Indonesia
Gamereactor
review
Star Wars: Republic Commando

Star Wars: Republic Commando (Switch)

Shooter lama ini akhirnya diperbarui dan bisa dimainkan oleh pemilik PlayStation dan Nintendo.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Dengan saga prekuel yang membawa kembali seri ini ke layar lebar (meskipun menyebabkan perdebatan), Star Wars mendapatkan banyak video game berkualitas yang dirilis untuk meramaikannya. Salah satu game yang masih dikenang dengan baik adalah Republic Commando - sebuah shooter berbasis skuad yang berlatar Clone Wars. Game ini awalnya dirilis di Xbox dan PC pada 2005 lalu, sehingga para pemain Sony dan Nintendo tidak mendapatkan kesempatan untuk memainkannya selama 15 tahun terakhir. Untungnya, Aspyr kini telah membawanya ke PS4 dan Nintendo Switch.

Sesuatu yang perlu saya tekankan sejak awal adalah ini adalah sebuah port murni, bukan sebuah remake atau bahkan remaster. Jadi pada dasarnya visual, suara, dan gameplay masih sama, dan hanya skema kontrolnya saja yang diubah untuk menyesuaikan perangkat yang lebih modern. Pemilik PS4 setidaknya mendapatkan trophy untuk diburu, yang ditambahkan ke game ini pertama kalinya dan menambahkan tantangan lebih jauh untuk diselesaikan.

Tidak banyak yang ditambahkan, tetapi sebuah pemotongan yang menonjol adalah hilangnya mode online, yang dirilis bersama dengan game ini pada 2005 lalu. Mode online ini berisi sebuah mode deathmatch, mode team deathmatch, dan mode capture the flag. Semuanya didesain untuk dimainkan 4 sampai 16 orang pemain. Meskipun bagian campaign merupakan yang paling disukai dari Republic Commando, tiadanya mode online tetap mengecewakan.

Nah, kini mari kita membicarakan tentang ceritanya. Republic Commando berlatar di era Clone Wars, di mana kamu bermain sebagai pemimpin skuad Delta, RC-1138. Campaign ini terbagi atas tiga objektif utama yang akan membutuhkan sekitar enam jam untuk diselesaikan. Kamu akan bepergian ke penjuru galaksi dan menyelesaikan tugas-tugas bersama pasukanmu, seperti menyelamatkan Wookie yang disekap dan menginfiltrasi pabrik droid.

Jika kamu mencari sebuah game yang memiliki keajaiban cerita yang sama dengan seri filmnya, maka Republic Commando kemungkinan akan mengecewakan. Tidak ada cutscene yang tersedia dan detail misi secara sederhana diberikan melalui interaksi radio singkat. Ceritanya mungkin tidak menonjol, tetapi ada banyak momen kocak antara kamu dan skuadmu. Salah satu favorit saya adalah di awal campaign ketika kita berinteraksi dengan sang ahli bahan peledak.

Star Wars: Republic Commando

Aksi di Republic Commando, tentu saja, berbasis skuad dan kamu harus menyeimbangkan antara memberikan tim kamu komando dan melawan musuh sendiri. Para rekan tim kamu di Delta Team bisa bergerak secara auto-pilot, tetapi pertarungannya mengharuskan kamu untuk menggunakan taktik. Kemungkinan misi kamu akan gagal jika kamu melakukan pendekatan layaknya FPS biasa. Sebagai pemimpin skuad, kamu memiliki berbagai macam komando untuk mengubah keadaan. Kamu bisa menyuruh pasukanmu untuk memfokuskan serangan mereka kepada satu musuh, contohnya, dan kamu bisa mundur jika keadaan terlalu berbahaya.

Meskipun saya merasa pertarungan taktisnya menarik, keharusan untuk mengelola segalanya secara mikro terkadang membuat frustrasi. Sering kali tanpa arahan, skuad saya akan membuat keputusan yang tidak masuk akal, seperti berlari ke tengah-tengah medan perang sendirian. Mereka kadang juga melewatkan stasiun penyembuhan dan gagal menghidupkan satu sama lain ketika ada yang gugur. Saya paham bahwa gameplay-nya didesain untuk membawamu dalam kondisi sebagai seorang pemimpin skuad, tetapi saya berharap AI-nya bisa lebih cerdas dan independen.

Di sisi lain, permainan tembaknya terasa presisi, dan ada banyak pilihan senjata yang bisa kamu gunakan. Salah satu favorit saya adalah DC 17, yang multifungsi dan bisa berubah menjadi sebuah assault rifle, sniper rifle, dan rocket launcher melalui sebuah pencetan tombol. Terdapat pula senjata-senjata menyenangkan seperti Wookie Bowcaster dan Geonosian Beam Weapon.

Sesuatu yang membuat saya terkesan adalah bagaimana visual Republic Commando masih tetap menawan hingga kini. Ia memang tua, tetapi model karakternya tidak terlalu ketinggalan zaman dan lingkungannya penuh warna dan mendetail. Ia memang memperlihatkan umurnya di beberapa aspek, tetapi kebanyakan berhubungan dengan desain gameplay. Level-level yang kamu lalui terasa sangat linier, dan terdapat layar loading kapanpun kamu memasuki elevator atau berlanjut ke stage dan level berikutnya.

Meskipun usianya tidak bisa dibohongi, Republic Commando masih tetap menyenangkan bahkan 16 tahun setelah perilisan awalnya. Pertarungan berbasis skuadnya mendorong kamu untuk berpikir strategis dan merencanakan betul aksimu, dan terdapat banyak variasi senjata. Meski begitu, AI-nya tidak begitu cerdas jika dibiarkan tanpa instruksi dan beberapa mungkin kecewa dengan tidak adanya mode online. Semoga saja, port ini bisa berperan sebagai katalis untuk lebih banyak game Star Wars klasik seperti Bounty Hunter dan Battlefront orisinal mencapai platform modern.

Star Wars: Republic CommandoStar Wars: Republic Commando
Star Wars: Republic Commando
07 Gamereactor Indonesia
7 / 10
+
Pertarungan berbasis skuad menarik dan memerlukan pemikiran. Ada banyak jenis senjata. Visualnya masih bagus untuk zaman sekarang.
-
Tidak ada mode online. AI tidak begitu cerdas. Beberapa aspek terasa ketinggalan zaman.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.