Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
review
Trials of Mana

Trials of Mana

Satu lagi remake ambisius diluncurkan, lalu bagaimana interpretasi Square Enix dari game klasik ini?

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Bagi kamu yang belum mengenal seri game Mana (dalam versi Jepang bernama Seiken Densetsu), ini adalah sebuah JRPG yang merupakan sebuah cult classic. Iterasi terbaiknya: Secret of Mana dan Trials of Mana dirilis di zaman SNES, sedangkan review ini adalah sebuah remake dari Trials of Mana.

Developer game ini mencoba untuk merefleksikan konten dari game aslinya ke sini dan sebagian besar berhasil dan menakjubkan. Melihat seluruh peta, hero, atau pertarungan bos bertransformasi merupakan sebuah kepuasan tersendiri. Namun, selain konten yang bagus, terdapat berbagai kekurangan yang turut diwariskan. Tidak hanya elemen-elemen yang kami sukai saja yang ditransfer ke versi baru, tetapi juga beberapa yang sudah tidak pas lagi ke standar modern. Lebih parahnya lagi, selain adegan-adegan penting, kamu bisa merasakan minimnya dana dari produksi game ini. Beberapa adegan, yang pada versi awal terasa menawan dan lucu, kini malah terasa kekanak-kanakan, bahkan bodoh.

Trials of Mana berbeda dari game di genrenya karena di awal kita sudah bisa menentukan komposisi dari tim. Kamu bisa memilih tiga hero dari enam yang tersedia. Karakter pertama yang dipilih akan menjadi karakter utama dan dua lainnya menjadi pendamping. Tergantung dari karakter yang ada di dalam tim, maka dialog, hubungan, dan adegannya akan berbeda.

Akan tetapi, selain dua atau mungkin tiga karakter, perkenalan dari karakter lain agak kurang menarik. Untuk menguji keberagaman antara komposisi tim, kami menyelesaikan prolog masing-masing karakter yang ada. Namun, kami secara mental menyerah di kisahnya Riesz, yang ingin menyelamatkan saudara laki-lakinya. Meski agendanya cukup jelas, prolognya sendiri gagal menggambarkan dirinya sebagai seorang perempuan pirang yang manis tapi tidak bisa melakukan suatu hal berguna kecuali melotot dengan mata birunya yang besar. Untuk sekarang, penulisan karakter seperti ini terasa sebagai sebuah penghinaan.

Trials of Mana
Trials of ManaTrials of ManaTrials of ManaTrials of Mana

Kebanyakan masalah dalam narasi berasal dari implementasi ke engine yang baru. Model karakter modern yang ada tidak harmonis dengan kotak dialog kaku, ataupun bingkai yang dimaksudkan untuk membuat adegan-adegan lebih mirip dengan aslinya. Semua ini terasa ketinggalan zaman. Ketika plotnya tidak memiliki sesuatu yang dapat mendorongnya maju, muncullah sebuah meriam yang didesain untuk melontarkan pemain ke benua lain - atau seekor kura-kura besar yang memutuskan untuk membawa mereka melalui samudera. Meski trope JRPG bisa membuat pemain memaklumi hal-hal seperti ini, jumlah kejadian kebetulan dan pendorong plot yang artifisial dan repetitif di Trials of Mana terlalu tinggi.

Ya, enam karakter kunci memang hebat dan adanya sulih suara penuh membuat kami merasakan kepribadian mereka lebih dalam. Lokasi-lokasinya juga sesaat membuat kami terpana - tetapi tidak lama kemudian kami menemukan bahwa dunia dari Trials of Mana sangat kosong. Ke mana pun tempat yang kami kunjungi, baik itu Valsena yang penuh kesatria, kerajaan sihir Altena, atau kota pelabuhan Beiser, kebanyakan orangnya terlihat sama. Kesamaan itu tidak bisa dilewatkan, bahkan sempat ada dua karakter yang sama berdiri secara berdekatan. Hal ini juga berlaku untuk para musuh yang dihadapi.

Meski begitu, ada sebuah kekuatan magis di Trials of Mana, sebuah pesona yang tidak bisa dipungkiri. Selama perjalanan, kami menikmati waktu kami di game ini - kebanyakan karena sistem pertarungannya yang mudah diakses untuk semua orang dan musik yang indah - yang bisa diubah antara komposisi asli dan aransemen baru. Bahkan, di beberapa lokasi kami tidak bisa memutuskan musik mana yang paling menarik antara versi lama dan baru.

Metode pengembangan karakter di sini kurang kami sukai. Di sini poin atribut yang kamu dapatkan tidak hanya memengaruhi statistik, tetapi juga kekuatan unik yang terpengaruh olehnya, dan bahkan akses ke mantra tertentu. Meski bagus, ini terasa ketinggalan zaman- memaksa pemain untuk menghabiskan lebih banyak waktu merencanakan distribusi poin yang kini sudah usang di game-game baru dalam genre sama. Sebagai contoh, sorceress Angela harus mengisi skill point ke strength untuk mendapatkan sihir api karena di sini api diasosiasikan dengan atribut itu. Meski kami menikmati merencanakan build karakter, secara pribadi kami tidak menyukai solusi ini.

Trials of Mana
Trials of ManaTrials of ManaTrials of ManaTrials of Mana

Di sisi lain, kami menyukai sistem promosi hero ke kelas baru yang lebih kuat, yang dapat mengubah gaya bermain. Setiap level delapan belas dan tiga puluh, setiap karakter dapat dipromosikan ke salah satu dari dua jalur kelas. Untuk membuat segalanya menjadi lebih kompleks, masing-masing cabang memiliki status light atau darkness. Duran, karakter favorit kami, bisa memilih untuk menjadi kesatria putih atau seorang gladiator agresif. Hanya satu yang bisa dipilih. Kami juga harus mempertimbangkan peran setiap karakter di dalam tim. Untungnya, tidak ada yang menghentikan kami bereksperimen. Di satu waktu kami mengambil sisi cahaya, lalu di persimpangan berikutnya berada di pihak kegelapan. Hasilnya seringkali mengejutkan.

Trials of Mana Remake adalah sebuah game yang memiliki daya tarik lebih besar untuk para penggemar veteran genre ini. Remake yang setia dengan sumber gamenya memiliki kelebihan tersendiri, ia memunculkan nostalgia dan remake ini memenuhi peran itu. Namun, menjelajahi dunia Mana dalam bentuk ini membuat kami menyadari berbagai kekurangan dari cara ini. Ia terasa ketinggalan zaman. Dengan anggaran yang ketat, sulit untuk melihatnya dalam cahaya positif, meski sisi pertarungannya mampu menyelamatkannya.

Ini adalah game yang menyenangkan, tetapi tidak lebih dari itu. Rasa nostalgia tidak mampu mengangkatnya dari sebuah game rata-rata. Sebuah game klasik seperti ini seharusnya mendapatkan usaha lebih - dan bagi kami, lebih baik jika kreator remake lebih berani dalam menghadirkan sesuatu yang baru, meski ada risiko juga di sana. Sayangnya, Trials of Mana tidak menawarkan apapun yang dapat mengejutkan pemainnya.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan
07 Gamereactor Indonesia
7 / 10
+
Adegan-adegan penting dari versi asli yang hadir kembali, model karakter yang bagus, membentuk tim dari awal, sistem pertarungan aksesibel, pengembangan karakter menarik, audio indah, pilihan antara dubbing bahasa Inggris atau Jepang.
-
Waktu loading peta yang lama, kekanak-kanakan, solusi cerita yang konyol, dunia yang kurang bervariasi, model musuh dan NPC repetitif.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait

Trials of ManaScore

Trials of Mana

REVIEW. Ditulis oleh Paweł Matyjewicz

Satu lagi remake ambisius diluncurkan, lalu bagaimana interpretasi Square Enix dari game klasik ini?



Loading next content