Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Gamereactor
teks gadget

Sony Xperia 5 III

Sayangnya, fitur-fitur baru sangatlah sedikit.

HQ

Pertanyaan akan masa upgrade merupakan sesuatu yang selalu ada di pikiran pecinta teknologi. Dengan model yang lebih atraktif dan kaya akan fitur hadir di pasaran tiap tahunnya, godaan untuk memiliki teknologi terkini selalu ada, namun upgrade ini seringkali berbiaya tinggi. Mengapa hal ini dibahas untuk membuka ulasan? Sony Xperia 5 III adalah contoh dari kasus tersebut, meski cukup kokoh secara keseluruhan, namun hanya menawarkan sedikit kelebihan dibandingkan pendahulunya tahun lalu.

Pada pandangan pertama, Sony Xperia 5 III dan 5 II terlihat cukup identik, dan jika bukan karena stiker yang dilepaskan pada model terbaru mungkin saya akan masih bingung membedakannya. Bisa dibilang jika kamu tidak menyukai desain lama atau menginginkan sebuah tampilan baru, maka sepertinya akan kecewa. Secara pribadi saya merasa ini tidak merugikan perangkat tersebut, karena masih memiliki tampilan yang bersih dengan sudut yang dipermulus, dan tombol serta kameranya yang lebih tersimpan.

Bentuk ramping dari perangkat genggam ini dan layar 21:9 memudahkannya untuk digunakan dengan satu tangan dan bisa dengan lancar untuk mengetik hanya menggunakan jempol saja. Saat diposisikan secara horizontal, layar OLED juga mendukung untuk menonton film dan bermain game, dengan warnanya yang hangat dan kuat serta mengambil 81.4% dari keseluruhan badan (meningkat dari 80.9% dibanding Xperia 5 II).Tersedia juga opsi untuk beralih ke refresh rate dengan kecepatan 120hz yang memungkinkan pengalaman lebih mulus, namun tentu saja dengan penggunaan baterai lebih besar. Resolusi layar 1080 x 2520 menyebabkan kita tidak bisa menyaksikan konten dalam 4K seperti Xperia 1 III.

Di bagian depan terdapat sebuah kamera 8MP dengan lensa F2.0, dan di bagian belakang terdapat kamera trio 12MP (16mm, 24mm, dan 70mm-105mm) yang bisa dialihkan hanya dengan menekan tombol. Kamera depan cukup memuaskan meskipun gambar yang dihasilkan sedikit blur dan turun warnanya. Kamera belakang lebih memberikan kesan kuat, karena lebih menghasilkan tangkapan dengan spektrum warna hangat yang lebih luas dan lebih mudah untuk menangkap gambar dengan pilihan lensa yang berbeda.

Mungkin perubahan yang paling terasa adalah daya tahan baterai, karena Xperia 5 III kini menggunakan baterai 4500mAh dibandingkan 4000mAh.. Dengan penggunaan standar, smartphone ini dapat bertahan hingga seharian penuh, bahkan bisa ditinggal tidur tanpa harus mengecas atau panik akan baterai habis saat bangun. Sama seperti Xperia 1 III, perangkat ini dapat terisi hingga 50% hanya dalam 30 menit pengecasan, yang sangat menguntungkan saat kita terburu-buru. Meski daya tahan baterai merupakan sebuah peningkatan, mungkin tetap akan ada yang kecewa dengan tidak adanya wireless charging. Sesuatu yang semakin umum dari perangkat saingan dan berarti pengguna akan terus bergantung pada colokan.

Sony Xperia 5 III

Prosesor dari smartphone ini juga mendapatkan peningkatan, karena kini telah menggunakan chip Qualcomm Snapdragon 888 yang lebih kuat. Namun bagaimana pengaruhnya terhadap performa? Jujur, perbedaan tidak terlalu terasa. Booting aplikasi dan halaman web di Xperia 5 III sedikit lebih cepat, namun baru terasa jika membandingkan kedua model berdampingan. Kedua model merupakan perangkat yang kompeten, dan tidak pernah dijumpai isu mengenai performa saat memainkan game terbaru dan membuka beberapa aplikasi bersamaan.

Untuk harga, model dasar 128GB bernilai Rp17.5 juta, 1.9 juta lebih tinggi dari Xperia 5 II. Terdapat pula model 256GB yang lebih mahal (harga belum terkonfirmasi) dan kamu dapat meningkatkan kapasitas internal hingga 1TB dengan membeli kartu microSD. Kenaikan harga bisa dibilang cukup terjal mengingat kurang banyaknya perubahan, namun internal storage bukanlah keluhan utama. 128GB cukup standar untuk smartphone modern dan bisa diperluas hingga kapasitas setara PC.

Observasi minor lainnya adalah Xperia 5 terasa semakin berat . Perangkat genggam ini kini seberat 168g (dari sebelumnya 163g) dan dengan badan yang 0.2mm lebih tebal. Mungkin terasa sangat kecil, namun perbedaan cukup terasa saat memegang keduanya di tangan. Yang juga perlu disorot adalah masih adanya colokan 3.5mm tidak seperti perangkat saingan lainnya.

Jadi apakah Sony Xperia 5 III pantas untuk dibeli? Tergantung, jika kamu sudah memiliki 5 II maka ada baiknya untuk menahan diri atau justru lebih mempertimbangkan Xperia 1 III jika menginginkan upgrade. Jika hal ini tidak berlaku untukmu, maka model ini merupakan smartphone yang pantas dengan performa yang baik dan harga yang sesuai. Layar OLED yang kuat dan penuh warna dengan ukuran 21:9 memudahkan untuk digunakan satu tangan, kamera trio yang memberikan hasil menakjubkan.

Sony Xperia 5 III
08 Gamereactor Indonesia
8 / 10
+
Layar OLED yang memukau. Penggunaan watu tangan yang mudah. Daya tahan baterai lebih.
-
Sedikit peningkatan dari model sebelumnya. Tidak ada wireless charging.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara


Loading next content