Cookie

Gamereactor menggunakan cookie untuk memastikan kami dapat memberikanmu pengalaman terbaik dalam menjelajahi situs kami. Jika kamu melanjutkan, kami menganggap bahwa kamu menyetujui kebijakan cookie kami.

Indonesia
Gamereactor
preview
Sherlock Holmes Chapter One

Sherlock Holmes Chapter One - Preview Langsung

Sang detektif hebat ini sudah ada sejak lebih dari seabad, tetapi ia terlihat begitu hidup di game mendatang dari Frogwares ini.

HQ

The Sinking City adalah kali pertama developer Frogwares bereksperimen dengan investigasi dunia terbuka sejati. Meskipun ia memiliki beberapa kekurangan, tetapi menurut saya itu adalah sebuah pengalaman yang hebat yang mungkin hanya dilampaui oleh L.A. Noire. Di karya mereka berikutnya, Sherlock Holmes Chapter One, kamu sekali lagi menjelajahi setiap sudut dari sebuah dunia terbuka yang relatif besar, tetapi kali ini kamu akan menyambangi Pulau Cordona di tengah-tengah Mediterania. Saya cukup beruntung untuk mendapatkan tiketnya, jadi saya menyiapkan koper dan pergi bersama Sherlock dan teman barunya Jon ke tempat baru yang penuh dengan pembunuhan dan intrik. Tetapi bukan mereka saja teman seperjalanan saya, karena saya juga sempat mengobrol dengan Creative Director dari game tersebut, Sergei Chervonnyi.

Sherlock Holmes Chapter One

Build preview dimulai dengan Sherlock muda mendarat di pelabuhan dan check in di sebuah hotel mewah. Sherlock sebenarnya tumbuh besar di pulau ini (setidaknya di Sherlock versi game ini) dan ia pergi ke sana untuk mengucapkan selamat tinggal terakhir kepada ibunya. Ini adalah semacam cerita asal-usul dari sang karakter, maka dari itu judulnya adalah Chapter One. "Nama itu merepresentasikan bahwa ini adalah awal dari kisah Sherlock. Bab belum tertulis yang mengatakan bagaimana Sherlock memulai langkahnya menjadi detektif yang terkenal di dunia seperti yang kita ketahui," ujar Sergei Chervonnyi.

Dalam hitungan menit sejak kedatanganmu, Sherlock muda yang belum dikenal mendapatkan kesempatan untuk membuktikan dirinya. Ia bertemu dengan sebuah misteri pembunuhan. Sebuah ritual mengontak orang mati berujung maut, dan penipu di balik kejadian itu dan suami dari korban menjadi dua di antara tersangka yang ada.

Untuk menemukan pelaku, kamu harus memeriksa petunjuk-petunjuk, menanyakan para saksi, dan membuat deduksi di "Mind Palace" - sesuatu yang sering muncul di seri ini. Tetapi sebagai Sherlock Holmes, tentu saja kamu memiliki peralatan lain. Kamu bisa memasuki sebuah mode konsentrasi untuk mengungkapkan petunjuk-petunjuk tersembunyi, atau kamu bisa memindai orang untuk mencari detail terkecil yang hanya bisa ditemukan oleh seorang detektif lihai. Terdapat beberapa peralatan ekstra seperti kemampuan untuk menyorot semua objek yang bisa berinteraksi denganmu atau mendapatkan notifikasi ketika kamu melewatkan sebuah petunjuk, tetapi semua ini sepenuhnya opsional, dan kamu bisa mematikannya jika kamu menginginkan sebuah pengalaman yang lebih otentik.

Sherlock Holmes Chapter One
Sherlock Holmes Chapter OneSherlock Holmes Chapter OneSherlock Holmes Chapter One

Setelah memecahkan kasus pertama, saya diizinkan untuk menjelajahi pulau dengan bebas. Ini adalah sebuah build awal, maka terdapat beberapa glitch dan NPC yang aneh, tetapi secara umum, pulaunya terlihat indah dengan jalanan berdebu yang ditaburi cahaya matahari, rumah-rumah penuh detail, dan beberapa efek pencahayaan indah yang membantu menciptakan atmosfer yang bagus. Lalu meskipun lokasinya baru, sang creative director menjanjikan kita juga akan bertemu dengan wajah-wajah lama di dalamnya.

Melalui The Sinking City, Frogwares membuktikan bahwa mereka mampu menciptakan dunia yang menarik dan hidup dengan anggaran yang jauh dari rival dunia terbuka lainnya. Ia bahkan terasa lebih baik lagi kali ini, karena Cordona adalah sebuah titik temu dari beragam pemandangan indah dan karakter-karakter dari seluruh dunia. Dalam kunjungan singkat saya, saya bertemu dengan pekerja koloni Inggris, orang-orang Kurdi dan Mesir di pasar garmen lokal, aristokrat Perancis yang bahkan tidak menoleh kepada saya, dan banyak lainnya.

Mungkin kamu bertanya-tanya, bagaimana saya mengetahui kewarganegaraan dari semua karakter tersebut? Sebenarnya itu adalah sesuatu yang elementer, karena kekuatan Sherlock yang baru memungkinkan dia untuk memindai orang dengan cepat. Cara kerjanya mirip dengan di Watch Dogs, tetapi tentu saja sang detektif hebat ini tidak perlu meretas ke database orang-orang untuk mengetahui setiap rahasia mereka. Sebagai gantinya, ia hanya menyelidiki wajah, pakaian, memar-memar, dan sebagainya, dan ia dengan segera bisa mengetahui tidak hanya kewarganegaraan mereka, tetapi juga detail-detail kecil seperti apakah seseorang menderita insomnia atau bahkan memiliki masalah alkohol. Kemampuan Sherlock untuk tak hanya membaca orang-orang dari sampulnya, tetapi juga membaca hingga dalam, adalah salah satu kemampuannya yang paling ikonik, dan menyenangkan untuk melihat ia digunakan dengan cara yang cerdas seperti itu.

Sherlock Holmes Chapter One

Sherlock Holmes tidak pernah menjadi seorang karakter dengan kedalaman psikologis, tetapi game ini ingin mengubah itu. Sergei Chervonnyi berkata, "Ini bukan hanya sebuah cerita yang tersambung secara samar di akhir yang memberikanmu sejumlah ganjaran ringan seperti 'Dan anak-anak, itulah kenapa Sherlock senang memecahkan kriminalitas. Selamat malam.' Tidak sama sekali. Dengan Chapter One kami menggali ke hal-hal sangat spesifik yang mendefinisikan dia - seperti bagaimana ia begitu tertarik dengan biola, gaya berpakaiannya yang khas, dan bahkan ketergantungannya terhadap obat-obatan."

Preview berakhir dengan sebuah cliffhanger yang besar, dan saya tidak sabar untuk menjelajahi lebih jauh ketika gamenya dirilis. Masih ada banyak yang belum saya lihat, dan yang paling besar adalah saya belum mencoba mekanika pertarungan yang diperbarui yang tampaknya menjadi titik fokus utama kali ini. Isu teknis dan pertarungan merupakan kekurangan paling kentara di The Sinking City, jadi semoga saja Frogwares mengembangkan lebih jauh area-area tersebut. Mari kita nantikan.

HQ

Teks terkait



Loading next content