Indonesia
review film

Tenet

Apa yang dipersiapkan Nolan kali ini? Kami berusaha untuk mencari tahu.

Tenet

Meski beberapa orang sudah agak eneg dengan Nolan sebagai kreator film seiring waktu, terutama terhadap pembelaan gigihnya pada bioskop sebagai tempat utama menikmati karya film seperti miliknya, tidak mungkin pengaruhnya di dunia perfilman modern bisa disangkal. Ia bukan hanya seorang auteur dengan karakteristik sinematis yang dapat langsung dikenali, tapi ia juga adalah satu dari sedikit sutradara yang bisa mendapatkan budget besar untuk film-film yang tidak berkaitan satu sama lain dan tidak diadaptasi dari komik, video game, atau cerita superhero. Ia selalu terbuka soal dari mana inspirasinya berasal, namun dia tetaplah menjadi tolok ukur di dunia perfilman. Lewat trilogi Batman, Inception, Interstellar, dan yang terakhir Dunkirk, ia telah membangun portofolio kesuksesan yang kuat.

Namun, sekarang pertanyaannya adalah—apakah Tenet bisa mempertahankan momentum ini? Film ini sendiri banyak diselubungi kerahasiaan, seperti gaya Nolan biasanya. Namun ketidakjelasan ini sudah mencapai level baru dimana terlalu sedikit informasi mengenai film yang dibuka untuk membuat penonton bersemangat, selain para pemain dan tentu saja sutradaranya. Tenet menanggung banyak beban. Bukan hanya film ini harus mempertahankan momentum yang sudah disebut sebelumnya, film ini pun harus bisa meyakinkan penonton yang masih waspada untuk kembali ke bioskop. Ini adalah lompatan yang sudah dinantikan oleh industri film, jadi: apakah film ini akan sesuai dengan ekspektasi?

Meski masih banyak misteri yang menyelubungi Tenet, fans Nolan veteran akan tahu persis apa yang menanti mereka. Palet warna yang redup, karakter-karakter yang lebih seperti gir di dalam sebuah mesin narasi dibanding individu, sekuens aksi yang tersusun dan tereksekusi dengan cantik, serta orisinalitas dan elemen-elemen dalam genre yang berpadu dengan sangat apik. Film ini adalah film Nolan sejati.

Membocorkan terlalu banyak soal kejadian dalam film akan mengurangi energi yang mati-matian dipertahankan oleh Nolan dan timnya, jadi rasanya cukup dikatakan bahwa seorang agen CIA tak bernama yang diperankan oleh John David Washington direkrut ke dalam sebuah organisasi misterius bernama Tenet yang harus menghentikan Perang Dunia III sebelum terjadi. Usaha ini melibatkan pendalaman akan sesuatu bernama "Time Inversion", teknik yang akan memutarbalikkan alur waktu... di waktu yang sama dengan... waktu sebenarnya.

Intinya, seperti halnya Inception mencampurkan antara film aksi perampokan dengan alam mimpi, Tenet mencampurkan antara spionase internasional dengan pemutarbalikan waktu, dan ini bukanlah kali pertama Nolan mengambil trope-trope dari genre tertentu dan memadukannya dengan fiksi ilmiah. Tenet sukses dalam hal ini, meski dengan cara yang familiar. Para pemeran bekerja dengan sangat baik untuk menjaga film ini tetap pada tempatnya dan memberikan titik kontak yang masih 'menyambung' dengan para penonton, hal yang patut dilakukan untuk mengimbangi jalan cerita yang cepat dan bergantung pada misteri serta kronologi yang campur aduk. John David Washington, Robert Pattinson, dan Kenneth Branagh memberikan penampilan sangat bagus di sini. Namun, seperti dikatakan sebelumnya, Nolan seringkali menggunakan karakter untuk memajukan plot daripada melihat mereka sebagai... yah, sebagai orang. Fakta bahwa karakter John David Washington masih tidak bernama hingga akhir rasanya cukup menggambarkan hal ini. Meski ada saja orang yang suka pendekatan yang berfokus berat pada plot, hal ini rasanya agak kurang intuitif dibanding Interstellar dan Dunkirk, dimana Nolan memberikan kita filmnya yang paling emosional sejauh ini, serta yang paling klinis.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Meski begitu, Tenet tetap berjalan dengan baik karena film ini memang sangat mencolok, dan dari awal sampai akhir kita bisa merasakan bahwa di sini kita berhadapan dengan seorang ahli. Film ini memiliki beberapa adegan aksi yang menakjubkan, aksi yang tidak menggunakan efek spesial melainkan menggunakan tabrakan mobil sungguhan dan bungee jumping—yang dilakukan secara terbalik, tentu saja. Terutama ada satu adegan perkelahian dimana John David Washington harus mengalahkan seorang musuh yang bertarung dalam waktu terbalik, yang dibuat dan disyuting dengan sangat mengagumkan. Hal ini seakan menunjukkan bahwa sihir film tidak hanya bisa hidup lewat CGI. Ia masih ada di dunia nyata.

Jadi walaupun film ini adalah karya standar Nolan, film ini juga adalah ide yang benar-benar orisinal dan telah diberikan waktu dan biaya untuk berkembang, dengan hasil yang setimpal. Namun, film ini masih jauh dari sempurna. Misalnya, Nolan tampaknya sedikit terhanyut dalam cerita yang campur aduk dan dalam bagaimana caranya penonton harus memahami mekanika pemutarbalikan waktu. Di satu titik, seorang karakter bahkan mengatakan bahwa memang hal ini seharusnya tidak perlu terlalu dimengerti, dan rasanya kalimat itu juga adalah pesan untuk para penonton. Tentu saja para fans Nolan akan mengapresiasi gaya khasnya ini, namun meski film ini menyasar gaya spionase klasik, penonton akan dapat menelusuri jejak elemen-elemen di sini ke film-film sebelumnya, dari Memento ke Batman Begins, dari Dunkirk sampai, tentu saja, Inception. Malahan, penonton yang lebih sinis mungkin bisa mereduksi Tenet menjadi "waktu+spionase", dengan cara yang sama Inception adalah "mimpi+thriller perampokan", saking miripnya pendekatan kedua film ini dalam menemui dan melampaui ekspektasi penonton.

Di sini, Nolan seakan berada di persimpangan dimana ia harus mencari cara untuk berinovasi ke depannya, atau paling tidak menyempurnakan visinya akan sekuens sinematis yang mengagumkan agar bisa sedikit "keluar dari cetakan". Tentu saja, hal ini tidak mengubah fakta bahwa Tenet adalah film yang menyenangkan dan mendebarkan untuk ditonton, dibuat dengan sangat baik, dan yang jelas dibuat oleh seseorang yang benar-benar ahli. Nolan masihlah seorang auteur, salah satu pilar struktur film laga modern, dan ia memang harus dihormati untuk itu. Tenet memang menambah daftar warisannya—namun semoga ia akan menyajikan sesuatu yang lebih... aneh, di lain waktu.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan
TenetTenet
TenetTenet
07 Gamereactor Indonesia
7 / 10
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait

Tenet

Tenet

REVIEW FILM. Ditulis oleh Magnus Groth-Andersen

Apa yang dipersiapkan Nolan kali ini? Kami berusaha untuk mencari tahu.



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.