamu suka. Seperti yang kami sebutkan sebelumnya, kekurangan kepribadian dari para karakter membuat kami kurang terdorong untuk mencoba-coba karakter lain, tetapi melakukan itu akan menguntungkanmu dalam hal gameplay. Apakah kamu suka bermain agresif atau defensif, kamu akan menemukan karakter dan senjata yang cocok dengan gaya bermainmu. Akan tetapi, pemain yang hebat bisa dengan mudah memilih karakter counter dari pilihanmu. Valorant, sekali lagi, adalah game yang mementingkan kerja sama tim dan komunikasi.

Mereka yang tidak memiliki waktu (atau energi) untuk memainkan sebuah permainan yang berpotensi berjalan sepanjang 24 ronde, bisa mencoba mode Spike Rush, yang bisa diselesaikan dalam waktu 10 menit. Di mode ini, jumlah rondenya dikurangi dan setiap pemain di sisi menyerang akan dilengkapi dengan sebuah bom dengan tujuan menanam salah satunya. Di sini kamu tidak bisa membeli perlengkapan di awal ronde. Sebagai gantinya, pemain mendapatkan peralatan yang sama dan kekuatan standar karakternya diisi sejak awal. Ini bukanlah mode permainan yang bakal mengumpulkan pemain terbanyak, tentunya, tetapi bisa menjadi alternatif bagus jika kamu tidak punya waktu atau membutuhkan variasi.

Valorant

Untuk sebuah game free-to-play, ada banyak yang bisa dinikmati secara gratis di Valorant. Tetapi bukan berarti kamu tidak bisa menghabiskan uang di sini. Jika kamu ingin mempercantik senjatamu, kamu bisa membeli Valorant Points untuk mendapatkan kosmetik atau item. Loot box sendiri tidak ada di sini.

Valorant adalah sebuah game yang menyenangkan dan akan kita dengan kiprahnya di dunia esport. Game ini juga akan terus berkembang dengan potensi karakter dan peta yang bisa ditambahkan. Jika kamu bosan dengan CS:GO atau ingin mencoba sesuatu yang baru, ada banyak alasan untuk memberikan Valorant kesempatan.

HQ
07 Gamereactor Indonesia
7 / 10
+
Kekuatan karakter yang bervariasi, skill dan kerja sama tim menjadi poin utama, peta yang hebat, gameplay adiktif.
-
Peta baru sedikit, grafis di bawah standar, desain membosankan, transaksi mikro mahal.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait

ValorantScore

Valorant

REVIEW. Ditulis oleh Henric Pettersson

Valorant dari Riot Games telah resmi diluncurkan setelah fase beta tertutupnya yang sukses. Tapi seberapa baguskah game ini?



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.