Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Halaman depan
review
Spyro Reignited Trilogy

Spyro Reignited Trilogy

Seperti Crash Bandicoot, Activision membawa trilogi Spyro ke zaman sekarang.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Tahun lalu, Crash Bandicoot: Nsane Trilogy dari Vicarious Visions menyajikan nostalgia dari era PlayStation original di hadapan kita dengan secara total membuat ulang tiga game pertama dalam serinya menggunakan grafis modern. Sekarang, penerbit Activision kembali menghadirkan trilogi lain dari platform yang sama, kali ini mengangkat Spyro the Dragon. Tiga game pertama telah dibuat ulang oleh Toys for Bob berjudul Reignited Trilogy. Perpaduan tiga generasi original ini telah melewati pengembangan yang sama seperti Crash, dan kami telah diperkenalkan kembali dengan perjalanan jagoan ungu kita yang terbaru.

Hal pertama yang akan kamu sadari adalah semua konten inti dalam game ini pada dasarnya sama dengan yang terdahulu. Ketika kami berbincang dengan tim di E3, mereka bilang bahwa mereka memiliki alat mereka sendiri yang disebut dengan 'Spyroscope' untuk memetakan lokasi yang tepat di setiap levelnya dan item layaknya permata (karena mereka tidak memiliki kode original di game Insomniac tersebut). Hal ini menandakan bahwa segala aspek dalam game terdahulunya masih menjadi aspek andalan yang sama.

Maksudnya adalah kamu akan secara otomatis mengingat segala aspek gamenya begitu kamu menyaksikan kejutan awal dari visual barunya. Hal yang sama juga terjadi pada teka-teki, naga dalam kristal, dan tantangan yang akan membuatmu merasa bahwa kamu pernah memainkannya. Game ini bukanlah remake seperti Ratchet & Clank di mana konsep intinya masih sama tapi aspek lainnya berubah - game ini masih setia dan mengandalkan apa yang kita pernah lihat di tahun 1998 hingga 2000.

Spyro Reignited Trilogy
Spyro Reignited TrilogySpyro Reignited TrilogySpyro Reignited Trilogy

Meskipun begitu, bukan berarti sama sekali tidak ada perubahan dalam game ini, karena perubahan pasti akan selalu dibutuhkan jika ingin membawa game-game semacam ini ke zaman sekarang. Perubahan yang paling kentara adalah gaya visualnya yang baru, yang sangat sama dengan Crash Bandicoot dalam hal detail yang fantastis. Semua hal dari helai rumput yang terbakar ketika kamu menyemburkan api, pencahayaan saat matahari menyinari Cliff Town dari game pertama, hingga animasi wajah Spyro sendiri yang mulus dan terpoles dengan baik. Semuanya membuat game ini benar-benar terasa seperti game buatan tahun 2018. Warna-warnanya juga lebih cerah, yang memberikan keuntungan bagi game ini, walaupun semua visual dan tekstur baru ini menjadi alasan di balik besarnya memori yang dibutuhkan untuk mengunduh update bahkan dengan menggunakan disk.

Terdapat juga perubahan kecil lainnya, seperti penyesuaian pada layar antar level yang mengubah perspektif kamera, orb di Ripto's Rage (game kedua tidak dikenal sebagai Gateway to Glimmer di paket game ini) tidak memantul-mantul ke arah Spyro, dan nyanyian di level Colossus. Hal-hal ini hanya sebagian kecilnya dan tidak memengaruhi pengalaman yang akan kamu dapat begitu besar. Tapi terdapat beberapa penyesuaian kecil terhadap kemudahan bermain yang telah dilakukan, seperti indikator yang muncul di atas kepala karakter ketika orb bisa dikumpulkan di game kedua, dan pilihan untuk mengaktifkan mini-map atau tidak.

Namun terdapat beberapa perubahan yang tidak terlalu terlihat, seperti karakter yang dibuat ulang. Tentu saja Spyro pada dasarnya masih merupakan naga yang sama, tapi protagonis lainnya mungkin terlihat sedikit berbeda dari game terdahulunya. Sheila dari Year of the Dragon merupakan salah satu contoh terbaik dalam hal ini. Di tahun 2000 silam, ia hanyalah seekor kangguru, sedangkan di game ini, ia memiliki gaya rambutnya sendiri dan mengenakan jaket penjelajah. Hal ini adalah sebuah model yang sangat mendetail yang mungkin mengejutkan para penggemar berat versi originalnya, tapi justru hal ini memberikan perpaduan yang lebih menarik pada beberapa konsep dasarnya 20 tahun lalu.

Spyro Reignited Trilogy
Spyro Reignited TrilogySpyro Reignited TrilogySpyro Reignited Trilogy

Audionya juga penting untuk diperhatikan dalam remake seperti ini. Kamu akan senang mengetahui bahwa sebagian besar musiknya terdengar sama seperti dulu. Stewart Copeland (drummer dari The Police) menulis sebuah lagu tema utama yang baru untuk masuk dalam koleksi, sementara Stephan Vankov dari Toys for Bob menciptakan remix untuk semua musik aslinya di tiga game pertama. Ini artinya, sebagian besar musiknya terdengar sama. Soundtrack baru dari game ini lebih kaya dan dinamis, bereaksi pada game dan sesuai dengan visual yang telah terpoles dengan baik.

Walaupun begitu, beberapa levelnya seperti Enchanted Towers dari game ketiga, terdengar sangat berbeda dari game original, sehingga tidak terlalu berkesan. Sebuah poin minor, tapi bisa berpengaruh besar bagi para penggemar berat, sekalipun mereka bisa memilih untuk mengubah musiknya ke soundtrack original kapanpun mereka mau.

Berbicara tentang penggemar dari versi original, mereka tak diragukan lagi akan senang mendengar bahwa Tom Kenny - pengisi suara Spyro di game kedua dan ketiga - kembali mengisi suara Spyro di game ini. Ia sekali lagi berhasil membawakan suara seorang jagoan dengan karisma dan karakter. Kami bahkan berpikir bahwa skripnya pun sama, karena kami menyadari momen mencolok yang serupa seperti Gunnar yang memotong kalimat kita ketika mengatakan bahwa kita ingin "kick some..." di dunia Peach Keepers dalam game pertama.

Spyro Reignited Trilogy
Spyro Reignited TrilogySpyro Reignited TrilogySpyro Reignited TrilogySpyro Reignited Trilogy

Tentu saja, kontrolnya juga sangat penting untuk diketahui. Kami menemukan bahwa kontrol dalam game ini masih sama menyenangkannya dan mudah untuk mengendalikan Spyro seperti sebelumnya. Maksudnya bukan seutuhnya sama, tetap ada perbedaan saat mengendalikan Spyro, mungkin karena perubahan animasinya, atau penyesuaian dari Toys for Bob; contohnya, ketinggian lompatan dari melakukan charge terasa baru dan lompatan di ujung glide terasa lebih tinggi. Hal tersebut bukanlah penyesuaian berarti yang mengubah pengalaman game secara besar, tapi pastinya sangat terasa.

Di sisi lain, beberapa perubahan ini membuat game-nya terasa sedikit lebih mudah, seperti lompatan yang disebutkan di atas, bantuan dalam permainan, dan fakta bahwa supercharge power-up tidak terlalu intens dan ditangani dengan lebih baik. Membutuhkan waktu untuk dapat terbiasa dengan beberapa perubahan ini, malah bisa jadi agak sulit (tidak sesulit Nsane Trilogy - jangan khawatir), termasuk glide yang lebih panjang, karena mendarat di tepiannya akan lebih sulit. Mungkin karena tepiannya lebih bulat ketimbang di level aslinya, yang membuat kami terpeleset lebih banyak daripada di game pendahulunya.

Terdapat banyak contoh perubahan dan alasannya yang kami berikan di artikel ini, tapi yang harus kamu ketahui adalah bahwa semua perubahan ini tidak lebih dari penyesuaian terhadap aspek-aspek kecil dari pengalaman yang disajikan. Konten intinya masih sama seperti 20 tahun lalu, dan merupakan sebuah remake yang tetap setia akan tiga platformer luar biasa ini. Sebuah game yang menyegarkan kembali kenangan dan membawa game triloginya ke tahun 2018 sambil tetap mempertahankan apa yang membuat game ini sangat brilian.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan
Spyro Reignited TrilogySpyro Reignited TrilogySpyro Reignited TrilogySpyro Reignited Trilogy

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan
09 Gamereactor Indonesia
9 / 10
+
Konten intinya sama, musik remix nan kaya, visual yang detail dan cerah, peningkatan bantuan permainan, audio luar biasa, kontrol mulus dan fleksibel.
-
Perubahan besar pada aspek seperti karakter dan musik mungkin tidak bisa diterima beberapa penggemar berat, sedikit masalah pada kamera.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait



Loading next content