Indonesia
review
Skully

Skully

Seorang pahlawan tengkorak platforming muncul untuk melawan kelicikan.

Kamu sedang menonton

Preview 10s
Next 10s
Iklan

Skully, game platformer karya studio Finish Line, dibintangi oleh karakter utama yang paling ajaib bagi saya, setidaknya sejauh ini - sebuah tengkorak manusia. Sebagian besar gamenya tidak berbeda jauh dari game platformer pada umumnya, tetapi ia menghadirkan kontrol physics-based (berdasarkan simulasi fisika) dan dibumbui aspek pemecahan puzzle, semua dengan memanfaatkan berbagai wujud Skully. Gamenya punya banyak keunikan, tapi karena genre platformer mulai jenuh belakangan ini, apa Skully layak dicoba?

Bermain sebagai Skully sang tengkorak menggelinding, kamu telah direkrut oleh dewa bumi, Terry, untuk menyiram minyak ke api prahara rumah tangga yang telah berkobar selama berpuluh-puluh tahun. Perang antarsaudara sesama elemen alam tersebut dapat memporakporandakan daerah asalmu jika dibiarkan berlanjut, jadi ancamannya terasa genting. Ceritanya seluruhnya diisi voice acting dan adegan-adegan penting di dalamnya dianimasikan dengan beberapa gambar diam yang disusun secara sinematis. Dialog yang saya temukan penuh dengan humor yang membuat ketawa, dan setiap adegan sinematis sungguh menyenangkan untuk ditonton, walau sebagian besar leluconnya bergantung pada sikap Terry yang naif atau Skully yang tidak bisa bicara.

Platforming
Gameplay platformer physics-based dan aksi pemecahan puzzle ringan menjadi pondasi yang membangun 18 chapter unik di Skully. Chapter-chapternya sebagian besar disusun secara linear dan mengharuskan kamu untuk melompat dan meloncat melalui setiap area secara presisi dan sembari menghindari bahaya, seperti air dan lava. Namun, dalam wujud asalnya, Skully terasa lumayan licin saat dimainkan dan akan berguling ke sana kemari tanpa bisa diprediksi. Saya sudah tidak tahu lagi berapa kali saya berhasil meloncat menuntaskan serangkaian platform yang bergerak namun berakhir naas karena tergelincir.

Skully

Untungnya, kejadian seperti ini hanya sebagian kecil dari gamenya karena Skully dapat membenamkan dirinya di kubangan tanah lempung yang tersebar di setiap level untuk berubah wujud. Wujud-wujud ini memiliki kemampuannya masing-masing dan dapat dipadukan untuk memecahkan berbagai puzzle yang akan kamu temui. Di salah satu area, misalnya, kita harus menggunakan 'dash form' Skully untuk menggerakkan platform yang melayang dan lalu berganti wujud ke 'strength form' untuk meluncurkan diri kita ke platform tersebut. Puzzle-puzzlenya layak menjadi sorotan; kita pun akan merasa jauh lebih memiliki kendali saat melakukan platforming dengan mengambil wujud-wujud yang berbeda ini.

Sebagian besar chapternya menantang kita untuk menggerakkan dan memindahkan Skully dari titik A ke titik B tapi ada juga beberapa variasi dari pola umum ini. Ada pertarungan melawan boss musuh dan juga beberapa bagian kejar-kejaran yang cukup menegangkan dan memberi warna baru ke aksi platforming yang biasa. Namun, pertarungan bossnya terlalu mudah untuk dilewati karena kita diberikan checkpoint setiap kali kita berhasil memberikan sedikit damage. Memang artinya kita dapat dengan mudah melanjutkan ceritanya, tapi rasanya mengecewakan juga mengalahkan dewa-dewi maha perkasa ini tanpa perlu susah payah.

Petualangan sepanjang sekitar enam jam ini mengantarkan kita melalui tujuh ekosistem berbeda dan kami terpukau dengan variasi lingkungan yang ada. Sembari kita berjuang didampingi Terry, kita berkunjung ke hutan yang terbakar, gua temaram, dan pantai tropis. Selain menyediakan pemandangan yang berkesan, ekosistem-ekosistem ini juga menghadirkan mekanisme berbeda-beda untuk menjaga platformingnya tetap seru. Di dalam gua, kita harus menggerakkan blok-blok bercahaya untuk menerangi jalan kita, dan di chapter lainnya, hembusan angin bisa-bisa meniup kita pergi.

Skully

Bunga-bunga yang berkilauan adalah collectables (benda-benda yang dapat dikumpulkan) utama di Skully dan dapat ditemukan di setiap jengkal lingkungan. Mendapatkan semua bunga memanglah tantangan yang memerlukan pemain berpikir kreatif, tetapi sayangnya hadiahnya tidak begitu berkesan. Setelah berjerih payah mengumpulkan bunga-bunga ini kita hanya dihadiahkan gambar-gambar konsep yang dipakai saat mengembangkan gamenya dan sebagian besar gambar ini juga bisa didapatkan sambil bermain secara biasa. Jikalau hadiah yang ditawarkannya lebih berarti, itu akan lebih mendorong saya untuk mengunjungi lagi level-level ini di kali berikutnya.

Game ini juga tentunya tidak lepas dari cela; platformingnya yang physics-based terasa terlalu licin dan sulit diprediksi, dan mengumpulkan collectablesnya tidak memberikan hadiah yang memuaskan. Walaupun demikian, saya suka bahwa puzzlenya membutuhkan saya untuk menggunakan berbagai wujud Skully secara kolaboratif dan setiap chapter menawarkan sesuatu yang baru terkait platforming dan eksplorasi. Walau tidak sempurna, bagi saya Skully berhasil menjadi kilas balik yang menyenangkan ke game-game platformer di era PS2 yang menemani masa muda saya.

SkullySkullySkully
SkullySkully
07 Gamereactor Indonesia
7 / 10
+
Puzzlenya menyenangkan dan membutuhkan penggunaan masing-masing wujud, 18 chapter yang ada menyajikan lingkungan dan mekanisme game yang beragam, dialognya yang lucu berhasil mengocok perut.
-
Platforming physics-based terasa licin, pengumpulan collectables tidak diberikan hadiah yang sebanding, pertarungan melawan boss terlalu gampang.
overall score
ini adalah skor dari jaringan kami. Bagaimana dengan kamu? Skor jaringan adalah rata-rata dari skor setiap negara

Teks terkait

SkullyScore

Skully

REVIEW. Ditulis oleh Kieran Harris

Seorang pahlawan tengkorak platforming muncul untuk melawan kelicikan.



Loading next content


Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.