Indonesia
review
Tennis World Tour 2

Tennis World Tour 2

Big Ant Studios kembali dengan versi baru dari simulator tenis mereka. Sayangnya, usaha ini tampaknya berakhir dengan double fault.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Setelah jeda lama yang telah dilewati para fans tenis tanpa game simulasi yang bagus, beberapa tahun terakhir ini kita telah dimanjakan dengan beberapa game seperti seri AO International Tennis dan Tennis World Tour. Yang terakhir ini kini memberikan kita iterasi kedua dari serinya setelah debut yang benar-benar buruk, dan saya telah mengecek apakah percobaan kedua ini lebih baik dari sebelumnya.

Saat Tennis World Tour dirilis pada 2019, ada sebuah kehausan akan game tenis untuk konsol generasi ini, dan game ini mungkin mendapatkan angka pembelian yang lebih baik dibanding jika ia waktu itu punya saingan yang mumpuni saat dirilis. Game ini bukanlah game simulasi tenis baru yang diharapkan oleh orang-orang, namun Big Ant Studios ingin mencoba lagi. Sayangnya, nampaknya para developer tidak belajar banyak sejak percobaan terakhir mereka.

Tennis World Tour 2

Mode karir adalah salah satu aspek yang lumayan dari game pertamanya, dan sekuelnya tidak memberi banyak perubahan. Yah, mungkin sebaiknya memang tidak usah mengubah hal yang terbukti bekerja, apalagi jika tidak banyak hal yang benar-benar bekerja dengan baik di sini. Kamu masih tetap meningkatkan level pemain secara bertahap lewat sesi latihan di sela turnamen, istirahat jika perlu, atau mengadakan pertemuan dengan staf untuk meningkatkan jumlah XP yang didapat. Hal ini kurang lebih sama saja dengan mode karir di game olahraga lain, namun dengan skill tree yang sangat minimalis dalam meningkatkan pemainmu. Saya akan lebih suka untuk meningkatkan kemampuan servis secara spesifik dibanding harus memilih antara peningkatan secara umum di bidang menyerang, bertahan, atau presisi. Hal ini terasa seperti developer telah mengambil jalan pintas.

Tennis World Tour 2

Satu aspek yang tidak terasa seperti jalan pintas adalah kemampuan untuk meningkatkan pemainmu dengan bermacam-macam pakaian dan perlengkapan. Sangat banyak jumlah raket, benang, frame, headband, dan hal-hal lain yang bisa dibeli. Bahkan ada paket kartu power-up yang akan memberimu skill tambahan untuk sementara saat pertandingan berlangsung. Saya yakin Big Ant Studios akan senang jika saya menghabiskan uang sungguhan untuk membuat pemain saya lebih baik, namun sayangnya game ini tidak cukup bagus sampai saya bersedia melakukan hal itu.

Tennis World Tour 2Tennis World Tour 2

Mekanika game di versi pertama benar-benar "polos" dan buruk sekali hingga saya bisa melakukan drop shot untuk meraih poin, bahkan saat saya berada di belakang base line. Ada beberapa perbaikan di versi yang ini, namun tetap saja sangat kurang. Tenis menekankan pada kemampuan memukul bola pada saat yang tepat, dan untuk aspek ini Big Ant Studios mengimplementasikannya dengan benar. Hampir tidak mungkin untuk memukul dengan baik tanpa timing yang baik pula, dan ini adalah hal yang bagus. Sayangnya, nampaknya cuma hal ini yang penting dalam game untuk memenangkan poin. Masih lebih sulit dari sebelumnya, namun tetap saja terasa sangat simpel setelah kamu bermain untuk beberapa waktu dan berhasil menguasai timingnya.

Level kesulitannya sedikit lebih bagus dari sebelumnya, dan lebih sulit bagi saya untuk mengalahkan Rafael Nadal daripada melawan karakter-karakter fiksional di sini. Kamu akan merasakan kemajuan seiring dengan berkembangnya pemainmu, tidak seperti di game sebelumnya, dimana perkembanganmu tidak akan membawa perubahan juga untuk tingkat kesulitan.

Tennis World Tour 2

Ada beberapa fitur baru dalam kustomisasi pemain, namun rasanya pun masih kurang dibanding banyak game olahraga lain, dan rasa frustrasi bertambah karena saya harus menggunakan pemain sendiri dalam mode karir alih-alih salah satu dari 38 pemain pro dalam game ini. Sebagai orang Norwegia, saya akan senang jika saya bisa membawa Casper Ruud ke puncak ranking ATP, namun sayangnya saya tidak bisa melakukannya di Tennis World Tour 2.

Secara grafis, game ini kelihatan kurang lebih sama dengan pendahulunya, dan suara-suara di sini pun masih bagus. Lagi-lagi, kenapa mengganti sesuatu yang sudah bagus? Saya akan senang jika saya melihat lebih banyak perbaikan di sisi grafis, namun saya akan lebih senang lagi melihat kemajuan dari sisi gameplay untuk kali selanjutnya.

Tennis World Tour 2

Kesimpulannya, Tennis World Tour 2 adalah perbaikan dari edisi pertamanya, namun masih saja jauh di belakang AO Tennis 2, yang untuk saat ini masih menjadi simulator tenis terdepan. Jika Big Ant Studios mau mencoba untuk ketiga kalinya, saya benar-benar berharap gameplay-nya diperbaiki lebih jauh dari ini. Franchise ini tak pernah terlihat lebih bagus dari sekarang, dan tambahan banyak perlengkapan dan pakaian sangat membantu, tapi tetap saja tidak ada gunanya kalau gameplay-nya seburuk ini. Jika ini adalah satu-satunya game tenis yang beredar, mungkin game ini akan cukup berharga untuk dibeli saat sedang ada diskon, namun jika kamu bertanya, saya akan lebih memilih AO Tennis 2 jika saya ingin memainkan game simulator tenis.

Tennis World Tour 2
05 Gamereactor Indonesia
5 / 10
+
Sedikit kemajuan dalam tingkat kesulitan. Perbaikan sedikit dalam aspek grafis. Mode karir yang bagus.
-
Mekanika gameplay sangat jelek. Presentasinya membosankan. Tidak bisa bermain mode karir menggunakan pemain pro yang tersedia dalam game.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait

Tennis World Tour 2Score

Tennis World Tour 2

REVIEW. Ditulis oleh Daniel Andersen

Big Ant Studios kembali dengan versi baru dari simulator tenis mereka. Sayangnya, usaha ini tampaknya berakhir dengan double fault.



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.